GAGASAN DAN PEMIKIRAN KH. ABDURRAHMAN WAHID DALAM BIDANG PEMERINTAHAN DAN PENDIDIKAN

Agus Nurkholiq - STAI Bhakti Persada Bandung
Fathonah Nasrullah - STAI Bhakti Persada Bandung
Neneng Wahyuni - STAI Bhakti Persada Bandung
Abdul Hidayatuloh - STAI Bhakti Persada Bandung
Sobariah Sobariah - STAI Bhakti Persada Bandung
Muhammad Hasan - STAI Bhakti Persada Bandung

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gagasan dan pemikiran KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam bidang pemerintahan dan pendidikan melalui pendekatan library research. Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang membawa pembaruan pemikiran di era Reformasi dengan menekankan prinsip demokrasi, pluralisme, dan penegakan hak asasi manusia. Dalam bidang pemerintahan, ia menegaskan pentingnya demokrasi partisipatif yang menghormati keberagaman serta menolak segala bentuk diskriminasi. Langkah-langkah konkret yang dilakukan, seperti pembubaran Departemen Penerangan dan penerapan otonomi daerah melalui dialog, menjadi bukti komitmen beliau terhadap keterbukaan politik dan keadilan sosial. Sementara dalam bidang pendidikan, Gus Dur menawarkan paradigma modern yang mengintegrasikan tradisi pesantren dengan ilmu pengetahuan kontemporer. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang bersifat pembebasan, multikultural, dan inklusif, yang tidak hanya fokus pada tafaqquh fi al-din, tetapi juga menguasai ilmu umum, teknologi, dan keterampilan praktis. Dengan konsep tersebut, pendidikan Islam diarahkan untuk melahirkan generasi yang toleran, kritis, mandiri, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan Gus Dur tetap relevan hingga kini, baik dalam membangun sistem pemerintahan demokratis maupun pendidikan yang berkeadilan dan berdaya saing di tengah masyarakat plural.


ABSTRAK
This study aims to explore the ideas and thoughts of KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) in the fields of governance and education through a library research approach. Gus Dur is recognized as a reformist figure who emphasized the principles of democracy, pluralism, and human rights during Indonesia’s Reform Era. In the field of governance, he advocated for participatory democracy that upholds diversity and rejects all forms of discrimination. His concrete actions, such as dissolving the Ministry of Information and promoting regional autonomy through dialogue, demonstrate his commitment to political openness and social justice. In the field of education, Gus Dur proposed a modern paradigm that integrates traditional Islamic values with contemporary knowledge. He promoted a liberating, multicultural, and inclusive education model that not only focuses on tafaqquh fi al-din (religious understanding) but also equips students with general sciences, technology, and practical skills. This integrative approach reflects his vision to prepare a generation that is tolerant, critical, independent, and adaptive to global challenges. The findings of this study highlight that Gus Dur’s ideas remain highly relevant for strengthening democratic governance and advancing an inclusive and competitive educational system in today’s plural society.


Keywords


Abdurrahman Wahid, demokrasi, pemerintahan, pendidikan Islam, pluralisme. Keywords: Abdurrahman Wahid, democracy, governance, Islamic education, pluralism.

Full Text:

PDF

References


Arifuddin, M., & Nasrullah, A. (2023). Konsep pemikiran pendidikan Islam KH Abdurrahman Wahid dalam menghadapi perkembangan era modern. Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan, 9(2).

Barton, G. (2002). Abdurrahman Wahid: Muslim democrat, Indonesian president. University of Hawai‘i Press.

Bruinessen, M. van. (2013). Contemporary developments in Indonesian Islam: Explaining the “conservative turn”. ISEAS Publishing.

Effendy, B. (2020). Islam dan negara: Transformasi pemikiran dan praktik politik Islam di Indonesia. Paramadina.

Hefner, R. W. (2000). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Princeton University Press.

Kurniawati, O. B., & Junaidi, M. (2023). Konsep pendidikan Islam perspektif KH Abdurrahman Wahid. Jurnal Dar El Ilmi, 10(1).

Untung, M. S. (2016). Gagasan Abdurrahman Wahid tentang pengembangan pendidikan pesantren (1970–1980). Jurnal Ihya’ Ulum Al-Din, 18(1).

Noer, D. (2021). Pemikiran KH Abdurrahman Wahid tentang demokrasi dan pluralisme dalam konteks Indonesia kontemporer. Jurnal Politik dan Pemerintahan, 12(2), 115–129.

Olfah, H. (2020). KH Abdurrahman Wahid dan pemikirannya tentang hakikat dan tujuan pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan, 3(2).

Wahid, A. (1999). Islamku, Islam Anda, Islam kita. The Wahid Institute.

Wahid, A. (2001). Prisma pemikiran Gus Dur. LKiS.

Wahyuni, N. S., Alijaya, A., & Komarudin, E. (2025). Integrasi nilai lokal dalam pendidikan Islam: Tinjauan perspektif Al-Qur’an dan hadis. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi, 5(3).

Wahyuni, N. S., Hidayatuloh, A. A., Hasan, M., Komarudin, O., & Nurkholiq, A. (2025). Menelusuri perspektif kontemporer dalam metodologi studi Islam antara tradisi dan transformasi. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi, 5(1).

Wahyuni, N. S., Hidayatuloh, A. A., Hasan, M., Nugraha, L., & Rahman, H. (2025). Integrasi pendidikan keagamaan untuk pembentukan karakter di sekolah dasar multikultural. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi, 5(3).

Wahyuni, N. S., Komarudin, D., & Rifki, M. (2025). Pendekatan filsafat ilmu terhadap metode ilmiah (studi epistemologi, etika, dan inovasi). Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi, 5(2).

Wahyuni, N. S., Nasrullah, F., Fauziyah, N., Sobariah, S., Hidayatuloh, A. A., Saepulah, S., & Bahri, A. S. (2025). Implementasi pendidikan agama Islam berbasis kearifan lokal dalam menghadapi dinamika sosial di Kecamatan Ibun. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi, 5(2).

Wahyuni, N. S., Wahyudin, W., Firmansyah, T. R., Sobariah, S., Hasan, M., Amala, D., ... Nasrullah, F. (2025). Inovasi kurikulum dan literasi pendidikan agama Islam. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi.




DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v%25vi%25i.1997