Efektivitas Komunikasi Pemerintah Dalam Penanganan Banjir Di Kota Tasikmalaya
Abstract
ABSTRACT
Floods are a frequent disaster in the city of Tasikmalaya and have an impact on community activities, the economy, and the environment. Flood management requires not only infrastructure development but also effective government communication to support interagency coordination and community participation. This study aims to analyze the effectiveness of government communication in flood management in Tasikmalaya City, identify the forms of communication used, and identify the obstacles encountered in the flood management process. The study employs a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Research informants included the Regional Disaster Management Agency (BPBD), the Public Works and Spatial Planning Agency (PUTR), and the Environmental Agency (DLH) of Tasikmalaya City. The results indicate that government communication in flood management is relatively effective through interagency coordination carried out via meetings, official letters, joint field surveys, and digital communication channels such as the “Sinergi Team” WhatsApp group. Communication with the community is carried out through outreach, disaster mitigation education, and waste management programs that encourage the formation of active waste banks. However, there are still obstacles, including suboptimal long-term inter-agency coordination, low awareness among some members of the public regarding environmental cleanliness, and limited human resources within the DLH’s outreach team. Consequently, government communication plays a crucial role in supporting coordination, information exchange, decision-making, and public participation, thereby contributing to the effectiveness of flood management in Tasikmalaya City.
ABSTRAK
Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Kota Tasikmalaya dan berdampak pada aktivitas masyarakat, perekonomian, serta lingkungan. Pengelolaan banjir tidak hanya memerlukan pembangunan infrastruktur, tetapi juga komunikasi pemerintah yang efektif untuk mendukung koordinasi antarlembaga dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi pemerintah dalam pengelolaan banjir di Kota Tasikmalaya, mengidentifikasi bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses pengelolaan banjir. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemerintah dalam pengelolaan banjir tergolong cukup efektif melalui koordinasi antarlembaga yang dilakukan dengan pertemuan, surat resmi, survei lapangan bersama, serta media komunikasi digital berupa grup WhatsApp Tim Sinergi. Komunikasi dengan masyarakat dilakukan melalui penyuluhan, edukasi mitigasi bencana, dan program pengelolaan sampah yang mendorong terbentuknya bank sampah aktif. Namun, masih terdapat hambatan berupa koordinasi jangka panjang antarlembaga yang belum optimal, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta keterbatasan sumber daya manusia pada tim penyuluhan DLH. Dengan demikian, komunikasi pemerintah berperan penting dalam mendukung koordinasi, pertukaran informasi, pengambilan keputusan, dan partisipasi masyarakat sehingga berkontribusi terhadap efektivitas pengelolaan banjir di Kota Tasikmalaya.
Keywords
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.59818/jps.v5i2.3095
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Neng Gina Awaliah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
.png)


