Legal and Economic Feasibility of Circular Economy Practices in Small-Scale Food Enterprises: Case Study from Mushroom Snack Production in Indonesia

Rachmi Satwhikawara - President University
Ferawati Natalita - President University

Abstract


This study examines the legal and economic feasibility of small-scale mushroom crispy snack production as a circular economy strategy to reduce post-harvest losses in Indonesia. Using a case study approach, the research focuses on a mushroom-based micro, small, and medium enterprise (MSME) located in Cikarang, Bekasi Regency, which internally valorizes unsold or downgraded mushrooms into crispy snack products instead of discarding them as waste. The study applies an integrated analytical framework combining quantitative financial feasibility analysis using break-even point (BEP), return on investment (ROI), net present value (NPV), and payback period indicators with qualitative legal compliance assessment based on Indonesian food safety, licensing, and consumer protection regulations. The findings indicate that mushroom crispy production operates near its break-even point and does not yet function as an independent profit center. However, when evaluated within the enterprise’s integrated production system, the activity contributes positively by preventing economic losses from unsold fresh mushrooms, improving resource efficiency, and strengthening overall business resilience. From a legal perspective, the enterprise is feasible at its current scale, as it complies with core regulatory requirements, including possession of a valid home-industry food production license (PIRT) and adherence to basic food safety and labeling standards. Overall, the study demonstrates that mushroom snack production from surplus mushrooms is economically rational and legally compliant as a circular economy practice, even when short-term profitability remains limited. The findings highlight the importance of integrating financial analysis with legal compliance in assessing the sustainability of food-processing MSMEs.

ABSTRAK

Studi ini mengkaji kelayakan hukum dan ekonomi produksi camilan keripik jamur skala kecil sebagai strategi ekonomi sirkular untuk mengurangi kerugian pasca panen di Indonesia. Dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini berfokus pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis jamur yang berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, yang secara internal mengolah jamur yang tidak terjual atau berkualitas rendah menjadi produk camilan keripik daripada membuangnya sebagai limbah. Studi ini menerapkan kerangka analitis terintegrasi yang menggabungkan analisis kelayakan finansial kuantitatif menggunakan titik impas (BEP), tingkat pengembalian investasi (ROI), nilai sekarang bersih (NPV), dan periode pengembalian modal dengan penilaian kepatuhan hukum kualitatif berdasarkan peraturan keamanan pangan, perizinan, dan perlindungan konsumen di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi keripik jamur beroperasi dekat dengan titik impasnya dan belum berfungsi sebagai pusat keuntungan mandiri. Namun, ketika dievaluasi dalam sistem produksi terintegrasi perusahaan, aktivitas ini berkontribusi positif dengan mencegah kerugian ekonomi dari jamur segar yang tidak terjual, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan memperkuat ketahanan bisnis secara keseluruhan. Dari perspektif hukum, perusahaan layak beroperasi pada skala saat ini, karena mematuhi persyaratan regulasi inti, termasuk kepemilikan lisensi produksi makanan industri rumahan (PIRT) yang valid dan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan dan penandaan dasar. Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bahwa produksi camilan jamur dari jamur sisa merupakan praktik ekonomi sirkular yang secara ekonomi rasional dan sesuai dengan peraturan hukum, meskipun keuntungan jangka pendek masih terbatas. Temuan ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan analisis keuangan dengan kepatuhan hukum dalam menilai keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pengolahan makanan.


Keywords


circular economy, food loss reduction, mushroom snacks, SME feasibility, food law compliance / ekonomi sirkular, pengurangan kerugian pangan, camilan jamur, kelayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kepatuhan terhadap peraturan pangan

Full Text:

PDF

References


Arifin, B. (2018). Ekonomi politik pangan Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Aziz, A., & Wicaksono, R. A. (2020). Consumer protection and food labeling compliance in Indonesia’s processed food industry. Journal of Consumer Policy, 43(2), 245–262.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 22 Tahun 2018 tentang pedoman pendaftaran pangan olahan. Jakarta: BPOM RI.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 22 Tahun 2021 tentang cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB). Jakarta: BPOM RI.

Beelman, R. B., & Royse, D. J. (2006). Cultivation of oyster mushrooms. In S. T. Chang & P. G. Miles (Eds.), Mushrooms: Cultivation, nutritional value, medicinal effect, and environmental impact (2nd ed., pp. 199–220). Boca Raton, FL: CRC Press.

De Schutter, O. (2010). Report submitted by the Special Rapporteur on the right to food. United Nations General Assembly, A/65/281.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2014). Edible mushrooms: A global overview of production and nutritional value. Rome: FAO.

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2019). The state of food and agriculture 2019: Moving forward on food loss and waste reduction. Rome: FAO.

FAO/WHO. (2019). Codex Alimentarius Commission procedural manual (27th ed.). Rome: FAO.

Gustavsson, J., Cederberg, C., Sonesson, U., Van Otterdijk, R., & Meybeck, A. (2011). Global food losses and food waste: Extent, causes and prevention. Rome: FAO.

Hadjon, P. M. (2011). Pengantar hukum administrasi Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

High Level Panel of Experts on Food Security and Nutrition. (2014). Food losses and waste in the context of sustainable food systems. Rome: HLPE.

Kirchherr, J., Reike, D., & Hekkert, M. (2017). Conceptualizing the circular economy: An analysis of 114 definitions. Resources, Conservation and Recycling, 127, 221–232.

Marzuki, P. M. (2014). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Maxwell, S., & Slater, R. (2003). Food policy old and new. Development Policy Review, 21(5–6), 531–553.

Nunes, M. C. N. (2012). Postharvest handling and quality of fresh mushrooms. In E. M. Yahia (Ed.), Postharvest biology and technology of tropical and subtropical fruits (pp. 47–69). Cambridge: Woodhead Publishing.

Nuraini, R., & Daryanto, A. (2022). Regulatory compliance and competitiveness of food processing SMEs in Indonesia. Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 8(1), 15–27.

Republic of Indonesia. (2012). Law of the Republic of Indonesia Number 18 of 2012 on food. Jakarta.

Republic of Indonesia. (2019). Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 86 of 2019 on food safety. Jakarta.

Royse, D. J., Baars, J., & Tan, Q. (2017). Current overview of mushroom production in the world. In D. J. Royse, J. Baars, & Q. Tan (Eds.), Edible and medicinal mushrooms: Technology and applications (pp. 5–13). Hoboken, NJ: Wiley-Blackwell.

Sidabalok, J. (2010). Hukum perlindungan konsumen di Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.

Suryani, T. (2018). Hukum pangan dan perlindungan konsumen. Jakarta: Kencana.

Sutedi, A. (2013). Hukum perizinan dalam sektor pelayanan publik. Jakarta: Sinar Grafika.

Tempo. (2023). BPOM tarik peredaran makanan kedaluwarsa dari pasar. Tempo.co.

Tempo English. (2024). Indonesia sanctions halal-labeled snack producers for violations. Tempo.co (English Edition).

The Jakarta Post. (2022). BPOM finds unregistered processed foods in nationwide inspection. The Jakarta Post.

Valverde, M. E., Hernández-Pérez, T., & Paredes-López, O. (2015). Edible mushrooms: Improving human health and promoting quality life. International Journal of Microbiology, 2015, 1–14.




DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v4i3.2585