Assistance in Preparing the Curriculum and Learning Tahfidz Al-Qur'an at the Ilyasiyah As'adiyah Islamic Boarding School in Santan Tengah Kutai Kartenegara
Abstract
Islamic boarding schools are traditional educational institutions with the oldest Islamic characteristics in the archipelago. Its presence is expected to be able to improve and improve Islamic traditions. Pondok Tahfidz Ilyasiyah As'adiyah, Santan Tengah Village has the potential to become a superior Islamic tahfidz boarding school. To improve the achievements of students to a higher level such as MTQ at the district/city, provincial, and even national levels, even harder efforts are needed from the administrators and coaches to organize more systematic and well-programmed tahfidz education and teaching through a curriculum that is in accordance with the conditions of the students.
ABSTRAK
Pondok pesantren adalah lembaga Pendidikan tradisional dengan ciri khas Islam tertua di Nusantara. Kehadirannya diharapkan mampu memperbaiki dan meningkatkan tradisi keislaman. Pondok Tahfidz Ilyasiyah As’adiyah Desa Santan Tengah memiliki potensi untuk menjadi pondok pesantren tahfidz unggulan. Untuk meningkatkan prestasi para santri ke level yang lebih tinggi lagi seperti MTQ tingkat kabupaten/kota, provinsi, bahkan nasional maka diperlukan upaya yang lebih keras lagi dari para pengurus dan pembina untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran tahfidz yang lebih sistematis dan terprogram dengan baik melalui kurikulum yang sesuai dengan kondisi para santri.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Afandi, A. (2020). Participatory action research (PAR) metodologi alternatif riset dan pengabdian kepada masyarakat transformatif. Dalam Workshop Pengabdian Berbasis Riset di LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (hlm.1689–1699).https://lp2m.uinmalang.ac.id
Afgani, J. (2011). Analisis kurikulum matematika. Universitas Terbuka.https://scholar.google.com
Ariansyah. (2019). Tahfiz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur’an Wal Hadits Al-Munawwaroh Bangko. Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Arifin, I. (1996). Penelitian kualitatif dalam ilmu-ilmu sosial dan keagamaan. Kalimasahada Press.
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktek (Edisi Revisi 4). Rineka Cipta. https://cir.nii.ac.jp
Basyaruddin, M. A., & Khoiruddin, M. A. (2020). Peran pembina asrama dalam pembelajaran di pondok pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 1–10.
Fahham, A. M. (2020). Pendidikan pesantren: Pola pengasuhan, pembentukan karakter, dan perlindungan anak. Disunting oleh S. Susanto. Publica Institute Jakarta. https://repository.ptiq.ac.id
Fahmi, M. (2015). Mengenal tipologi dan kehidupan pesantren. Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam, 6(1), 320–334. https://doi.org
Ferdinan, M. (2016). Pondok pesantren dan ciri khas perkembangannya. Jurnal Tarbawi, 1(1), 12–20.
Fua, J. L. (2013). Eco-pesantren: Model pendidikan berbasis pelestarian lingkungan. Al-TA’DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 6(1), 113–125. https://doi.org
Iryana, W. (2015). Tantangan pesantren salaf di era modern. Al-Murabbi: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, 2(1). https://ejournal.kopertais4.or.id
Krisdiyanto, G., Muflikha, M., Sahara, E. E., & Mahfud, C. (2019). Sistem pendidikan pesantren dan tantangan modernitas. Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1), 11–21. https://doi.org
Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif edisi revisi. Remaja Rosdakarya. http://library.stik-ptik.ac.id
Nurkancana, W., & Sumartana. (1986). Evaluasi pendidikan. Usaha Nasional.
Pudjiastuti, S. R., Iriansyah, H. S., & Yuliwati, Y. (2021). Program eco-pesantren sebagai model pendidikan lingkungan hidup. Jurnal Abdimas Prakasa Dakara, 1(1), 29–37. https://doi.org
Rasikh, A. R. (2018). Pembelajaran kitab kuning pada pondok pesantren khusus Al-Halimy Desa Sesela Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Penelitian Keislaman, 14(1), 72–86. https://doi.org
Reason, P., & Bradbury, H. (2001). Handbook of action research: Participative inquiry and practice. SAGE.
Reason, P., & Bradbury, H. (Eds.). (2013). The SAGE handbook of action research: Participative inquiry and practice. SAGE.
Sofyan, H. (2022). Staff Pontren Kemenag Kutai Barat, interview saat visitasi di Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Ilyasiyah As’adiyah Santan Tengah, 12 Januari 2022.
Sholeh, M. I., Fathurro’uf, M., Sokip, S., Syafi’i, A., ’Azah, N., & Andayani, D. (2023). Partisipasi stakeholder dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam di pesantren. Edu Journal Innovation in Learning and Education, 1(2), 121–141. https://doi.org
Siti, H. K. (2023). Peran orang tua dalam memotivasi minat anak untuk masuk ke pondok pesantren di Desa Mekar Sari Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur (Diploma). UIN Raden Intan Lampung. http://repository.radenintan.ac.id
Sugiyono, Dr. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Syafaruddin, S., & Amiruddin, A. (2017). Manajemen kurikulum. Perdana Mulya Sarana. http://repository.uinsu.ac.id
Syafe’i, I. (2017). Pondok pesantren: Lembaga pendidikan pembentukan karakter. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 61–82. https://doi.org
Zamakhsyari Dhofier, Z. (1983). Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup Kyai. LP3ES. https://lib.ui.ac.id
Zulhimma. (2015). Dinamika perkembangan pondok pesantren di Indonesia. Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman, 1(2). https://doi.org
DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v%25vi%25i.774



