PENINGKATAN KOMPETENSI ORGANIS GEREJA DALAM MENGIRINGI NYANYIAN JEMAAT MELALUI PELATIHAN MUSIK LITURGI DI HKBP DISTRIK X MEDAN-ACEH

Azwar Pasaribu - Sekolah Tinggi Guru Huria HKBP Sipoholon

Abstract


Congregational singing plays a vital role in the liturgical life of the church as a means of fostering faith and theological reflection, particularly within the HKBP tradition through the Ende Book; however, there are still organists who do not fully understand accompaniment techniques, thereby failing to fully support the spiritual experience of worship. This study aims to enhance the understanding and skills of church organists in accompanying congregational singing appropriately and in a liturgically sound manner. The method used was participatory training through the presentation of materials, musical demonstrations, hands-on practice, and discussions on accompaniment techniques, including the interpretation of lyrics, rhythm and meter, tempo control, dynamics, phrasing, staccato, and the combination of instrumental registers. The activity was conducted during a training session for HKBP District X Medan-Aceh organists, involving church music ministers. The results showed an increase in participants’ understanding of the relationship between theological meaning and musical technique, as well as improved skills in tempo control, dynamics, and phrasing to support congregational participation. Thus, this training contributed positively to improving the quality of church music ministry, making congregational singing accompaniment more orderly, expressive, and supportive of the worship experience.

 

ABSTRAK

Nyanyian jemaat memiliki peranan penting dalam kehidupan liturgi gereja sebagai sarana pembinaan iman dan refleksi teologis, khususnya dalam tradisi HKBP melalui Buku Ende, namun masih terdapat organis yang belum memahami teknik pengiringan secara optimal sehingga kurang mendukung penghayatan ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan organis gereja dalam mengiringi nyanyian jemaat secara tepat dan liturgis. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif melalui penyampaian materi, demonstrasi musik, praktik langsung, dan diskusi mengenai teknik pengiringan, meliputi penghayatan syair, irama dan birama, pengaturan tempo, dinamika, frasering, staccato, serta kombinasi register instrumen. Kegiatan dilaksanakan pada pembekalan organis HKBP Distrik X Medan-Aceh dengan melibatkan pelayan musik gereja. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap hubungan makna teologis dan teknik musikal, serta peningkatan keterampilan dalam pengaturan tempo, dinamika, dan frasering untuk mendukung partisipasi jemaat. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan musik gerejawi sehingga pengiringan nyanyian jemaat menjadi lebih tertib, ekspresif, dan mendukung penghayatan ibadah.


Keywords


Training, Congregational singing, HKBP, Church organist ; Pelatihan, Nyanyian jemaat, HKBP, Organis gereja

Full Text:

PDF

References


Bako, Y., Snae, P. O., Nullik, C., & Metkono, F. (2022). Peran unit pembantu pelayanan musik gereja dalam membangun ibadah jemaat GMIT Anugerah Atambua. Tambur: Journal of Music Creation, Study and Performance, 2(1), 38–44. https://doi.org/10.52960/jt.v2i1.102

Brower, S. (2020). Singing the congregation: How contemporary worship music forms evangelical community (Book review of Singing the Congregation by M. M. Ingalls). Journal of Contemporary Religion, 35(1), 135–136. https://doi.org/10.1080/13537903.2020.1697526

Concina, E. (2023). Effective music teachers and effective music teaching today: A systematic review. Education Sciences, 13(2), 107. https://doi.org/10.3390/educsci13020107

Deliana, F., & Suprayitno. (2020). Training of moria choir conductor members and conductors in efforts to improve quality in Medan city. ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.32734/abdimastalenta.v5i1.4017

Dwiputra Malla, C., & Manik, R. P. (2023). Kajian filsafat ontologi Martin Heidegger atas peran musik dan nyanyian liturgi bagi perkembangan hidup umat beriman. Media (Jurnal Filsafat dan Teologi), 4(1), 61–72. https://doi.org/10.53396/media.v4i1.139

Fanggidae, R., Saefatu, M., Taneo, D. R., Dewata, M. D. R., & Uma, A. M. D. (2024). Penggunaan pola iringan musik dalam ibadah minggu di Gereja Kristen Sumba (GKS), Klasis Waingapu. Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 22(1), 1–11. https://doi.org/10.21831/imaji.v22i1.58501

Francis, L. J., Jones, S. H., & McKenna, U. (2021). The contribution of cathedrals to psychological health and well-being: Assessing the impact of cathedral carol services. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 77(4). https://doi.org/10.4102/hts.v77i4.6820

Friscilia, S., & Samosir, T. H. (2024). Music director strategies within the worship music team: A study at BFA Church Yogyakarta. Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik, 5(2), 84–93. https://doi.org/10.51667/cjmpm.v5i2.1981

Handoko, A. B. (2022). Estetika musik gereja dalam perspektif estetika musik dan teologi Kristen. Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni, 5(2), 72–83. https://doi.org/10.37368/tonika.v5i2.427

Handoko, A. B., Wadiyo, W., & Widodo, W. (2022). Penata layanan musik gereja sebagai bentuk tata kelola pendidikan seni dalam masyarakat. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 5(1).

