Pemberdayaan Kelompok Tani Sumber Tani melalui Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Menjadi Eco-enzyme Sebagai Upaya Perbaikan Kesuburan Tanah
Abstract
The increasing volume of household waste has occurred in parallel with population growth and rising household activities. Limited public knowledge regarding household waste management has resulted in waste being disposed of without further processing, leading to environmental pollution. At the same time, the intensive use of chemical fertilizers has contributed to declining soil fertility and increased production costs for smallholder farmers due to rising prices of non-subsidized fertilizers. This community service program aimed to empower the Sumber Tani Farmer Group in Arjasa Village, Jember Regency, through training on the production of eco-enzymes from household organic waste as a strategy to improve soil fertility and enhance farm cost efficiency. The program was implemented using a participatory approach (learning by doing), consisting of three main stages: preparation and coordination, implementation (counseling, demonstrations, and hands-on practice), and evaluation. Conducted from August to October 2025, the activity involved 30 members of the farmer group. The results demonstrated an increase in participants’ knowledge and skills in processing organic waste into eco-enzymes and applying them to agricultural land. Overall, the program successfully promoted farmer self-reliance in the provision of liquid organic fertilizers, reduced dependence on chemical inputs, and supported the development of environmentally friendly and sustainable agricultural systems.
ABSTRAK
Peningkatan volume limbah rumah tangga terjadi seiring peningkatan populasi dan aktivitas rumah tangga. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah rumah tangga sehingga limbah terbuang tanpa diolah lebih lanjut yang berdampak pada pencemaran lingkungan. Di sisi lain, penggunaan pupuk kimia secara intensif telah menyebabkan penurunan tingkat kesuburan tanah, serta meningkatkan biaya produksi bagi petani skala kecil akibat kenaikan harga pupuk nonsubsidi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Sumber Tani di Desa Arjasa, Kabupaten Jember, melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme dari limbah organik rumah tangga sebagai solusi perbaikan kesuburan tanah dan efisiensi biaya usaha tani. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif (learning by doing) yang meliputi tiga tahapan utama: persiapan dan koordinasi, pelaksanaan (penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung), dan evaluasi. Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2025 ini diikuti oleh 30 orang anggota kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah limbah organik menjadi eco-enzyme serta mampu mengaplikasikannya pada lahan pertanian. Program ini telah berhasil mendorong kemandirian petani dalam penyediaan pupuk organik cair, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, serta mendukung terciptanya sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aninditatama, B., Setiawan, A., Mutia, A., Ramadhan, F. P., & Ardiansyah, A. (2025). Pengembangan desa smart farming melalui inovasi pupuk organik cair. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia, 5(2), 362–369.
Ompusunggu, A. R. I., Safinatunnaja, E. N., Ridwan, R. M., Ramdani, T. C. K., Ana, & Achdiani, Y. (2025). Pengelolaan sampah rumah tangga dan dampaknya terhadap kesehatan keluarga. Health & Medical Sciences, 2(3), 1–10. https://doi.org/10.47134/phms.v2i3.431
Kusparwanti, T. R., Suwardi, Syaban, R. A., Susanti, N., Fadilah, A. R., & Nur, F. M. (2025). Pemanfaatan sampah organik menjadi eco-enzyme sebagai dekomposer pupuk NPK di Kelompok Tani Sumber Tani, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Dalam Proceedings of the 8th National Conference for Community Service (NaCosVi) (hlm. 270–275). Indonesia.
Nurfajriah, Rahayu, F. I. M., Waluyo, M. R., & Mahfud, H. (2021). Pelatihan pembuatan eco-enzyme sebagai usaha pengolahan sampah organik pada level rumah tangga. Jurnal IKRAITH-ABDIMAS, 4(3), 194–197.
Parwata, I. P., Ayuni, N. P. S., & Widana, G. A. B. (2023). Pelatihan pembuatan eco-enzyme sebagai upaya pengurangan sampah organik di Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Dalam Proceeding Senadimas Undiksha 2023 (Vol. 8, hlm. 1277–1282).
Putri, N. D., Pasaribu, F. N., Siregar, E. D., Ritonga, D. P., & Aisyah, S. (2024). Pelatihan pembuatan eco-enzyme sebagai upaya pemberdayaan ibu-ibu PKK dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga di Desa Pematang Jering Kecamatan Sei Suka. Journal of Human and Education, 4(6), 1010–1019.
Septinar, H., Anggraini, P., Suryani, E., & Puspasari, R. (2024). Pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme dan kandungan unsur hara makro untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Environmental Science Journal (ESJo), 2(2), 20–26.
Sopyandi, D., Perdana, T., & Kusumawati, R. (2024). Kajian pengembangan model ekonomi sirkular (circular economy) cabai sebagai upaya pengembangan model rantai pasok pertanian berkelanjutan di Kabupaten Bogor. Mimbar Agribisnis, 10, 2292–2309.
Wakano, F. (2024). Potensi eco-enzyme dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Jurnal Gallus-Gallus, 2(3), 38–44.
Yuniarti, A., Suriadikusumah, A., & Gultom, J. U. (2017). Pengaruh pupuk anorganik dan pupuk organik cair terhadap pH, N-total, C-organik, dan hasil pakcoy pada Inceptisols. Dalam Prosiding Seminar Nasional 2017 Fakultas Pertanian UMJ: Pertanian dan Tanaman Herbal Berkelanjutan di Indonesia (hlm. 213–219). Jakarta, Indonesia: Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Zainuddin, A., Rondhi, M., Setyawati, I. K., Rahman, R. Y., & Magfiroh, I. S. (2023). Kesediaan membayar dari petani skala kecil terhadap pupuk bersubsidi: Studi kasus di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Jurnal Agro Ekonomi, 40(2), 25–39.
DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v6i1.2698



