STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA PERDESAAN DESA KALIKIDANG PURWOKERTO

Rizki Nugraha - Universitas Nasional
Liliana Dewi - Universitas Nasional

Abstract


Higher education has three main tasks, namely carrying out education and teaching, carrying out research to develop knowledge and applying knowledge, all three of which are one unit called the Tridharma of Higher Education. Community service is the third dharma of the Tridharma of Higher Education. The existence of community service is actually very important both for university administrators as well as for the existence of the university in the community. Explaination of Development strategy for tourism potential Kalikidang Village using SWOT analysis, held in Balai Desa Kalikidang, Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengan, that be held by 50 people (community and tourism creative industry). The aim of this activity is to help tourism industry players in the Kalikidang Village area so they can play a maximum role in economic activities from tourism activities. This activity can support the success of the local government in facilitating the existence of tourism area in the Kalikidang Village area, Purwokerto, Banyumas, Central Java, where the community plays a role as tourism industry players who play a direct role in tourism activities. The activities carried out are expected to increase the per capita community income of tourism industry players in the Kalikidang Village area, which in turn can increase income to improve the standard of living of tourism industry players.

ABSTRAK

Perguruan Tinggi memiliki tiga tugas pokok yaitu melaksanakan pendidikan dan pengajaran, melaksanakan penelitian guna pengembangan ilmu pengetahuan dan menerapkan ilmu, yang ketiganya merupakan satu kesatuan yang disebut sebagai Tridharma Perguruan Tinggi. Pengabdian pada masyarakat merupakan dharma ketiga Tridharma Perguruan Tinggi. Keberadaan pengabdian masyarakat sebenarnya sangat penting baik bagi pengelola perguruan tinggi demikian juga terhadap keberadaan perguruan tinggi tersebut di tengah masyarakat. Pemaparan materi strategi pengembangan potensi wisata dengan menggunakan teknik analisis SWOT dilakukan di Balai Desa Kalikidang, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, dengan diikuti masyarakat serta pelaku usaha industri kreatif setempat sebanyak 50 orang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu para pelaku industri pariwisata di kawasan Desa Kalikidang supaya dapat berperan maksimal dalam kegiatan perekonomian dari adanya kegiatan pariwisata. Kegiatan ini dapat mendukung keberhasilan pemerintah setempat dalam memfasilitasi keberadaan kawasan pariwisata di kawasan Desa Kalikidang, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, dimana masyarakat berperan sebagai pelaku industri pariwisata yang berperan secara langsung dalam kegiatan pariwisata. Kegiatan yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat perkapita para pelaku industri pariwisata di kawasan Desa Kalikidang, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan untuk meningkatkan taraf hidup para pelaku industri pariwisata.

Keywords


Rural Tourism, Tourism industry, Kalikidang Village. Tourism Potential, Community empowerment / Wisata Perdesaan, Industri Pariwisata, Desa Kalikidang. Potensi Wisata, Pemberdayaan Masyarakat

Full Text:

PDF

References


Agustin, I. W., & Hariyani, S. (2023). Pengelolaan Infrastruktur Kota Dan Wilayah (1st ed.). Ub Press.

Andini, D. A., & Nugraha, R. N. (2023). Kawasan Pecinan Glodok Sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner. Jurnal Manajemen Perhotelan Dan Pariwisata, 6(2), 565–578. https://doi.org

Ardiwidjaja, R. (n.d.). Pariwisata Budaya. Uwais Inspirasi Indonesia.

Ihsannudin, S., Nurul Nugraha, R., & Husnul Chotimah, T. (2022). Penerapan Bauran Pemasaran Pada Teraskita Hotel Jakarta. Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan, 1(3), 314–322. https://doi.org

Ito, A. I. (2016). Efek Membangun Pendidikan Karakter Di Lingkungan Perguruan Tinggi: Strategi, Budaya, Dan Kinerja Ahmad. Jurnal Rontal Keilmuwan Ppkn, 2(1), 1–13.

Jerubun, E., & Nugraha, R. N. (2024). Peningkatan Kualitas Fasilitas Wisata Di Schmutzer Ragunan Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Kepuasan Pengunjung. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(5). https://doi.org

Muntu, A. W., Wiranatha, A. S., & Arida, N. S. (2018). Analisis Partisipasi Komunitas Lokal Dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata Kota Tua Jakarta. Jurnal Master Pariwisata, 4, 173–188. https://doi.org

Muslimin, M. I. (2022). Studi Pembangunan Infrastruktur Daerah Latuppa Dalam Pengembangan Pariwisata Air Terjun Siguntu. Islam Institut Agama Islam Negeri (Iain) Palopo.

Nugraha, R. N., Ananda, A. T., Januarty, D. F., & Irsyad, K. M. (2023). Potensi Pengembangan Pada Padepokan Ciliwung Condet. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(25). http://jurnal.peneliti.net

Nugraha, R. N., Dewi, L., Purnama, N., & Putri, A. A. (2021). Pengembangan Kampung Adat Priijing Sebagai Desa Wisata (Rebranding) Desa Tebara Kabupaten Sumba Barat Development Praijing Traditional Village As A Rebranding Village Of Tebara Village, West Sumba Regency. Turn Journal, 1(2), 59–71.

Nugraha, R. N., & Fikri Virgiawan. (2022). Pengembangan Daya Tarik Wisata Di Objek Wisata Telaga Arwana Cibubur. Jurnal Inovasi, 3(6). https://doi.org

Nugraha, R. N., Ramdani, A., Ananda, T. M., & Soraya, Z. (2024). Identification of 5A in Curug Leuwi Hejo. West Science Social and Humanities Studies, 02(04), 664–671.

Pariwisata, K. (2009). Uu Ri Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Dpr. https://www.dpr.go.idRizki Nurul Nugraha, C. (2023). Pengaruh Revitalisasi Monumen Nasional Sebagai Penunjang Peningkatan Minat Berkunjung. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 371–380.

Rizki Nurul Nugraha, A. T. (2023). Potensi Pengembangan Pada Padepokan Ciliwung Condet. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 791–804.

Rizki Nurul Nugraha, F. B. (2022). Kajian Kelengkapan Fasilitas, Sarana, Dan Prasarana Terhadap Kepuasan Wisatawan Di Destinasi Wisata Museum Di Tengah Kebun Jakarta. Jurnal Inovasi Penelitian, 6507–6518.

Rizki Nurul Nugraha, A. T. (2023). Analisis Konsep 3a Dalam Pengembangan Wisata Kota Tua. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 531–543.

Saputra, V. A., Nursalam, C., Nugraha, R. N., & Hutahaean, J. I. F. (2023). Implementasi Kebijakan Manajemen Kampung Wisata Etnik Pulo Geulis Kota Bogor Saat Pandemi Dan Pasca Pandemi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(25). https://doi.org

Suratmi, N. (2016). Multikultural: Karya Pelestarian Kearifan Lokal Kesenian Barongsai - Lion (1st ed.). Media Nusa Creative.

Yatmajaya, P. T. (2019). Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dalam Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan (Studi Pada Pokdarwis Minang Rua Bahari Di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan) [Universitas Lampung]. https://digilib.unila.ac.id




DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v4i3.715