TRANSFORMASI LAHAN PERTANIAN MENJADI PERMUKIMAN DI KOTA JAYAPURA: STUDI KASUS KAMPUNG YABANSAI DAN SEKITARNYA (1970–2025)

Kulyasin Kulyasin - Universitas Cenderawasih
Muhammad Aqil - Universitas Cenderawasih

Abstract


Urbanization in Jayapura City has driven the conversion of agricultural land into settlements in peripheral areas, yet longitudinal historical studies of this process in eastern Indonesia remain scarce, including in Kampung Yabansai. This study aims to describe the dynamics of land-use conversion from 1970 to 2025, identify its driving factors, analyze its impact on livelihoods and productive land, and examine the effectiveness of local spatial planning policy. The study employs the historical method (heuristics, source criticism, interpretation, historiography) combined with spatial analysis of Landsat and Google Earth imagery, using interview, archival, and field observation data. Results show the transformation unfolded in three phases: access-opening (1970-1985), acceleration (1986-2001) driven by spontaneous migration and customary land release, and consolidation-densification (2002-2025) driven by special autonomy funds; agricultural land shrank by more than 90 percent, with an irreversible turning point in the second phase, dominated by state intervention rather than the market. It is concluded that the mandate to protect customary land rights under Special Autonomy failed to operate because it was not supported by customary land registration, so a moratorium on building permits in vulnerable land and participatory mapping of customary rights are recommended.

 

ABSTRAK

Urbanisasi Kota Jayapura mendorong alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman di kawasan pinggiran, namun kajian historis longitudinal mengenai proses ini di Indonesia bagian timur masih minim, termasuk di Kampung Yabansai. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika alih fungsi lahan 1970-2025, mengidentifikasi faktor pendorongnya, menganalisis dampaknya terhadap mata pencaharian dan lahan produktif, serta mengkaji efektivitas kebijakan tata ruang lokal. Penelitian menggunakan metode sejarah (heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi) dipadukan analisis spasial citra Landsat dan Google Earth, dengan data wawancara, arsip, dan observasi lapangan. Hasil menunjukkan transformasi berlangsung tiga fase: pembukaan akses (1970-1985), akselerasi (1986-2001) akibat migrasi spontan dan pelepasan adat, serta konsolidasi-densifikasi (2002-2025) yang didorong dana otonomi khusus; lahan pertanian menyusut lebih dari 90 persen, dengan titik balik ireversibel pada fase kedua, didominasi intervensi negara bukan pasar. Disimpulkan bahwa amanat perlindungan hak ulayat dalam Otonomi Khusus gagal beroperasi karena tak dilengkapi registrasi ulayat, sehingga disarankan moratorium izin bangunan di lahan rawan serta pemetaan partisipatif hak ulayat.


Keywords


land transformation, settlements, Yabansai Village, customary land rights, urban history of Papua ; transformasi lahan, permukiman, Kampung Yabansai, hak ulayat, sejarah perkotaan Papua

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, D. (2011). Metode penelitian sejarah Islam. Yogyakarta: Ombak.

Anggraini, R. Y. (2017). Masuknya paradigma interpretif pada kajian ilmu akuntansi. Jurnal Analisa Akuntansi dan Perpajakan, 1(1). (https://doi.org/10.25139/jaap.v1i1.101)

Bedner, A. (2019). Adat in Indonesian land law: A promise for the future or a dead end? The Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 51(1), 1–22. (https://doi.org/10.1080/14442213.2019.1670246)

Bertrand, J. (2004). Nationalism and ethnic conflict in Indonesia. Cambridge: Cambridge University Press.

Cifor-ICRAF. (2015). Result of land use planning and land administration (LULA) implementation (Working Paper No. 245). Bogor: Center for International Forestry Research and World Agroforestry.

ETD Universitas Gadjah Mada. (t.t.). Persepsi masyarakat terhadap dampak perkembangan Kota Jayapura Provinsi Papua. Yogyakarta: Repositori ETD UGM.

Gafuraningtyas, D. (2022). Research trends of land use changes and sustainable food agricultural land in Indonesia. 12(2), 107–122. (https://doi.org/10.53686/jp.v12i2.180)

Koentjaraningrat. (1977). Metode-metode penelitian masyarakat. Jakarta: PT Gramedia.

Korwa, J. R. V., Metherall, N., Rumabar, B., Mampioper, J. H., & Ranathunga, T. (2021). Peri-urbanisation in Papua: A participatory and geospatial impact assessment of peri-urban development and transmigration in Port Numbay. Asia and the Pacific Policy Studies, 8(1), 129–150. (https://doi.org/10.1002/app5.322)

Lamba, A. (2011). Fleksibilitas dan produktivitas sektor informal perkotaan di Kota Jayapura. Provinsi Papua: Unpad Press.

Mulyadi, T. (2010). Jual beli tanah hak ulayat dengan pelepasan adat sebagai syarat pendaftaran tanah pada suku Tobatdji Enj’ros di Kota Jayapura Papua (Tesis). Universitas Diponegoro, Semarang.

Nawawi, H. (1998). Metode penelitian bidang sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nerenberg, K. (2022). ‘Start from the garden’: Distribution, livelihood diversification and narratives of agrarian decline in Papua, Indonesia. Development and Change, 53(2), 388–415. https://doi.org/10.1111/dech.12691)

Nugroho, C. A., Yanthy, N. O., & Y. L. M. S. (2023). Perubahan tutupan lahan perkebunan di Kota Jayapura. Jurnal Median Arsitektur dan Planologi, 13(1), 38–46. (https://doi.org/10.58839/jmap.v13i1.1226)

Othman, A. G., Ali, K. H., Yin, I., Leong, T. M., Hanisah, N., & Jizan, M. (2021). Urbanization and land use changes in rural town: Guar Cempedak, Kedah. Planning Malaysia: Journal of the Malaysian Institute of Planners, 19(5), 1–13. (https://doi.org/10.21837/pm.v19i19.1055)

Palenewen, J. Y., & Reumi, T. A. S. (2024). Settlement of customary law community land disputes regarding the construction of the Lukas Enembe Stadium in Kampung Harapan Jayapura Regency. Journal of Law, Politic and Humanities, 4(5), 1295–1304.

Santosoa, D. H., Puryanib, Algarya, T. A., & C., M. (2025). Fenomena perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi perumahan: Studi kasus kawasan peri-urban kecamatan. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 21(4), 498–515. (https://doi.org/10.14710/pwk.v21i4.72035)

Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi sejarah (Nursam, Ed.). Yogyakarta: Ombak.

Winarso, H., Hudalah, D., & Firman, T. (2015). Peri-urban transformation in the Jakarta metropolitan area. Habitat International, 49, 221–229.

Yusuf, M., Sahudi, & Muhandy, R. S. (2021). Komersialisasi lahan pertanian di Koya Barat dan Koya Timur, Kota Jayapura. Jurnal AGRISEP, 20(1), 157–178. (https://doi.org/10.31186/jagrisep.20.1.157-178)




DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v5i3.3370

Citation Format:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Office Address

Jl. Adi Flora Raya, Cluster Magnolia Xiana No 27, Komplek Bumi Adipura, Kec. Gede Bage, Kota Bandung.

Phone: (022) 873 553 70 | Mobile: +62 81 57000 699

Payment Information

Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Account Name: CV. Widina Media Utama
Account Number: 110701000573565

SINTA Index Google Scholar Garuda Index Crossref BASE Index Dimensions