Mitigasi Risiko Pinjaman Online Ilegal dan Perlindungan Hukum bagi Ibu Rumah Tangga di Desa Sungai Gantang Kabupaten Indragiri Hilir

Darmiwati Darmiwati - Universitas Islam Indragiri
Siti Rahmah - Universitas Islam Indragiri
Fitri Wahyuni - Universitas Islam Indragiri
Wandi Wandi - Universitas Islam Indragiri
Syariffuddin Syariffuddin - Universitas Islam Indragiri
Jamri Jamri - Universitas Islam Indragiri

Abstract


The rise of illegal online lending practices in Indonesia has caused serious problems, particularly among housewives in rural areas who have low levels of digital literacy and legal understanding. This community service activity aims to mitigate the risks of illegal online lending by enhancing legal understanding and digital literacy among housewives in Indragiri Hilir District. The implementation methods include interactive socialisation, focused group discussions, and case study simulations relevant to the participants' daily lives. A total of 45 housewives actively participated in this activity, alongside community leaders and village officials as supporters. The results of the activity showed a significant increase in participants' knowledge, understanding, and legal awareness of the characteristics of illegal online loans, the legal mechanisms available if they become victims, and the importance of a critical attitude towards digital financial offers on social media. The outputs of the activity included the development of an educational module based on digital consumer law and the establishment of the Illegal Online Loan Awareness Forum as a space for ongoing education. In conclusion, the participatory approach to legal empowerment has proven effective in strengthening social protection for housewives from the trap of illegal online loans and serves as a model for community-based interventions that can be replicated in similar areas.

ABSTRAK

Meningkatnya praktik pinjaman online ilegal di Indonesia telah menimbulkan masalah yang serius, khususnya di kalangan ibu rumah tangga di wilayah pedesaan yang memiliki tingkat literasi digital dan pemahaman hukum yang rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan mitigasi risiko pinjaman online ilegal melalui peningkatan pemahaman hukum dan literasi digital bagi ibu rumah tangga di Kabupaten Indragiri Hilir. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif, diskusi kelompok terfokus, dan simulasi studi kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta. Sebanyak 45 ibu rumah tangga terlibat aktif dalam kegiatan ini, bersama tokoh masyarakat dan perangkat desa sebagai pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman serta kesadaran hukum peserta terhadap ciri-ciri pinjaman online ilegal, mekanisme hukum yang dapat ditempuh jika menjadi korban, serta pentingnya sikap kritis terhadap tawaran keuangan digital di media sosial. Luaran kegiatan meliputi penyusunan modul edukatif berbasis hukum konsumen digital dan pembentukan Forum Waspada Pinjol Ilegal sebagai ruang edukasi berkelanjutan. Kesimpulannya, pendekatan partisipatif dalam pemberdayaan hukum terbukti efektif dalam memperkuat perlindungan sosial bagi ibu rumah tangga dari jerat pinjaman online ilegal dan menjadi model intervensi berbasis komunitas yang layak di replikasi di daerah serupa.


Keywords


Illegal Online Loans, Digital Literacy, Legal Protection, Housewives, Legal Empowerment, Indragiri Hilir District. / Pinjaman Online Ilegal, Literasi Digital, Perlindungan Hukum, Ibu Rumah Tangga, Pemberdayaan Hukum, Kabupaten Indragiri Hilir.

Full Text:

PDF

References


Buku

Israel, M., & Hay, I. (2006). Research ethics for social scientists. Sage.

Artikel Jurnal Ilmiah

Imanuddin, I., Dewi Anggraeni, R. R., Fridayani, & Susanto. (2023). Construction of consumer protection against illegal online loan transactions as a means of ius constituendum in Indonesia. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 11(3), 539–556. https://doi.org/10.29303/ius.v11i3.1312

Kiky Srirejeki, M. R. T. L. K. (2024, July). Optimalisasi literasi keuangan dalam pencegahan pinjaman online ilegal pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Retrieved from https://www.researchgate.net/

Pawestri, A. Y., Bhawika Adwitiya, A., & Ramadani, W. (2023). Sosialisasi upaya hukum dan literasi keuangan digital sebagai solusi hadapi pinjaman online ilegal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ipteks, 9(1).

Pramesti, A., Zakky Almubaroq, H., & Duarte, E. P. (2025). Reformulation of digital protection against loan crime illegal online as a pillar of national defense in the cyber era. Formosa Journal of Social Sciences, 4(2), 263–280. https://doi.org/10.55927/fjss.v4i2.370

Rinaldi, K., & Fatiha, S. (n.d.). Women in the grip of illegal online loans: A study on victims.

Sinaga, E. P., & Alhakim, A. (n.d.). Tinjauan yuridis terhadap perlindungan hukum bagi pengguna jasa pinjaman online ilegal di Indonesia. https://doi.org/10.31933/unesrev.v4i3

Soegoto, A. S., Lintong, D. N., Mintalangi, S. S. E., & Soeikromo, D. (2020). Meningkatkan peran ibu rumah tangga dalam pengelolaan keuangan. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 4(1), 141–148. https://doi.org/10.30595/jppm.v0i0.5545

Putri, P. A., & Rinaldi, K. (2023). The problems of illegal online loans based on the victim’s perspective: A case study. International Journal of Advances in Social and Economics, 4(3), 102–106. https://doi.org/10.33122/ijase.v4i3.215

Suryono, R. R., Budi, I., & Purwandari, B. (2021). Detection of fintech P2P lending issues in Indonesia. Heliyon, 7(4), e06782. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e06782

Tarigan, L. N. (2025). State responsibility in protecting women from the trap of online loans: A legal analysis of the Consumer Protection Law and the ITE Law. Jurnal Multidisiplin Sahombu, 5(4), 566–578. Retrieved from https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/JMS/article/view/6607

Yue, P., Korkmaz, A. G., Yin, Z., & Zhou, H. (2022). The rise of digital finance: Financial inclusion or debt trap? Finance Research Letters, 47, 102604. https://doi.org/10.1016/j.frl.2021.102604

Sumber Website

Kilas balik 2023, lebih dari 1.600 pinjol ilegal dihentikan PASTI dan OJK | tempo.co. (n.d.). Retrieved June 17, 2025, from https://www.tempo.co/ekonomi/kilas-balik-2023-lebih-dari-1-600-pinjol-ilegal-dihentikan-pasti-dan-ojk-102059

Nestapa ibu terjerat pinjol ilegal - digitalMamaID. (n.d.). Retrieved June 17, 2025, from https://digitalmama.id/2024/08/nestapa-ibu-terjerat-pinjol-ilegal/




DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v5i4.1753