SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING di DESA HITEURAT KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA

Fatma Harahap - Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara

Abstract


This community service activity is carried out to increase knowledge and understanding as well as community participation in stunting prevention and early detection programs in toddlers which are expected to directly motivate the community to participate in paying attention to growth and development in their children so that their growth and development can be optimal. The method carried out is to assess community knowledge and problems faced about deterrents. Factors that must be prevented and overcome in solving the problem of stunting of children under five in Indonesia is to minimize the baby born LBW, the number of children not more than 3, need good care in boys, prevent mother giving birth at age less than 20 years. Improve the adolescent's nutritional status so that her height is maximal, complete the immunization needs, improve mother's education, focus the health service on children in rural area, and fulfill the requirement of Fe pregnant mother tablet. Maternal knowledge is measured using pre-test before activities and post-test after knowledge is given.  Based on the results of the pretest and post test which were attended by 35 respondents, it can be stated that the pre-test results about the level of knowledge of respondents about stunting prevention program amounted to 14 respondents (40%) understood about stunting prevention programs, while based on the results of the post test there were 27 respondents (77.1%)

 

ABSTRAK

Kegiatan  pengabdian  pada  masyarakat  ini  dilakukan  untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat dalam program pencegahan dan deteksi dini stunting pada balita yang diharapkan secara langsung dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pada anaknya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal. Metode yang dilakukan  adalah  menilai  pengetahuan  masyarakat  serta  permasalahan  yang  dihadapi tentang  pencegahan  dan  cara  menilai/  deteksi  dini  stunting  pada  balita  di  desa Hiteurat Kabupaten Padang Lawas Utara. Faktor yang harus dicegah dan ditanggulangi dalam menyelesaikan masalah stunting balita di Indonesia adalah adalah memimalisasi bayi lahir BBLR, jumlah anak tidak lebih dari 3, perlu olah asuh yang baik pada anak laki-laki, mencegah ibu melahirkan pada usia kurang dari 20 tahun. Memperbaiki status gizi remaja sehingga tinggi badannya maksimal, melengkapi kebutuhan imunisasi, meningkatkan pendidikan ibu, memfokuskan pelayanan kesehatan pada balita dipedesaan, dan mencukupkan kebutuhan tablet Fe ibu hamil.  Pengetahuan  ibu  diukur dengan  menggunakan  menggunakan  pre  test  sebelum  kegiatan  dan  post  test  setelah diberikan  pengetahuan.  Berdasarkan  hasil  pretest  dan  post  test  yang  diikuti  oleh  35 responden dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang  tingkat pengetahuan responden mengenai  program  pencegahan  stunting  sebesar  14  responden  (40%)  mengerti  tentang program   pencegahan   stunting   sedangkan   berdasarkan   hasil   post   test   terdapat   27 responden (77,1%) yang mengerti  tentang program pencegahan stunting.


Keywords


stunting, toddlers, empowermen

Full Text:

PDF

References


Baroroh, I. (2022, Agustus). Peningkatan Pengetahuan tentang Pemenuhan Gizi Remaja dan Edukasi Pencegahan Stunting. Jurnal ABDIMAS-HIP, 3(2), 60-64.

Fahmida U, Rumawas JSP, Utomo B, Patmonodewo S, Schultink W. (2007). Zinc-iron, but not zinc-alone supplementation, increased linear growth of stunted infants with low haemoglobin. Asia Pac J Clin Nutr, 16(2), 301-309.

Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (2017). Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting. Jakarta: Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia. (2013). Pedoman Perencanaan Program “Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Jakarta.

Ramayulis, R. (2018). Stop Stunting dengan Konseling Gizi. Jurnal Swadaya Grup.

TNP2K. (2018). Penanganan Masalah Stunting di Indonesia. Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v3i6.631