Persepsi Seonhohada di Indonesia Terkait Karakter Psikopat Kim Seon-Ho pada Film The Childe
Abstract
Film is a medium that has the power to transfer messages and values to a wide audience. The audience of the film is diverse and thanks to the diversity of its audience, film becomes a unique mass communication medium because it can create different perceptions among its viewers. The author chose the film The Childe as the object of research because the depiction of the psychopath character in the film The Childe is different from other films or series about psychopaths. This film depicts a psychopath as a figure who has empathy, looks neat with a suit and formal hairstyle. In addition, Kim Seon-Ho, one of the South Korean actors who is known for often playing the protagonist in films so that he is nicknamed "good boy" by his fans (Seonhohada), actually chooses to be a character who has a psychopathic character in the film The Childe. This is interesting, considering that Seonhohada's perception of psychopaths is assumed to have shifted from the original psychopath being seen as a cruel figure to a charming figure who has empathy. This study aims to determine the perception of Seonhohada in Indonesia regarding the psychopathic character of Kim Seon-Ho in the film The Childe. In this study, the author used a qualitative research method. The author uses data collection techniques including observation, interviews via the Zoom application and documentation. The results of the study showed that several informants expressed their perceptions that the psychopathic character in the film The Childe played by Kim Seon-Ho is a psychopathic figure who has a good, positive side and also looks neat. The informants who have been interviewed each have their own rules of life. One of them is an informant who has a rule of life that his safety and security play a very important role so that he thinks that psychopaths do not have empathy, unlike in the film The Childe.
ABSTRAK
Film adalah medium yang memiliki kekuatan transfer pesan dan nilai kepada khalayak yang luas. Audiens film beragam dan berkat keberagaman audiensnya ini membuat film menjadi media komunikasi massa yang unik karena dapat menimbulkan persepsi yang berbeda diantara penontonnya. Penulis memilih film The Childe sebagai objek penelitian karena penggambaran tokoh psikopat dalam film The Childe berbeda dengan film atau series tentang psikopat yang lain. Film ini menggambarkan psikopat sebagai sosok yang memiliki rasa empati, berpenampilan rapi dengan jas dan gaya rambut yang formal. Selain itu, Kim Seon-Ho, salah satu aktor Korea Selatan yang dikenal sering memerankan tokoh protagonis dalam film sehingga diberi julukan “anak baik” oleh penggemarnya (Seonhohada), justru memilih menjadi tokoh yang memiliki karakter psikopat dalam film The Childe. Hal ini menarik, mengingat persepsi Seonhohada terkait psikopat diasumsikan bergeser dari yang semula psikopat dilihat sebagai sosok yang kejam menjadi sosok yang charming dan memiliki rasa empati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi Seonhohada di Indonesia terkait karakter psikopat Kim Seon-Ho pada film The Childe. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara melalui aplikasi Zoom dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, beberapa informan mengungkapkan persepsinya bahwa karakter psikopat pada film The Childe yang diperankan oleh Kim Seon-Ho sebagai sosok psikopat yang memiliki sisi baik, positif dan juga berpenampilan rapi. Informan yang telah diwawancarai, masing- masing memiliki aturan hidup tersendiri. Salah satunya terdapat informan yang memiliki aturan hidup bahwa keselamatan dan keamanan dirinya berperan sangat penting sehingga ia beranggapan bahwa psikopat tidak mempunyai rasa empati, tidak seperti pada film The Childe.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aksan, H. (2008). Jejak pembunuh berantai: Kasus-kasus pembunuhan berantai di Indonesia dan dunia. PT Grafindo Media Pratama.
Anaser, R. H. (2022). Persepsi remaja terhadap film Duka.
Anaser, R. H. (2022). Persepsi remaja terhadap film Duka sedalam cinta di Perumahan Bumi Bahtera Indah Kelurahan Campang Raya Kecamatan Sukabumi Bandar Lampung.
Andrianto, F. P. (2010). Representasi bond girls dalam film-film James Bond (Analisis semiotika bond girls dalam film-film James Bond).
Angela, M., & Winduwati, S. (2020). Representasi kemiskinan dalam film Korea Selatan (Analisis semiotika model Saussure pada film Parasite). Koneksi, 3(2), 478. https://doi.org/10.24912/kn.v3i2.6480
Ardia, V. (2014). Drama Korea dan budaya popular. LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(3), 12–18.
Devanty, A., Wibowo, T. O., Ramadita, A., Butar-Butar, C. S., & Marcha, K. R. (2023). Blackpink fans’ perception of consuming content on YouTube. 2(1), 82–86.
