PENINGKATAN KAPASITAS BENCANA BANJIR DESA TANGUH BENCANA DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN DEMPET KABUPATEN DEMAK

Sriyono Sriyono - Universitas Negeri Semarang
Andi Benardi - Universitas Negeri Semarang
Saptono Putro - Universitas Negeri Semarang
M. Nurropik - Universitas Negeri Semarang
Joshua Gerar Yametis - Universitas Negeri Semarang
Jaka Rahmajati - Universitas Negeri Semarang

Abstract


The Disaster Resilient Village Program in Sidomulyo Village successfully enhanced the community's capacity to face flood disasters. Through situation mapping, stunting education, evacuation route assistance, and an early warning system, this program demonstrated increased community awareness and preparedness. As a result, awareness of flood risks increased from 45% to 75%, stunting prevalence decreased from 35% to 25%, and evacuation effectiveness significantly improved. Additionally, the implementation of the early warning system successfully reduced the community's response time to flood hazards. This study supports previous findings emphasizing the importance of empowerment and active community participation in disaster mitigation. However, further research is needed to provide a long-term overview of the program's effectiveness and examine the correlation between various types of disasters and their impacts on socio-economic resilience. Longitudinal studies and participatory approaches involving the community at every research stage are recommended to ensure the sustainability and relevance of disaster mitigation programs. Thus, this program is expected to serve as a model for other villages in Demak Regency and surrounding areas.

ABSTRAK

Program Desa Tangguh Bencana di Desa Sidomulyo berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Melalui pemetaan keadaan, edukasi stunting, pendampingan jalur evakuasi, dan sistem peringatan dini, program ini menunjukkan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat. Hasilnya, tingkat kesadaran tentang risiko banjir meningkat dari 45% menjadi 75%, prevalensi stunting menurun dari 35% menjadi 25%, dan efektivitas evakuasi meningkat signifikan. Selain itu, implementasi sistem peringatan dini berhasil mengurangi waktu respon masyarakat terhadap bahaya banjir. Studi ini mendukung temuan sebelumnya yang menekankan pentingnya pemberdayaan dan partisipasi aktif masyarakat dalam mitigasi bencana. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memberikan gambaran jangka panjang tentang efektivitas program ini dan mengkaji keterkaitan antara berbagai jenis bencana dan dampaknya terhadap ketahanan sosial-ekonomi. Penelitian longitudinal dan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam setiap tahap penelitian dianjurkan untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi program mitigasi bencana. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa lain di Kabupaten Demak dan wilayah sekitarnya.

Keywords


Disaster Flood Mitigation Capacity Increase Disaster-Resilient Village / Bencana Banjir Mitigasi Peningkatan Kapasitas Desa Tangguh Bencana

Full Text:

PDF

References


Aprilin, H. (2018). Kesiapsiagaan sekolah terhadap potensi bencana banjir di SDN gebangmalang kecamatan mojoanyar kabupaten mojokerto. Jurnal Biosains Pascasarjana, 20(2), 133-145.

BNPB. (2007). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. BNPB. Jakarta.

Gaillard, J-C. (2007). Resilience of traditional societies in facing natural hazards. Disaster Prevention and Management, 16(4), 522-544.

Handoko, Dede. (2017). Kajian pemetaan kerentanan Kabupaten Kudus terhadap multi bencana berbasis pengindraan jauh dan sistem informasi geografis. Jurnal Geodesi, 6(3), 2.

Hidayati, Deny. (2008). Kesiapsiagaan masyarakat: Paradigma baru pengelolaan bencana alam di Indonesia. Jurnal Kependudukan, 3(1), 70.

Koem, S., Akase, N., & Muis, I. (2019). Peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengurangi risiko bencana di Desa Bandung Rejo Kabupaten Gorontalo. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 176-184.

Manyena, S. B. (2006). The concept of resilience revisited. Disasters, 30(4), 433-450.

Rahman, F., Laily, N., Wulandari, A., Riana, R., Ridwan, A. M., & Yolanda, Z. W. (2022). Program peningkatan kapasitas masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir berbasis komunitas. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(4), 1724-1729.

Refnitasari, L., Cahyaka, H. W., Handayani, K. D., & Amudi, A. (2022). Analisis kerentanan fisik wilayah pesisir utara Kota Surabaya terhadap bencana banjir ROB. Jurnal Tata Kota Dan Daerah, 14(2), 55-62.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 66. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Jakarta.

Taryana, A., El Mahmudi, M. R., & Bekti, H. (2022). Analisis kesiapsiagaan bencana banjir di Jakarta. JANE-Jurnal Administrasi Negara, 13(2), 302-311.

Ulya, H., Lukitawati, L., Suryadi, Y., & Amrullah, M. F. (2023). Capacity building perempuan terkait literasi mitigasi bencana di Kabupaten Demak. Jurnal Dharma Indonesia, 1(2), 70-77.

Wibowo, Y. A., Ronggowulan, L., Arif, D. A., Afrizal, R., Anwar, Y., & Fathonah, A. (2019). Perencanaan mitigasi bencana banjir non-struktural di daerah aliran sungai Comal Hilir, Jawa Tengah. JPIG (Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Geografi), 4(2), 87-100.

Yashinta, V., Nugraha, A. L., & Firdaus, H. S. (2019). Analisis kesiapsiagaan bencana banjir di Kota Semarang dengan menggunakan data Open Street Map (OSM) dan InaSAFE. Jurnal Geodesi Undip, 8(4), 101-112.

Zulaeha, M., Ariany, L., Dwifama, A. H., Falmelia, R. A., & Ridhani, M. S. (2022). Mitigasi bencana perspektif kebijakan publik dalam penanggulangan bencana banjir di Kalimantan Selatan. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 7(3).




DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v4i4.759

Citation Format:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.