Peningkatan Kesadaran Anggota KWT Kenanga dalam Mengolah Limbah Sayuran Menjadi POC dengan Galon Bekas
Abstract
The problem of poorly managed household vegetable waste negatively impacts the environment and public health. Organic waste management through the utilization of vegetable waste into liquid organic fertilizer (POC) is an environmentally friendly solution and has added value for the community. This community service aims to increase the awareness and skills of members of the Kenanga Women's Farmers Group (KWT), Tegalkenongo RT 02, Tirtonirmolo, Bantul, in managing household organic waste by utilizing used gallons as a fermentation medium. The implementation method includes preparation, counseling, training and evaluation. This community service activity was carried out in December 2024 and was attended by 33 active members of the Kenanga Women's Farmers Group. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of household organic waste management and their ability to make liquid organic fertilizer (POC) independently. This is indicated by an average increase in post-test scores of 25% compared to the pre-test. The majority of participants (95%) stated that after this community service, they understood the benefits of POC. Furthermore, there was high enthusiasm from members of the Kenanga Women Farmers Group (KWT) (90%) in the hands-on practice of making POC, demonstrated through active participation and a desire to continue the activity regularly (85%). This activity also generated a sense of concern among members for the environment (92%). This community service activity can be replicated in other communities as a model for environmentally-based community empowerment.
ABSTRAK
Permasalahan limbah sayuran rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pengelolaan limbah organik melalui pemanfaatan limbah sayuran menjadi pupuk organik cair (POC) merupakan salah satu solusi yang ramah lingkungan dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga, Tegalkenongo RT 02, Tirtonirmolo, Bantul, dalam mengelola limbah organik rumah tangga dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media fermentasi. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, penyuluhan, pelatihan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Bulan Desember 2024 dan diikuti oleh 33 orang anggota aktif Kelompok Wanita Tani Kenanga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga dan kemampuan membuat pupuk organik cair (POC) secara mandiri. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan skor post-test rata-rata sebesar 25% dibandingkan pre-test. Sebagian besar peserta (95%) menyatakan setelah adanya pengabdian ini mengetahui manfaat POC. Selain itu, terdapat antusiasme tinggi dari anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga (90%) dalam praktik langsung pembuatan POC, yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dan keinginan untuk melanjutkan kegiatan secara rutin (85%). Kegiatan ini juga menghasilkan rasa kepedulian anggota terhadap lingkungan (92%). Kegiatan pengabdian ini dapat direplikasi di komunitas lain sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Antriyandarti, E., dkk. (2024). Efek karakteristik sosial ekonomi dan risk awareness rumah tangga dalam pengelolaan sampah di perkotaan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(5), 1127–1134.
Dedy, & Evizal. (2021). Pembuatan dan upaya peningkatan kualitas pupuk organik cair. Jurnal Agrotropika, 20(2), 68–80.
Dewi, A. F. D., dkk. (2025). Eco-farming revolution: Pemanfaatan limbah cair tahu sebagai pupuk organik cair unggulan. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 1063–1068. Diakses dari https://jerkin.org/index.php/jerkin
Fauzan, S., dkk. (2023). Peningkatan ekonomi desa melalui pemberdayaan masyarakat dalam pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(4), 483–491. https://doi.org/10.37478/abdika.v3i4.3217
Gaina, C. D., dkk. (2020). Pemanfaatan limbah organik sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair pertanian di Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT. Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan, 5(2), 126–134.
Irma, dkk. (2022). Partisipasi perempuan dalam pengelolaan lingkungan. UNM Environmental Journals, 5(2), 22–28. https://doi.org/10.26858/uej.v5i2
Jupri, A., dkk. (2023). Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk cair dengan proses fermentasi menggunakan EM4 di Desa Paok Pampang Kecamatan Sukamulia Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(4).
Kariri, M. B., dkk. (2023). Pemberdayaan masyarakat melalui pembuatan pupuk organik cair di Desa Bulotalangi (Community emprowerment through manufacturing liquid organic fertilizer in Bulotalangi Village). Jurnal CARE: Jurnal Resolusi Konflik, CSR, dan Pemberdayaan, 8(2), 69–75.
Larasati, & Santoso. (2024). Jaringan pengelolaan sampah rumah tangga sebagai bentuk transisi ekonomi sirkular di Kota Surabaya. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(1), 248–257.
Putra, & Ratnawati. (2019). Pembuatan pupuk organik cair dari limbah buah dengan penambahan bioaktivator EM4. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 11(1), 44–56.
Rohmadi, M., dkk. (2022). Pembuatan pupuk organik cair dan kompos dari limbah organik rumah tangga. Jurnal Ilmu Lingkungan, 20(4), 880–8866.
Widyabudiningsih, dkk. (2021). Pembuatan dan pengujian pupuk organik cair dari limbah kulit buah-buahan dengan penambahan bioaktivator EM4 dan variasi waktu fermentasi. Indonesian Journal of Chemical Analysis, 4(1), 30–39. Diakses dari https://journal.uii.ac.id/IJCA
DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v5i4.1689
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