Harmadi, M., & Tobing, T. L. (2021). Dinamika ibadah dalam kehidupan umat Allah hingga gereja masa kini. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani, 5(2), 252–261. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v5i2.261

Hawali, R. F., Natonis, R. J. I., Arnold, V. J., & Nomeni, N. N. A. (2024). Strategi peningkatan kualitas musisi gereja: Analisis manajemen di Jemaat GMIT Polycarpus Atambua. Tambur: Journal of Music Creation, Study and Performance, 3(2), 88–96. https://doi.org/10.52960/jt.v3i2.288

Khafsoh, N. A., & Riani, N. (2024). Implementation of participatory action research (PAR) in community service program. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 237–253. https://doi.org/10.32815/jpm.v5i1.2034

Maeja, J. D. (2023). Kajian literatur untuk mengatasi permasalahan musik liturgi. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 24(1), 1–14. https://doi.org/10.34150/jpak.v24i1.548

Marek, A., & Lisiecki, T. (2024). Flourishing through prayer by singing in a liturgical choir. Religions, 15(3), 335. https://doi.org/10.3390/rel15030335

Martasudjita, E. (2022). Liturgi: Pengantar untuk studi dan praksis liturgi. Kanisius.

Melas, E. M. T., & Asi, Y. E. (2022). Studi tentang tingkat kepuasan jemaat terhadap musik iringan dalam ibadah di Gereja Kalimantan Evangelis Sinta Asi di Kota Muara Teweh. Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja, 2(2), 143–160. https://doi.org/10.54170/dp.v2i2.148

Nainggolan, A. N., Batubara, J., Purba, D., & Lubis, Y. (2023). Song leader competence improvement training in voting and reading numbers notations Buku Ende on Sunday worship at HKBP Betesda. PKM-P, 7(1), 191. https://doi.org/10.32832/jurma.v7i1.1774

Nugrahhu, P. A., Sulistyowati, R., Utami, N. N. A., & Ernest, J. (2023). Striving for musical excellence: A study on the development of music players’ skills for church worship accompaniment through ensemble training. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 18(1), 28–38. https://doi.org/10.33153/dewaruci.v18i1.4456

Pane, P. (2022). Efektivitas model pembelajaran kontekstual dan penerapannya dalam pembinaan warga gereja. Jurnal Imparta, 1(1), 14–29. https://doi.org/10.61768/ji.v1i1.19

Panggabean, A. (2020). Pelatihan musik dan organ gereja HKBP di Humbang Hasundutan Siborong-borong. Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1), 13–28. https://doi.org/10.51622/pengabdian.v1i1.75

Patsiaoura, E. (2021). Review of singing the congregation: How contemporary worship music forms evangelical community. European Journal of Musicology, 19(1), 41–45. https://doi.org/10.5450/EJM.19.1.2020.41

Rachman, R. (2023). Pembimbing ke dalam sejarah liturgi. BPK Gunung Mulia.

Snae, P. O., Huka, R. Y., Nunumete, L., Lenama, H., Nulik, C., Tamonob, J. D. G., ... Wieligmans, C. (2024). Pelatihan prokantor, kantoria, paduan suara dan vokal grup di Jemaat GMIT Sion Uel dan GMIT Getsemani Oelbubuk Klasis Fatuleu Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(10), 4554–4563. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i10.1761

Tambunan, N. (2022). Nyanyian jemaat sebagai upaya menghadirkan eklesiologi yang komunikatif. Jurnal Teologi Cultivation, 6(1), 23–42. https://doi.org/10.46965/jtc.v6i1.1193

Tarigan, Y. R. P., & Fajariyanto, T. C. (2024). Pelaksanaan tugas organis sebagai pengiring dan instrumentalis dalam musik liturgi. In Theos: Jurnal Pendidikan dan Theologi, 4(7), 276–281. https://doi.org/10.56393/intheos.v4i7.2221

Tubagus, S. (2023). Makna musik gereja dalam Alkitab. Tambur: Journal of Music Creation, Study and Performance, 3(1), 26–37. https://doi.org/10.52960/jt.v3i1.191

Wald-Fuhrmann, M., Boenneke, S., Vroegh, T., & Dannecker, K. P. (2020). “He who sings, prays twice”? Singing in Roman Catholic mass leads to spiritual and social experiences that are predicted by religious and musical attitudes. Frontiers in Psychology, 11, 570189. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.570189

White, J. F. (2023). Pengantar ibadah Kristen. BPK Gunung Mulia.

Wirawan, A. (2023). Peran nyanyian jemaat dalam penguatan moderasi beragama di GKE Imanuel Kuala Pembuang. Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja, 3(2), 154–167. https://doi.org/10.54170/dp.v3i2.273

Yu, S. (2023). Practical music training in cultivating the musical creativity of young musicians. Migration Letters, 21(S1), 42–49. https://doi.org/10.59670/ml.v21iS1.5937




DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v5i2.2776