Peningkatan Resiliensi Petani Milenial Sleman Melalui Pendampingan Literasi Keuangan

RR. Indah Mustikawati - Universitas Negeri Yogyakartai Sleman
Denies Priantinah - Universitas Negeri Yogyakartai Sleman
Ratna Sari - Universitas Negeri Yogyakartai Sleman
Vera Astuti - Universitas Negeri Yogyakartai Sleman
Fitria sayekti - Universitas Negeri Yogyakartai Sleman

Abstract


Financial literacy is an important skill that supports the welfare of the community, especially millennial farmers in Sleman, Yogyakarta. The low level of financial literacy among farmers hinders their access to financial services and effective farm business management. Therefore, a financial literacy education program is needed to improve their resilience. This research aims to improve the financial knowledge and record-keeping skills of millennial farmers in Sleman through financial literacy mentoring, and to encourage them to have better access to finance. The program was implemented through a participatory approach involving 24 farmers from various agricultural backgrounds. The methods used include lectures and hands-on practice in making simple financial reports using Microsoft Excel. This activity began with problem identification through Focus Group Discussion (FGD) and continued with training. The results of the activity implementation showed an increase in participants' understanding of the importance of financial literacy. The farmers were able to prepare simple financial statements and understand the process of cost identification and cost of goods sold calculation. The majority of participants expressed satisfaction with the training provided. Implications This financial literacy program has a positive impact in improving the financial knowledge and skills of millennial farmers in Sleman. With improved financial literacy, it is expected that farmers can better manage their businesses, improve their welfare, and contribute to the growth of the agricultural sector in Indonesia.

ABSTRAK

Literasi keuangan merupakan keterampilan penting yang mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama petani milenial di Sleman, Yogyakarta. Tingkat literasi keuangan yang rendah di kalangan petani menghambat akses mereka terhadap layanan keuangan dan pengelolaan usaha tani yang efektif. Oleh karena itu, diperlukan program pendidikan literasi keuangan untuk meningkatkan resiliensi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencatatan keuangan petani milenial di Sleman melalui pendampingan literasi keuangan, serta untuk mendorong mereka memiliki akses keuangan yang lebih baik. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan 24 petani dari berbagai latar belakang pertanian. Metode yang digunakan mencakup ceramah dan praktik langsung dalam pembuatan laporan keuangan sederhana menggunakan Microsoft Excel. Kegiatan ini dimulai dengan identifikasi masalah melalui Focus Group Discussion (FGD) dan dilanjutkan dengan pelatihan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya literasi keuangan. Para petani berhasil menyusun laporan keuangan sederhana dan memahami proses identifikasi biaya serta perhitungan harga pokok penjualan. Mayoritas peserta menyatakan kepuasan terhadap pelatihan yang diberikan. Implikasi Program literasi keuangan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan finansial petani milenial di Sleman. Dengan peningkatan literasi keuangan, diharapkan petani dapat mengelola usaha mereka dengan lebih baik, meningkatkan kesejahteraan mereka, serta berkontribusi pada pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia.


Keywords


Finance Literacy Millennial Farmers Financial Accounting / Literasi Keuangan Petani Milenial Akuntansi Keuangan

Full Text:

PDF

References


OJK. (2022). Survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2022 [Internet]. OJK. Tersedia pada: https://www.ojk.go.id (diakses pada 18 Januari 2024).

Budastra, I., Sjah, T., Tanaya, I. G. L. P., Halil, H., & Budastra, M. A. (2022). Pelatihan literasi keuangan petani lahan kering di Desa Karangbayan, Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Abdi Insani, 9(3), 1169–1177.

BPS. (2024). Perkembangan nilai tukar petani dan harga produsen gabah Desember 2023. BPS.

Razak, A. H. (2023, April 13). Begini cara Sleman kembangkan petani milenial. Harian Jogja [Internet]. Tersedia pada: https://jogjapolitan.harianjogja.com (diakses pada 18 Januari 2024).

OJK. (2024). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021-2025 [Internet]. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tersedia pada: https://www.ojk.go.id

Klapper, L. F., Lusardi, A., & Van Oudheusden, P. (2015). Financial literacy around the world.

Huston, S. J. (2010). Measuring financial literacy. Journal of Consumer Affairs, 44(2), 296–316.

Yuwono, M., Suharjo, B., Sanim, B., & Nurmalina, R. (2018). Analisis deskriptif atas literasi keuangan pada kelompok tani. EKUITAS: Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 1(3), 408–428.

Ravikumar, S., Sivakumar, J., Palanichamy, V., & Sureshkumar. (2013). Assessment of farm financial literacy among jasmine growers in Tamilnadu, India. Development Country Studies, 3(13), 67–75.

Hartono, H. R. P., Kurniawan, Y. D., & Abdullah, L. O. D. (2023, June 29). Financial literacy: A case study in Madiun. International Journal of Business and Accounting, 3(3), 665–672. https://doi.org/10.55927/ijba.v3i3.4635

Widadi, S., Kartika, W., Parwoto, P., & Syafiin, H. N. (2022, July 25). Pemberdayaan UMKM Tas Batik dan UMKM Pot Sabut Kelapa dalam menentukan biaya produksi. UMSurabaya Publishing, 6(3), 350–350. https://doi.org/10.30651/aks.v6i3.10850

Juita, V., & Oktavia, F. (2023, June 15). Pembenahan pencatatan dan pelaporan keuangan Sanggar Rangkiang Salayo dengan menggunakan program akuntansi berbasis Excel. Jurnal Wirausaha, 30(2), 288–296. https://doi.org/10.25077/jwa.30.2.288-296.2023




DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v4i6.952