UPAYA PENYULUHAN DAN PEMBERIAN PMT PADA BAYI & BALITA DALAM MENANGANI MASALAH STUNTING DI DESA ROJOPOLO KABUPATEN LUMAJANG
Abstract
Stunting is a serious public health problem in Indonesia. Stunting is caused by malnutrition in children aged 0-59 months. The latest survey by SSGI in 2022 states that Rojopolo Village is one of the villages with the highest cases of stunting in Lumajang. The stunting rate in 2022 in Rojopolo village reaches 23%. The purpose of the service is to increase knowledge, increase pregnant women's awareness of the health of the fetus and baby and prevent the stunting rate in Rojopolo village from getting higher. The method used is starting with a door to door survey and by conducting counseling to the community, especially mothers and providing assistance to pregnant women and mothers who already have children or toddlers. This activity involved approximately 20 participants. The result of this community service program is that the community gets various knowledge about stunting and nutrition in pregnant women as well as exchanging information and sharing experiences during pregnancy. It is hoped that the community and cadres/village health workers can work together in reducing the stunting rate in Rojopolo Village
ABSTRAK
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius di Indonesia. Stunting disebabkan oleh kurangnya gizi pada anak usia 0-59 bulan. Survei terbaru oleh SSGI tahun 2022 menyatakan bahwa Desa Rojopolo termasuk dalam desa dengan kasus tertinggi stunting se-Kabupaten Lumajang. Angka stunting tahun 2022 di desa Rojopolo mencapai persentase 23%. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan, meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap kesehatan janin dan bayi serta mencegah angka stunting di desa Rojopolo semakin tinggi. Metode yang dilakukan adalah dimulai dengan survey door to door dan dengan melakukan penyuluhan pada masyarakat khususnya ibu-ibu serta melakukan pendampingan kepada ibu hamil dan ibu yang telah memiliki anak atau balita. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 20 peserta. Hasil program pengabdian ini adalah masyarakat mendapatkan berbagai pengetahuan mengenai stunting dan nutrisi pada ibu hamil serta saling bertukar informasi dan sharing pengalaman saat hamil. Diharapkan masyarakat dan kader/petugas kesehatan desa dapat saling bekerja sama dalam menurunkan angka stunting yang ada di Desa Rojopolo.
Keywords
References
Ahmad, S. N. A., Dadang, D., & Latipah, S. (2022). Sosialisasi Stunting Di Masyarakat Kota Tangerang. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(2), 704. [DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.8507]
Dewi, R. F., Ningtyas, V. K., Zulfa, A. N., Farandina, F., & Nuraini, V. (2021). Sosialisasi Pencegahan Stunting Melalui Penyuluhan Dan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 5, 504–509.
Hamzah, S. R., & B, H. (2020). Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Edukasi pada Masyarakat di Desa Muntoi Kabupaten Bolaang Mongondow. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), 1(4), 229–235. [DOI: 10.36596/jpkmi.v1i4.95]
Iranda Anastasya, Dira Rezki, F. T. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Pencegahan Stunting Di Kelurahan Bagan Besar Kota Dumai. Jurnal Pengabdian Mandiri, 1(9), 1719–1723.
Iswati, R. S., Ayu, D., & Rosyida, C. (2020). Optimalisasi Peran Keluarga Dalam Pencegahan Stunting Melalui Pelatihan Senam Bayi. Jurnal Pengabdian Masyarakat MARTABE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 102–107. [Diakses dari https://core.ac.uk/download/pdf/322504424.pdf]
Kementerian Kesehatan Direktorat Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat. (2018). Mengenal Stunting dan Gizi Buruk: Penyebab, Gejala, Dan Mencegah. [Diakses dari https://promkes.kemkes.go.id/?p=8486]
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4%.
Laili, U., & Andriani, R. A. D. (2019a). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ipteks, 5(1), 8–12. [DOI: 10.36596/jpkmi.v4i1.552]
Laili, U., & Andriani, R. A. D. (2019b). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ipteks, 5(1), 8–12. [DOI: 10.36596/jpkmi.v4i1.552]
Louis, S. L., Mirania, A. N., & Yuniarti, E. (2022). The Relationship Between Exclusive Breastfeeding with Stunting on Toddles Children. Maternal and Neonatal Health Journal, 3(1), 7–11. [Diakses dari https://journal.neolectura.com/index.php/mnhj]
Muhammad, I., & Risnah, R. (2021). Penyuluhan Kesehatan Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Stunting. Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, 1(2), 126–133. [DOI: 10.25311/jpkk.vol1.iss2.966]
Pratiwi, I. G., & Laraeni, Y. (2022). Edukasi dan Deteksi Dini Pencegahan Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 4(1), 47–51. [DOI: 10.31849/dinamisia.v3i1.2729]
Sampe, A., Toban, R. C., & Madi, M. A. (2020). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita. Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 448–455. [DOI: 10.37010/mnhj.v3i1.498]
Sinuraya, R. K., Qodrina, H. A., & Amalia, R. (2019). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dalam Mencegah Stunting. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 48–51. [Diakses dari http://jurnal.unpad.ac.id/pkm/article/view/26643/13802]
Yanti, N. D., Betriana, F., & Kartika, I. R. (2020). Faktor Penyebab Stunting Pada Anak: Tinjauan Literatur. REAL in Nursing Journal, 3(1), 1. [DOI: 10.32883/rnj.v3i1.447]
DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v3i5.593