Djamaly, M. F., Djumarno, D., Astini, R., & Asih, D. (2023). Literature review: Peran media sosial dalam pemasaran film Indonesia: Analisis kepuasan dan niat beli penonton. Scientific Journal of Reflection: Economic, Accounting, Management and Business, 6(3), 647–659. https://doi.org/10.37481/sjr.v6i3.706
Fitriyan, C. (2022). Persepsi penonton muda tentang karakter Islam dalam program “Kiswah Interaktif” TV 9.
Glenkevin, M. J., Pradipta, A. D., & Alit Suryawati, I. G. A. (2020). Analisis isi kekerasan fisik dan psikologis dalam film Parasite karya Bong Joon-Ho. E-Jurnal Medium, 1, 1–11.
Gürbilek, N. (2018). Pengalaman lansia dalam mengalami diabetes. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Hakim, L., Saputra, O., & Lisiswanti, R. (2017). Persepsi mahasiswa tentang peer-assisted learning dalam pembelajaran keterampilan laboratorium klinik (Clinical Skills Lab/CSL) di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. 6.
Hanggara, W. E. B., & Yulianita, P. N. (2015). Studi semiotika karakter psikopat yang diperankan oleh Benedict Cumberbatch dalam film Sherlock – The Sign of Three. Dalam Prosiding Penelitian SPeSIA (pp. 90–97).
Hikmah, E. F. (2013). Persepsi tokoh masyarakat tentang remaja hamil di luar nikah: Studi kasus di Desa Genukwatu Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Ina, M. (2012). Persepsi siswa terhadap implementasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
Ismaya, E. A., Setiawan, D., & Susanti, R. (2022). Persepsi anak usia 10 tahun terhadap film animasi Upin dan Ipin episode “Ikhlas dari Hati” di Desa Pulorejo. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(1), 373–382. https://doi.org/10.5281/zenodo.5849442
Iswara, K. A. (2018). Penyutradaraan dalam pembuatan film fiksi bergenre psycho thriller berjudul “Delusi”.
Jannah, A. N., Ismaya, E. A., & Setiawan, D. (2022). Persepsi anak usia 12 tahun terhadap film animasi. JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala, 7(1), 171–177.
Javier, F. (2023). Beda nasib drakor dan K-pop di pasar hiburan digital Indonesia. Tempo.co.
Jayanti, F., & Arista, N. T. (2019). Persepsi mahasiswa terhadap pelayanan perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura. Competence: Journal of Management Studies, 12(2), 205–223. https://doi.org/10.21107/kompetensi.v12i2.4958
Lalitamanik, R., EP, A., & Shinta Dewi, R. (2014). Pengaruh activity, interest, opinion (AIO) dan persepsi harga terhadap keputusan menonton film di bioskop E-Plaza Semarang. Diponegoro Journal of Social and Political Science, 1–10.
Margareta, D. E. (2022). Representasi karakter psikopat dalam serial drama Mouse (Analisis semiotika John Fiske).
Mulyana, D. (2015). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar.
Murdiyanto, E. (2020). Metode penelitian kualitatif (Sistematika penelitian kualitatif). Yogyakarta Press.
Oktavianti, D. (2012). Persepsi khalayak terhadap isi pesan dalam tayangan film animasi Upin dan Ipin di MNC TV. Wacana, 11(2), 100–110.
Ramadania, R., Restiatun, R., Pebrianti, W., Purmono, B. B., & Fitriana, A. (2022). Generasi millennial dan keputusan menonton film nasional. Jurnal Manajemen Motivasi, 18(1), 45. https://doi.org/10.29406/jmm.v18i1.4439
Sarwono, W. (2017). Teori-teori psikologi sosial.
Sutanto, O. (2017). Representasi feminisme dalam film Spy. E-Komunikasi, 5, 2–10.
Wahjudinata, & Indrayani, I. (2021). Komunikasi massa. IKAPI.
Windarti, I. (2017). Peranan guru PAI dalam meningkatkan kompetensi pembelajaran PAI di SDN 2 Palembang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Tahun Ajaran 2015/2016.
Yogaprayuda, Y., & Tandian, E. (2020). Memahami persepsi penonton melalui pendekatan psikologi Gestalt pada film Joker (2019) karya Todd Phillips. IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media, 25–37.
Yosua, R., Tumampas, V., Sigarlagi, S. J., & Manus, J. A. (2021). Analisis psikopat terhadap Michael Myers dalam film Halloween produksi David Green.
Yuni. (2017). Analisis peran religiusitas dalam peningkatan akuntabilitas dan transparansi lembaga amil zakat (Studi kasus pada Rumah Zakat Jakarta Timur). STIE Indonesia Jakarta.
Zubaedi. (2018). Desain pendidikan karakter (Cet. 2). Kencana Prenada Media Group.
DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v4i2.1724
.png)

