Penguatan Kapasitas Petani rakyat melalui Sosialisasi Penyerapan Garam Rakyat Tahun 2025 di Kabupaten Bangkalan

Bondan Dewabrata - Universitas Kh. Bahaudin Mudhary Madura
Raden Ahmadi - Universitas Kh. Bahaudin Mudhary Madura
Siti Sa’adah - Universitas Kh. Bahaudin Mudhary Madura
Akis Jasuli - Universitas Kh. Bahaudin Mudhary Madura
R. Raditya Fabri - Universitas Kh. Bahaudin Mudhary Madura
Annisa Syakina - Universitas Kh. Bahaudin Mudhary Madura
Rosnindar Rahardjo - Universitas Kh. Bahaudin Mudhary Madura
R.Nurfi Haqiqi - Universitas Kh. Bahaudin Mudhary Madura
Taufikur Rahman - Universitas Kh. Bahaudin Mudhary Madura
Ludianto Ludianto - Universitas Kh. Bahaudin Mudhary Madura
Jamal Ismail - Universitas Ary Ginanjar

Abstract


Bangkalan Regency is one of the strategic salt-producing regions on Madura Island, with great potential to support national salt resilience. However, salt farmers in this area still face several serious challenges, such as low product quality, limited access to sustainable markets, and weak institutional support for salt farmers. To address these issues, this community service activity was carried out with the main objective of strengthening the capacity of salt farmers through a socialization program on the absorption of local salt. A participatory approach was employed, with the stages of activity including: identifying partner needs, preparing educational materials tailored to local contexts, conducting interactive discussions, and evaluating the impact using pre- and post-activity questionnaires. The socialization program was held in early 2025 in Klampis District, one of the salt production centers in Bangkalan. A total of 20 local salt farmers, consisting of 18 men and 2 women aged between 35–55 years, participated in the activity. The materials presented covered the mechanisms of salt absorption by cooperatives, industrial quality standards, and clean production technologies such as the use of geomembrane liners and closed crystallization systems. Based on the evaluation results, there was a significant increase in participants’ knowledge, supported by high satisfaction scores regarding the quality of the materials and the delivery methods used by the presenters. Participants also showed strong enthusiasm during the discussions. This activity proved effective in enhancing the technical and institutional awareness of salt farmers and encouraging them to adopt more modern, efficient, and market-oriented production systems. It also helped foster a spirit of collaboration toward the self-sufficiency of the local salt industry.

ABSTRAK

Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu wilayah strategis penghasil garam rakyat di Pulau Madura yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan garam nasional. Namun demikian, para petambak di wilayah ini masih menghadapi sejumlah tantangan serius, seperti rendahnya mutu hasil produksi, terbatasnya akses pasar yang berkelanjutan, serta lemahnya kelembagaan petani garam. Untuk menjawab persoalan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan utama memperkuat kapasitas para petambak melalui sosialisasi penyerapan garam rakyat. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, dengan tahapan kegiatan meliputi: identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi sosialisasi sesuai kebutuhan lokal, pelaksanaan diskusi interaktif, serta evaluasi berbasis kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Sosialisasi ini dilaksanakan pada awal tahun 2025 di Kecamatan Klampis, salah satu sentra produksi garam di Bangkalan. Sebanyak 20 petambak rakyat, terdiri dari 18 laki-laki dan 2 perempuan dengan rentang usia 35–55 tahun, menjadi peserta kegiatan. Materi yang disampaikan mencakup mekanisme penyerapan garam oleh koperasi, standar mutu industri, serta teknologi produksi bersih seperti penggunaan geomembran dan sistem kristalisasi tertutup. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, didukung oleh skor kepuasan peserta yang tinggi terhadap kualitas materi dan metode penyampaian narasumber. Antusiasme peserta juga terlihat selama diskusi berlangsung. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran teknis dan kelembagaan petani, serta mendorong mereka untuk menerapkan sistem produksi yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pasar. Kegiatan ini juga memperkuat semangat kolaboratif menuju kemandirian industri garam rakyat.


Keywords


Salt Farmers Capacity Building Community Empowerment Salt Absorption Socialization Program / Petani Garam Peningkatan Kapasitas Pemberdayaan Masyarakat Penyerapan Garam Program Sosialisasi

Full Text:

PDF

References


Badan Riset dan Inovasi Nasional. (2024). Digitalisasi Pemasaran Produk Garam Rakyat: Peluang dan Tantangan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (2025). Laporan riset dan kebijakan penguatan kelembagaan petani garam rakyat.

Good News From Indonesia. (2024, April 12). Produksi garam Indonesia melampaui target 2023. Good News From Indonesia. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2024/04/12/produksi-garam-indonesia-2023

Goodstats. (2024). Provinsi dengan produksi garam tertinggi di Indonesia 2023. Goodstats. https://www.goodstats.id

Hastuti, D., & Maulida, A. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Edukasi Partisipatif. Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Edukasi Partisipatif, 8(1), 12–25.

Hidayat, R., & Khalika, N. N. (2019). Bisnis dan Kontroversi Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran. Tirto.Id Website. https://tirto.id/bisnis-dan-kontroversi-gerakan-indonesia-tanpa-pacaran-cK25

Iskandar, M., & Nurhidayat, R. (2024). Pemberdayaan kelompok petani garam melalui koperasi: Studi kasus di Madura. Jurnal Pengembangan Masyarakat Pesisir, 16(1), 45–58. https://doi.org/https://doi.org/10.1234/jpmp.v16i1.1234

Kamba, M. N. (2018). Kids Zaman Now Menemukan Kembali Islam. Pustaka IIMaN.

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2023). Statistik Kelautan dan Perikanan 2023.

Marchlewska, M., Cichocka, A., ?ozowski, F., Górska, P., & Winiewski, M. (2019). In search of an imaginary enemy: Catholic collective narcissism and the endorsement of gender conspiracy beliefs. The Journal of Social Psychology, 159(6), 776–779.

Maulana, R. A., & Lestari, S. (2023). Penerapan teknologi geomembran pada tambak garam rakyat: Solusi peningkatan mutu produksi garam nasional. Jurnal Inovasi Teknologi Pangan Dan Kelautan, 5(2), 66–78. https://doi.org/https://doi.org/10.5678/jitpk.v5i2.567

Perikanan, K. K. dan. (2024). Strategi Transformasi Industri Garam Nasional.

Radar Madura. (2023). Produksi garam Bangkalan tembus target revisi. Radar Madura. https://radarmadura.jawapos.com

Radar Madura. (2024). Produksi garam Bangkalan diproyeksi turun pada 2025. Radar Madura. https://radarmadura.jawapos.com

Siregar, T., & Wahyuni, L. (2023). Kolaborasi pemerintah dan koperasi dalam skema penyerapan garam rakyat: Perspektif kebijakan dan pemberdayaan. Jurnal Kebijakan Publik Dan Agribisnis, 11(3), 111–122. https://doi.org/https://doi.org/10.7890/jkpa.v11i3.0987

Wibowo, S., Anwar, M., & Rachmawati, D. (2024). Model Sosialisasi Efektif dalam Peningkatan Literasi Kebijakan Publik. Jurnal Administrasi Pembangunan, 11(2), 44–58.

Yuliana, N., & Rahman, A. (2023). Peran Koperasi dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani rakyat Garam. Jurnal Agribisnis Dan Kelautan, 7(3), 87–96.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v5i4.1856