PENCEGAHAN RESIKO PENULARAN PENYAKIT ISPA DENGAN CARA MENCUCI TANGAN DAN MEMAKAI MASKER DI PABRIK GULA DESA SAMIREJO KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS

Nila Purwandari - Itekes Cendekia Utama Kudus

Abstract


Keselamatan dan Kesehatan kerja merupakan upaya untuk memelihara dan juga meningkatkan Kesehatan fisik tubuh agar Kesehatan mental para pekerja juga meningkat, serta meningkatkan pula kesehatan sosial setiap pekerja. Peningkatan Kesehatan kerja dapat dilakukan usaha seperti preventif dan kuratif pada penyakit atau gangguan Kesehatan yang didapatkan dari factor pekerjaan dan lingkungan kerja, dan juga pada penyakit umum lainnya. Penyakit umum yang kerap ditemukan pada pekerja di Pabrik yaitu Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). ISPA juga kerap ditemukan pada pekerja di Pabrik Gula karena adanya asap akibat dari proses produksi gula. Beberarapa faktor yang mempengaruhi ISPA meliputi kepadatan hunian, ventilasi, suhu dan kelembapan. Faktor perilaku yang tidak baik seperti asap rokok, asap dari dapur karena memasak gula menjadi faktor penyebab terjadinya ISPA. Perilaku hidup bersih dan sehat penduduk merupakan salah satu upaya mencegah terjadinya ISPA, memperhatikan lingkungan yang sehat, memberikan pengetahuan tentang penyakit ISPA, membagikan  masker dan mencuci tangan. Untuk mencegah resiko terkena ISPA pada pekerja pabrik gula dibutuhkan pengetahuan pada pekerja tentang penyakit ISPA. Penerapan penggunaan masker dan cuci tangan dengan sabun penting dilakukan sebagai tanggung jawab pengelola usaha untuk memberikan perlindungan pada tenaga kerja dari bahaya asap untuk keselamatan kerja dan kesehatan.

Keywords


Mencuci Tangan, Memakai Masker, Infeksi Saluran Pernafasan Akut

Full Text:

PDF

References


Center of Health Protection. (2014). Use mask properly: Protect ourselves and protect others. Retrieved May 22, 2016.

Darmawan. (2018). Analisis Sediaan Bahan Baku dalam Menunjang Proses Produksi pada PTP Nusantara XIV Pabrik Gula. Universitas Muhammadiyah Makasar.

Departemen Kesehatan RI. (2008). Profil kesehatan Indonesia 2007. Jakarta: Depkes RI Jakarta.

Depkes RI. (2002). Keputusan Menkes RI No. 228/MENKES/SK/III/2002 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Yang Wajib Dilaksanakan Daerah.

Fatikawati, N. (2015). Pengaruh Keberadaan Industri Gula Blora terhadap Perubahan Penggunaan Lahan, Sosial Ekonomi dan Lingkungan. Universitas Diponegoro.

Kartasasmita, G. (1993). Kebijaksanaan dan strategi pengentasan Kemiskinan. Malang: UniBraw, Fakultas Ilmu Administrasi.

MacIntyre, C.R., & Chughtai, A.A. (2015). Facemasks for the prevention of infection in healthcare and community settings. BMJ (Clinical Research Ed.), 350, h694.

Mulat, C. (2018). Studi Kasus pada Pasien dengan Masalah Kesehatan ISPA. Sandi Karsa Makasar.

Muttaqin, A. (2008). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Imunologi. Jakarta: Salemba Medika.

Nelson, 2003, Ilmu Kesehatan Anak, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Suhandayani. (2007). Infeksi Saluran Pernafasan Akut dan Penanggulangannya. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Sukardi. (2010). Gula Merah Tebu: Peluang Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pengembangan Agroindustri Pedesaan. IPB Darmaga.

Syahidi, H. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Anak Berumur 12-59 Bulan. Universitas Indonesia.

Trossman, S. (2016). Respirator or procedure mask? Resource available to help nurses, patients.

Yasser, M. (2019). Diferansial Produk Gula Merah Tebu Menjadi Gula Cair dan Gula Rencengan Kombinasi.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v3i1.422