PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL MELALUI AUDIO-VISUAL PADA WANITA USIA SUBUR

Lili Sari - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin
Irnawati Irnawati - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin

Abstract


Sexually Transmitted Infections or often known by the abbreviation STI is a disease caused by infection that can be transmitted through sexual intercourse. Generally, this disease can occur due to unhealthy or risky sexual intercourse. STI or also known as sexually transmitted diseases can be spread through bodily fluids, such as sperm, blood, or other fluids. The purpose of this Community Service is to find out about sexually transmitted diseases. The method used is to provide counseling with audio-visual media to women of childbearing age in the Bara-Baraya Community Health Center work area. The results obtained by women of childbearing age know about sexually transmitted diseases and it is hoped that with this Counseling There will be follow-up activities from health workers to provide health education related to the health of women of childbearing age and can understand and apply what has been taught so that women of childbearing age can avoid sexually transmitted diseases

ABSTRAK

Infeksi Menular Seksual atau sering dikenal dengan singkatan IMS adalah penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual. Umumnya, penyakit ini bisa terjadi akibat hubungan intim secara tidak sehat atau berisiko. IMS atau juga dikenal dengan penyakit menular seksual bisa tersebar melalui cairan tubuh, seperti sperma, darah, atau cairan lainnya. Tujuan dilakukan Pengabdian ini untuk mengetahui tentang penyakit menular seksual. Metode yang digunakan dengan melakukan penyuluhan dengan media audio visual pada wanita usia subur di wilayah kerja puskesmas Bara-Baraya. Hasil yang didapatkan wanita usia subur mengetahui tentang penyakit menular seksual dan Diharapkan dengan Penyuluhan ini Adanya kegiatan lanjutan dari tenaga kesehatan untuk memberikan health education terkait kesehatan wanita usia subur serta dapat memahami dan menerapkan apa yang telah diajarkan sehingga wanita usia subur dapat terhindar dari penyakit menular seksual.


Keywords


Sexually Transmitted Diseases Audio-visuall Women of Childbearing Age / Penyakit Menular Seksual Audio-visual Wanita Usia Subur

Full Text:

PDF

References


Akbar, H. (2020). Faktor yang berhubungan dengan personal hygiene pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kotamobagu. Bina Generasi: Jurnal Kesehatan, 11(2), 23–28.

Anggraini, K. R., Lubis, R., & Azzahroh, P. (2022). Pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja awal tentang kesehatan reproduksi. Menara Medika, 5(1), 109–120.

Arismawati, R., Maidar, M., & Wardiati, W. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit menular seksual pada wanita usia subur yang sudah menikah di wilayah kerja PUSKESMAS Kuta Alam Kota Banda Aceh tahun 2022. Journal of Health and Medical Science, 1(4), 183–195.

Askhori, S. (2021). Determinasi infeksi menular seksual pada wanita usia subur (analisis data SDKI Provinsi Sumatera Utara tahun 2017). Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. (2021). Profil kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Makassar.

Feratama, R., & Nugraheny, E. (2021). Pemanfaatan penyuluhan dengan media audiovisual, dapatkah meningkatkan pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual? Jurnal Ilmu Kebidanan, 7(2), 19–24. https://doi.org/10.48092/jik.v7i2.134

Induniasih, & Ratna. (2019). Promosi kesehatan pendidikan kesehatan dalam keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Katharina, T., & Yuliana, Y. (2020). Pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi melalui audiovisual dengan hasil pengetahuan setelah penyuluhan pada remaja SMA Negeri 2 Pontianak tahun 2017. Jurnal Kebidanan, 8(1), 47–54.

Nanur, F. N., Vivi, Y., & Mudah, F. V. (2020). Gambaran pengetahuan wanita usia subur tentang flour albus di Dusun Sere Kelurahan Tanah Rata. Wawasan Kesehatan, 5(2), 43–48.

Oktavia, Y., & Purnama Sari, L. (2022). Asuhan kebidanan kesehatan reproduksi dengan flour albus. Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), 3(2), 123–130.

Pratiwi, E., et al. (2020). Efektivitas promosi kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak di SD Negeri 5 Kota Bengkulu (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Bengkulu).

Purba, et al. (2021). Infeksi menular seksual dan HIV/AIDS. Yayasan Kita Menulis, IKAPI.

Ridwan, M., Syukri, A., & Badarussyamsi, B. (2021). Studi analisis tentang makna pengetahuan dan ilmu pengetahuan serta jenis dan sumbernya. Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin, 4(1), 31–54.

Sari, L. P., & Ishak, N. (2020). Hubungan pengetahuan ibu premenopause terhadap tingkat kecemasan di Puskesmas Pattingalloang Makassar. Jurnal Kebidanan Vokasional, 5(1), 25–28.

Sari, L. P. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care (ANC) pada ibu hamil di Rumah Sakit Umum Pangkajene dan Kepulauan. Jurnal Kebidanan Vokasional, 3(1), 58–65.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v4i6.901