BIMBINGAN ANAK YANG KESULITAN MEMBACA PADA ANAK SD
Abstract
Reading skills are an important foundation in learning in elementary schools. However, there are still many students at the elementary school level who have difficulty reading, at SDN 100810 in Hiteurat, North Padang Lawas district, there are students who still have difficulty reading. This community service program aims to increase the reading interest and literacy skills of 3rd and 4th grade students at the school through a participatory approach, with activities such as learning houses, group reading, creative writing, and literacy games. Based on initial observations, 80 percent of students had difficulty writing and were able to construct sentences well. Evaluation results after providing guidance to students showed that this program was successful in increasing students' interest and reading skills, with 85 percent of students showing increased reading comprehension. Factors such as interest, interactive learning methods, and teacher and parental support played a significant role in the success of this program. This program is expected to become a model for literacy development in other schools.
ABSTRAK
Kemampuan membaca merupakan fondasi penting dalam pembelajaran di sekolah dasar. Namun, masih terdapat banyak siswa di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang mengalami kesulitan dalam membaca, di SDN 100810 di Hiteurat kabupaten Padang Lawas Utara terdapat siswa yang masih kesulitan membaca. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa kelas 3 dan 4 di sekolah tersebut melalui pendekatan partisipatif, dengan kegiatan seperti rumah belajar, bacaan berkelompok, menulis kreatif, dan permainan literasi. Berdasarkan observasi awal terdapat 80 persen siswa mengalami kesulitan menulis dan mampu menyusun kalimat dengan baik. Hasil evaluasi setelah dilakukan bimbingan kepada siswa menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan minat dan kemampuan membaca siswa, terdapat 85 persen siswa menunjukkan peningkatan pemahaman bacaan. Faktor-faktor seperti minat, metode pembelajaran interaktif, serta dukungan guru dan orang tua berperan signifikan dalam keberhasilan program ini. Program ini diharapkan dapat menjadi model dalam pengembangan literasi di sekolah-sekolah lain.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agustina, E., & Rachmania, S. (2023). Faktor-faktor penyebab terjadinya kesulitan membaca permulaan di kelas I Sekolah Dasar Negeri Wangiwisata. *Sistem-Among: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 3*(1), 1–13. https://doi.org/10.56393/sistemamong.v3i1.1558
Akda, H. F., & Dafit, F. (2021). Analisis kesulitan membaca pada siswa kelas II sekolah dasar. *Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 6*(1), 1125–1133. https://journal.umtas.ac.id/naturalistic/article/view/1437/780
Ama, R. G. T. (2020). *Membangun minat baca pada siswa sekolah dasar*. CV Pena Persada.
Amanda, Q., Sudarti, S., & Maulina, I. (2025). Analisis hambatan dalam kemampuan membaca permulaan pada anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Al-Mukaddimah Kota Pontianak. *Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan, 2*(1), 46–48. https://doi.org/10.61132/paud.v2i1.149
Amaliah, T., Tisnasari, S., & Setiawan, S. (2023). Kesulitan membaca dan menulis pada siswa berkesulitan belajar di kelas tinggi SD Negeri Bojong Baru. *Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 9*(2), 367–382. https://doi.org/10.31932/jpdp.v9i2.2268
Barbero, C. (2022). Notes on reading. *Croatian Journal of Philosophy*. https://doi.org/10.52685/cjp.22.65.8
Cindrakasih, F., & Paujiah, E. (2021). Analisis kesulitan anak kelas tiga sekolah dasar dalam membaca permulaan. *Jurnal Pendidikan*, 10–16.
Firdaus, W., Jamila, W. B., Maulidiyah, A., Nuha, N. U., & Ramli, M. R. (2022). Meningkatkan minat baca pada anak usia sekolah melalui gerakan literasi. *Development, 1*(1), 13–26.
Hidayat. (2019). Pengenalan ciri anak pengidap disleksia. *Pedadidaktika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7*(2), 21–32.
Prayogo, J. F. A., & Citrawati, T. (2023). Analisis bentuk kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas rendah sekolah dasar. *Jurnal Basicedu, 7*(4), 2513–2515. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i4.6021
Rahayu, A., Wahib, A., & Besari, A. (2023). Peningkatan minat baca siswa sekolah dasar melalui pojok baca. *Open Comserv Journal, 2*(2), 41–49. https://doi.org/10.33292/ocsj.v2i2.41
Soriano-Ferrer, M., & Morte-Soriano, M. (2020). Teacher perceptions of reading motivation in children with developmental dyslexia and average readers. *Procedia - Social and Behavioral Sciences, 237*, 50–56. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2017.02.012
Ujud, S., Nur, T. D., Yusuf, Y., Saibi, N., & Ramli, M. R. (2023). Penerapan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA Negeri 10 Kota Ternate kelas X pada materi pencemaran lingkungan. *Jurnal Bioedukasi, 6*(2), 337–347. https://doi.org/10.33387/bioedu.v6i2.7305
Utami, F. N. (2020). Peranan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa SD. *Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2*(1), 93–101.
DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v6i3.2924



