PENCEGAHAN RESIKO STUNTING PADA ANAK DENGAN CARA MENGKONSUMSI MENU GIZI SEIMBANG DESA TURI REJO KABUPATEN DEMAK
Abstract
ABSTRACT
Stunting is a condition where a child's height is shorter than other children of the same age. One of the causes of stunting is malnutrition since in the womb and in the early days of a child's birth. However, stunting only appears after the child is two years old. The first 8000 days of life program is one of the steps that can be taken to break the stunting cycle, which in this program starts from conception until individuals are 19 years old. One of the main causes of stunting is poor parenting practices due to lack of parental knowledge about health and nutrition before pregnancy and after birth, children aged 0-6 months do not get exclusive breastfeeding, and low quality complementary food for breastfeeding (MP-ASI). . Prevention of stunting by paying attention to providing balanced nutrition on the first 1000 Days of Birth (HPK) with the main target being pregnant women, children aged 0-6 months, children aged 7-23 months, children aged 2-5 years, children aged 5-9 years , and children aged 10-19 years. Balanced nutrition guidelines are the government's efforts to promote a healthy lifestyle through a healthy diet, physical activity and clean living.
ABSTRAK
Stunting merupakan sebuah kondisi dimana tinggi badan anak ternyata lebih pendek disbanding tinggi badan anak lain dengan usia sebaya. Stunting salah satunya disebabkan karena kekurangan gizi sejak dalam kandungan dan pada masa awal anak lahir. Namun, kondisi stunting baru Nampak setelah anak berusia dua tahun. Program 8000 hari pertama kehidupan merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memutus siklus stunting, dimana pada program ini dimulai sejak terjadinya konsepsi hingga individu berusia 19 tahun. Penyebab utama stunting yaitu salah satunya praktek pengasuhan yang tidak baik akibat kurangnya pengetahuan orang tua tentang Kesehatan dan gizi sebelum masa kehamilan dan setelah kelahiran, anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI eksklusif, dan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang kurang berkualitas. Pencegahan stunting dengan cara memperhatikan pemberian gizi seimbang pada 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) dengan sasaran utama pada Ibu hamil, anak usia 0-6 bulan, anak usia 7-23 bulan, anak usia 2-5 tahun, anak usia 5-9 tahun, dan anak usia 10-19 tahun. Pedoman gizi seimbang merupakan upaya pemerintah untuk mempromosikan gaya hidup sehat melalui pola makan yang sehat, aktivitas fisik, dan hidup bersih.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Dalgleish, T., Williams, J. M. G., Golden, A.-M. J., Perkins, N., Barrett, L. F., Barnard, P. J., & Watkins, E. (2015). Stunting in Indonesia: Problems and Solutions. Journal of Experimental Psychology.
Dasar, R. K., & Tenggara, A. (2013). Stunting Can Be Prevented! (pp. 2–5). Retrieved from http://www.mca-indonesia.go.id/assets/uploads/media/pdf/MCAIndonesia-Technical-Brief-Stunting-ID.pdf
Fajrina, N. (2016). Stunting in Toddlers at Health Centers. Faculty of Health Sciences, Universitas 'Aisyah Yogyakarta.
Holil Muhammad Par'i. (2017). Assessment of Nutritional Status with Standardized Nutrition Care Process. (E. Rezkina, Ed.).
Infodatin. (2015). Nutrition Situation and Analysis.
KEMENKES RI. (2018). The Causes of Stunting in Children. Retrieved from http://www.depkes.go.id/article/view/18052800006/ini-penyebab-stunting-pada-anak.html
Kusharisupeni. (2016). Nutrition Throughout Life. Bandung: Refika Aditama.
Persatuan Gizi Indonesia (PERSAGI), Ramayulis, R., Kresnawan, T., Iwaningsih, S., & Rochani, N. S. (2018). STOP Stunting with Nutrition Counseling. (M. Dr. Atmarita, Ed.) (1st ed.). Jakarta.
Pratiwi, Amrih sakti, & Rokhnawati. (2016). Relationship of Maternal Anemia with Stunting in Newborns at RSUD Wonosari Gunung Kidul in 2016.
Priyatna, A., & Asnol, U. B. (n.d.). The First 1000 Days of Life. Jakarta.
Kesehatan, K. (2018). Main Results of Riskesdas 2018.
Seotjiningsih INGR. (2013). Child Growth and Development. Jakarta: EGC.
DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v3i4.566



