Pendidikan Karakter Bagi Siswa Berbasis Kearifan Lokal di SMA Negeri 1 Gorontalo

Rasid Yunus - Universitas Negeri Gorontalo
Sukarman Kamuli - Universitas Negeri Gorontalo
Fania Midu - Universitas Negeri Gorontalo

Abstract


This community service is specifically designed to provide character education reinforcement based on local wisdom at State Senior High School (SMAN) 1 Gorontalo. Through a systematic approach consisting of three main phases, namely conceptual preparation, structured implementation, and comprehensive evaluation. The results of the program show encouraging achievements in building a deep understanding of local values while actualizing them in everyday school life. Students not only show a real increase in cultural awareness, but also develop positive characters that are reflected in their behavior. The most prominent aspect is the development of a sense of responsibility towards the school environment and the surrounding community, as well as active participation in various cultural preservation initiatives. Another important finding is the formation of a more collaborative and mutually respectful learning environment among all school residents. Based on the results achieved, this service recommends several strategic steps for further development. First, the need to build closer partnerships between schools and various stakeholders including local governments, cultural communities, and universities. Second, the importance of developing a sustainable mentoring system to ensure deeper internalization of character values. Third, a more comprehensive monitoring and evaluation mechanism needs to be developed to measure the long-term impact of the program. This recommendation is expected to strengthen the role of schools as centers for sustainable local wisdom-based character development.

ABSTRAK

Pengabdian masyarakat ini secara khusus dirancang untuk memberikan penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Gorontalo. Melalui pendekatan sistematis yang terdiri dari tiga fase utama yakni persiapan konseptual, implementasi terstruktur, dan evaluasi komprehensif. Hasil program menunjukkan pencapaian yang menggembirakan dalam membangun pemahaman mendalam tentang nilai-nilai lokal sekaligus mengaktualisasikannya dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Peserta didik tidak hanya menunjukkan peningkatan kesadaran budaya yang nyata, tetapi juga mengembangkan karakter positif yang tercermin dalam perilaku mereka. Aspek yang paling menonjol adalah perkembangan sikap tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar, serta partisipasi aktif dalam berbagai inisiatif pelestarian budaya. Temuan penting lainnya adalah terbentuknya lingkungan belajar yang lebih kolaboratif dan saling menghargai di antara seluruh warga sekolah. Berdasarkan hasil yang dicapai, pengabdian ini merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk pengembangan lebih lanjut. Pertama, perlunya membangun kemitraan yang lebih erat antara sekolah dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah, komunitas budaya, dan perguruan tinggi. Kedua, pentingnya mengembangkan sistem pendampingan berkelanjutan untuk memastikan internalisasi nilai-nilai karakter yang lebih mendalam. Ketiga, perlu disusun mekanisme monitoring dan evaluasi yang lebih komprehensif untuk mengukur dampak jangka panjang program. Rekomendasi ini diharapkan dapat memperkuat peran sekolah sebagai pusat pengembangan karakter berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.

Keywords


Character Education; Local Wisdom; Students of SMAN 1 Gorontalo / Pendidikan Karakter; Kearifan Lokal; Siswa SMAN 1 Gorontalo

Full Text:

PDF

References


Damayanti, D., & Nurgiyantoro, B. (2018). Local wisdom as learning materials: Character educational values of Sundanese Pupuh. Journal of Education and Learning (EduLearn), 12(4), 676–684. https://doi.org/10.11591/edulearn.v12i4.9291

Ekayani, P. (2017). Pentingnya penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Jurnal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, 2(1), 1–11.

Finley, E. P., Huynh, A. K., Farmer, M. M., Bean-Mayberry, B., Moin, T., Oishi, S. M., ... Hamilton, A. B. (2018). Periodic reflections: A method of guided discussions for documenting implementation phenomena. BMC Medical Research Methodology, 18(1), 1–39. https://doi.org/10.1186/s12874-018-0610-y

Gunawan, H. (2022). Pendidikan karakter: Konsep dan implementasi. Alfabeta.

Hatton, N., & Smith, D. (1995). Reflection in teacher education: Towards definition and implementation. Teaching and Teacher Education, 11(1), 33–49. https://doi.org/10.1016/0742-051X(94)00012-U

Hidayati, N. A., Waluyo, H. J., Winarni, R., & Suyitno. (2020). Exploring the implementation of local wisdom-based character education among Indonesian higher education students. International Journal of Instruction, 13(2), 179–198. https://doi.org/10.29333/iji.2020.13213a

Irjanti, R., & Setiawati, F. A. (2018). Pengaruh nilai-nilai karakter terhadap prestasi belajar di SDIT Salman Al Farisi. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(1).

Kosasih, E. (2013). Sastra klasik sebagai wahana efektif dalam pengembangan pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 13(2), 225–236.

Lickona, T. (2001). What is effective character education? Paper presented at The Stony Brook School Symposium on Character. https://wicharacter.org/

Lomu, L., & Widodo, S. A. (2018). Pengaruh motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa. [Artikel jurnal, informasi volume dan halaman tidak tersedia].

Marhayani, D. A. (2016). Development of character education based on local wisdom in indigenous people Tengahan Sedangagung. Journal of Education, Teaching and Learning, 1(2), 66. https://doi.org/10.26737/jetl.v1i2.40

Najib, A., & Achadiyah, B. N. (2012). Pengaruh pendidikan karakter terhadap prestasi belajar siswa. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 9(1).

Ningsih, T. (2021). Pendidikan karakter (Teori dan praktik) (Cetakan 1). [Penerbit tidak disebutkan].

Nisa, A. (2017). Pengaruh perhatian orang tua dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial. Faktor: Jurnal Ilmiah Kependidikan. [Volume dan nomor tidak disebutkan].

Parhan, M., & Dwiputra, D. F. K. (2023). A systematic literature review on local wisdom actualization in character education to face the disruption era. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 4(3), 371–379. http://jiecr.org/index.php/jiecr/article/view/675

Ramli, N. (2022). Pendidikan karakter: Implementasi pembelajaran IPS menengah pertama (Vol. 11, Issue 1). IAIN Parepare Nusantara Press.

Ruyadi, Y. (2010). Model pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal (Penelitian terhadap masyarakat adat Kampung Benda Kerep Cirebon Provinsi Jawa Barat untuk pengembangan pendidikan karakter di sekolah). In Proceedings of The 4th International Conference on Teacher Education; Join Conference UPI & UPSI (pp. 576–594). http://file.upi.edu/Direktori/

Sartini, & Adf. (2020). Menggali kearifan lokal nusantara. Jurnal Filsafat, 37(2), 111–120. https://jurnal.ugm.ac.id/wisdom/article/view/33910/20262

Wahyuni, D. E., & Hasanah, S. A. (2016). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pembentuk karakter bangsa. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 2016: Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan Lokal dalam Era MEA (pp. 19–24).

Wahyuni, A. (2021). Pendidikan karakter: Membentuk pribadi positif dan unggul di sekolah. Umsida Press.

Ruyadi, Y. (2010). Model pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal (Penelitian terhadap masyarakat adat Kampung Benda Kerep Cirebon Provinsi Jawa Barat untuk pengembangan pendidikan karakter di sekolah). In Proceedings of The 4th International Conference on Teacher Education; Join Conference UPI & UPSI (pp. 576–594), November.

Zulfida, S. (2020). Pendidikan karakter dalam buku ajar. Sulur Pustaka.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v5i3.1640