PENINGKATAN KOPETENSI MAHASISWA DAN PETERNAK IKAN MELALUI PELATIHAN DASAR PRAKTIK PENYUNTIKAN HORMON OVAPRIM PADA IKAN LELE (Clarias sp.)
Abstract
The use of Ovaprim hormone in catfish breeding is one of the artificial reproduction technologies (induced breeding) that has proven effective in enhancing the quality and quantity of fish seeds. This community service activity aims to provide education and practical training to students and catfish farmers on the proper and efficient techniques for administering Ovaprim hormone injections. The activity was conducted at the Aquaculture Laboratory of Indragiri Islamic University, which serves as a center for fish farming education. The method used in the injection practice was an experimental approach that included direct demonstrations and technical assistance. After the training, participants showed an increased understanding in selecting mature gonad breeders and correctly administering hormone injections. The results of the spawning demonstrated an average success rate exceeding 80%, with a production volume of seeds that showed an increase compared to natural methods. Several fish farmers stated that after this activity, they felt more confident in conducting their own spawning and began to innovate with more efficient pond systems and hatching techniques. Through practical training and assistance, both students and fish farmers acquired new technical knowledge, such as how to select fish breeders ready for spawning, proper injection techniques, egg and larva handling, water quality management, and pond sanitation. This has helped farmers become more independent and professional in running their aquaculture businesses. It is hoped that similar activities can be conducted continuously so that this technology can be widely adopted to enhance aquaculture productivity and the welfare of fish farmers.
ABSTRAK
Penggunaan hormon ovaprim dalam pembenihan ikan lele merupakan salah satu teknologi reproduksi buatan (Induced breeding) yang terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas benih. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan praktis kepada mahasiswa dan peternak ikan lele mengenai teknik penyuntikan hormon ovaprim secara tepat dan efisien. Kegiatan ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan Universitas Islam Indragiri yang merupakan sentra edukasi budidaya ikan. Metode yang digunakan dalam praktik penyuntikan yaitu metode eksperimen meliputi demonstrasi langsung dan pendampingan teknis. Setelah pelatihan dilakukan peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dalam memilih induk matang gonad dan melakukan penyuntikan hormon dengan benar. Hasil pemijahan memperlihatkan bahwa tingkat keberhasilan rata-rata melebihi 80%, dengan jumlah produksi benih mencapai (jumlah rata-rata) yang menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan metode alami. Beberapa peternak ikan menyatakan bahwa setelah kegiatan ini mereka lebih percaya diri melakukan pemijahan sendiri dan mulai berinovasi dengan sistem kolam dan penetasan yang lebih efisien. Melalui pelatihan praktis dan pendampingan mahasiswa dan peternak ikan memperoleh pengetahuan teknis baru seperti cara memilih induk ikan yang siap pijah, teknik penyuntikan hormon secara tepat, penanganan telur dan larva, manajemen kualitas air dan sanitasi kolam. Hal ini membantu peternak menjadi lebih mandiri dan profesional dalam menjalankan usaha budidaya. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan agar teknologi ini dapat diadopsi secara luas untuk meningkatkan produktivitas budidaya dan kesejahteraan peternak ikan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Awaludin, A., Maulianawati, D., Rukisah, R., & Nursia, N. (2018). Peningkatan produksi petani budidaya lele di Kelurahan Mamburungan Timur melalui pelatihan teknologi bioflok. Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo, 2(2), 52–57.
Fadhil, R., Muchlisin, Z. A., & Sari, W. (2016). Hubungan panjang-berat dan morfometrik ikan julung-julung (Zenarchopterus dispar) dari perairan Pantai Utara Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 1(1), 146–159.
Leonita, V., Utomo, D. S. C., & Fidyandini, H. P. (2021). Comparative test of Ovaprim, Spawnprim, and HCG in the process spawning of Pangasianodon hypophthalmus. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 26(1), 17–25.
Nainggolan, A., Sudrajat, A. O., Priyo, N. B., & Harris, E. (2015). Peningkatan kinerja reproduksi, kualitas telur, dan larva melalui suplementasi Spirulina dikombinasi dengan injeksi Oocyte Developer pada induk ikan lele (Clarias sp.) betina. Jurnal Riset Akuakultur, 10(2), 199–210.
Potalangi, N. (2004). Pengaruh pemberian hormon ?-LHRH melalui emulasi W/O/W/LG pada perkembangan gonad induk ikan jambal siam (Pangasius hypothalamus). Jurnal Akuakultur Indonesia, 3(3), 15–21.
Primawati, S. N., Efendi, I., & Marnita, M. (2016). Identifikasi jenis ikan hasil tangkapan nelayan di Pantai Jeranjang. JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala, 1(1), 73–78.
Sinjal, H. (2014). Efektivitas Ovaprim terhadap lama waktu pemijahan, daya tetas telur, dan sintasan larva ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Journal Budidaya Perairan, 2(1), 14–21.
Utiah, A. (2000). Pola reproduksi tahunan ikan jambal siam (Pangasius hypothalamus) dalam wadah budidaya bersumber air sungai dan air danau (Tesis tidak dipublikasikan). Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Wulandari, A. P., Salsabila, A. A., Cahyani, K., Nurazizah, T. S., & Ulfiah, Z. (2023). Pentingnya media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Journal on Education, 5(2), 3928–3936.
DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v5i6.2158



