PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN PEMILU PADA PEMILIH PEMULA DI KEC. PAGIMANA KAB. BANGGAI
Abstract
ABSTRACT
Election is the most important part of the democratic process. Through elections, citizens can participate directly in selecting their reperesentatives. First-time voters, including teenagers who have reached tha age of 17, also have a role in exercising their right to vote. The low level of understanding of the election process and the efforts to increase politicl participation among first-time voters in the 2024 election in the main reason for conducting this empowerment activity. Democracy and election education, especially among teenagers as first-time voters, are essential to provide comprehensive and substantive knowledge. The target of this activity is high school student at SMA 1 Pagimana and Madrasah Aliyah Alkhairat who will be first-time voters in the Pagimana district of Banggai Regency. The Method used in the empowerment activity is socialization through interactive lectures and discussions, as well as improving voter literacy through systematic and structured training and guidance. First-time voters, it is hoped that an cative generation of democracy can be created, capable of selecting qualified leaders to advance the country and society
ABSTRAK
Pemilu merupakan bagian terpenting dalam penyelenggaraan demokrasi. Melalui pemilu, warga negara dapat berpartisipasi secara langsung dalam memilih para wakil rakyat. Pemilih pemula dalam hal ini remaja yang telah memasuki usia 17 ntahun juga memiliki andil dalam memberikan hak suaranya. Rendahnya pemahaman terhadap pemilu dan dalam upaya meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula dalam pemilu 2024 menjadi alas an utama kegiatan pemberdayaan ini dilakukan. Pendidikan demokrasi dan pemilu terutama di kalangan remaja sebagai calon pemilih pertama kali menjadi sangat penting untuk dilakukan guna memberikan pengetahuan secara komprehensif dan substantif. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah para pelajar di Sekolah Menengah Atas (SMA 1) Pagimana dan Madrasah Aliyah Alkhairat yang akan menjadi pemilih pemula di Kec. Pagimana Kab. Banggai. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan ini adalah sosialisasi melalui ceramah dan diskusi secara interaktif, serta peningkatan literasi pemilih melalui pelatihan dan bimbingan yang sistematis dan terstruktur. Pemilih pemula diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang system pemilu, partai politik, kriteria calon pemimpin, serta memilih dan menggunakan hak pilih mereka secara tepat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dalam Pendidikan demokrasi dan pemilu bagi pemilu pemula diharapkan dapat tercipta generasi yang aktif dalam berdemokrasi dan dapat memilih pemimpin yang berkualitas untuk memajukan negara dan masyarakat
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arif, M., et al. (2023). Literasi Politik Pemilih Pemula Menyongsong Pemilu 2024 Di Pondok Pesantren Tahfizul Quran Desa Sungai Pinang. JDISTIRA, 2(2), 110–115. doi: 10.58794/jdt.v2i2.386.
Baiocchi, G., & Ganuza, E. (2020).Popular Democracy. Popular Democracy. doi: 10.1515/9781503600775/Machinereadablecitation/Ris.
Faqih, M. I., et al. (2022). Urgensi Pendidikan Politik Dan Pemilu Terhadap Pemilih Pemula. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 1809–1815. doi: 10.31004/cdj.v3i3.8222.
Himawati, I. P., & Arwani, M. (2022). Penyuluhan Mengenai Pendidikan Politik Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Bagi Pemilih Pemula Di Sekolah Menengah Atas Dan Kejuruan Kota Bengkulu. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 4(2), 351. doi: 10.30595/jppm.v4i2.7337.
Katarudin, H., & Putri, N. E. (2020). Pengaruh Literasi Politik Terhadap Partisipasi Politik Pemilih Pemula Pada Pemilukada Kota Pariaman Tahun 2018. Jurnal Manajemen Dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP), 2(2), 70–79. doi: 10.24036/jmiap.v2i2.136.
Nurfitriana, N., et al. (2021). Efektivitas Kegiatan Penyuluhan Pendidikan Politik Pemilih Pemula Di Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Musi Banyuasin. @-Publik: Jurnal Administrasi Publik, 1(1), 58–70. doi: 10.37858/publik.v1i1.194.
Pratiwi, C. S., & Dewi, R. (2021). Pendidikan Politik Pemilih Pemula Dengan Pembentukan Komunitas Remaja Cerdas Bermedia Dalam Menghadapi Politik Elektoral 2019 Di Kota Jambi. Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat. doi: 10.18196/ppm.21.477.
Rosana, E. (2016). Negara Demokrasi Dan Hak Asasi Manusia. Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam, 12(1), 37–53. doi: 10.24042/TPS.V12I1.827.
Rosyad, A. M., & Maarif, M. A. (2020). Paradigma Pendidikan Demokrasi Dan Pendidikan Islam Dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi Di Indonesia. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 75–99. doi: 10.31538/nzh.v3i1.491.
Sari, A. T. Y., et al. (2019). Komunikasi Interpersonal Pada Proses Pendidikan Politik Pemilih Pemula. JIKE: Jurnal Ilmu Komunikasi Efek, 2(2), 188–204. doi: 10.32534/jike.v2i2.526.
Satriawan, I., et al. (2020). Pemilih Pemula ‘Cerdas Pemilu.’ J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 122–126. doi: 10.25047/j-dinamika.v5i2.1468.
Solhaug, T., & Kristensen, N. N. (2013). Political Learning Among Youth: Exploring Patterns of Students’ First Political Awakening. Citizenship, Social and Economics Education, 12(3), 174–185. doi: 10.2304/csee.2013.12.3.174.
Suryanef, S., & Rafni, A. (2020). First-Time Voter Education Through the Democracy Volunteer Movement. Journal of Moral and Civic Education, 4(2), 60–68. doi: 10.24036/
Zuhro, R. S. (2019). Demokrasi dan pemilu presiden 2019. Jurnal Penelitian Politik, 16(1), 69.
DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v2i6.507



