Penyuluhan Peningkatan Poduktivitas yang ramah lingkungan dan Pemasaran sertifikasi kakao di Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar

Wahyu Adha -
Mujirin Yamin -

Abstract


Wilayah Kecamatan Anreapi adalah salah satu wilayah di Kabupaten Polewali Mandar yang mendapatkan  program bantuan atau dukungan faktor – faktor produksi atau input untuk pengembangan kakao. Berbagai macam input yang dimaksud, yaitu bibit unggul / entres, pupuk dasar, upah tenaga kerja, alat perkebunan dan pengendalian hama, Pemerintah daerah juga memberikan biaya pemberdayaan petani, jaminan bank, sertifikasi lahan milik petani, pelatihan petani dan tenaga pendamping.

 

Jumlah luas lahan dan prosduksi kakao di Kecamatan Anreapi cukup besar dan  memberikan kontribusi  terhadap perolehan pendapatan daerah di Kabupaten Polewali Mandar. Bersadasarkan data statistik dari BPS Polewali Mandar diperoleh informasi perkembangan  kakao di Kecamatan Anreapi tahun 2019 adalah ; Luas Lahan 4.942 Ha, total produksi 2.657 ton dengan produktivitas sebesar  614 kg/ha dan jumlah petani sebanyak 3.269 orang. 

Kegitatan Pengabdian ini dilakkukan dengan metode penyuluhan yang  dilaksanakan bersama kelompok tani dari kecamatan Anreapi sebagai mitra kegiatan. Penyuluhan dilakukan pada hari sabtu tanggal 28 Desembar 2019, bertempat di rumah ketua kelompok tani Cinta Maju yang berlokasi pada di kelurahan Anreapi Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat

Kata Kunci  : Bantuan Sumberdaya, Produktivitas dan Kesejahteraan petani, Sertifikasi kakao

 

 


Full Text:

PDF

References


Aziza, T. N. (2009). Menilik Kebijakan Pembangunan Pertanian. LAN, Samarinda.

Badan Pusat Statistik. (2015). Produksi Tanaman Perkebunan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Tanaman di Provinsi Sulawesi Barat. BPS Provinsi Sulawesi Barat.

Badan Pusat Statistik. (2015). Ringkasan Eksklusif Luas Lahan dan Penggunaannya di Provinsi Sulawesi Barat. BPS Provinsi Sulawesi Barat.

El Anshori, T., Yudi, T., & Karyana, A. (2012). Kebijakan Publik yang Partisipatif dan Komunikatif. Jurnal Kebijakan Publik, 3(2).

Fanani, Z. (2017). Pembangunan Sumberdaya Berkelanjutan. Penerbit Universitas Muhammadiyah, Malang.

Gockowski, J., Afari, S. V., Bruce Sarpong, D., Osei-Asare, Y. B., Dziwornu, A. K. (2011). Increasing Income of Chamaian Cocoa Farmers: Is Introduction of Fire Flavoure Cocoa a Viable Alternative. Quarterly Journal of International Agriculture, 50(2).

Halta, M., & Syamsuddin. (2014). Analisis Potensi dan peluang Pengembangan Kakao di Sulawesi Barat. Jurnal Agros, 16.

Idris, A., Rasaki, K., Thomas, F. O., & Bakare, H. (2013). Analysis of Pesticide Us in Cocoa Production in Obafemi Owade Local Goverment Area of Ogun State, Nigeria Journal of Biology, Agriculture and Healthcare, 3(5).

Kaiya Putri, I., Clark, I. (2013). Analisis Pendapatan Petani Kakao Di Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal EMBA, 1(4).

Elchinger, M., Moriarty, K., Hill, G., & Kats, J. (2014). Cocoa Intencification in Sulawesi: A Green Prosperity Model Proyect. Nasional Renewable Energi Laboratory.

Monde, A. (2009). Dedradasi Stok Karbon (c) Akibat Alih Guna Lahan Hutan Menjadi Kakao di Das Napu, Sulawesi Tengah. Jurnal Agroland.

Mukhlishab, N., Saleh, A., & Sadono, D. (2014). Aktivitas Komunikasi Organisasi dan Kinerja Pendamping dalam Program Gerakan Natural Kakao di Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Komunikasi Pembangunan, 12(2).

Nofelman, T., Karim, A., & Anhar, A. (2012). Analisis Kesesuaian Lahan Kakao di Kabupaten Simeulue. Jurnal Manajemen kesesuaian Lahan, 1(1).

Nugroho, R. (2008). Public Policy. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Saputra, A. (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kakao Di Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Penelitian Univ. Jambi Serc Sains.

Tosam Ngoang, J., Godfrey, F., & Nyimanted. (2013). An Analysis of the Social-Economic Determinant of Cocoa Production in Meme Dvision Cameroon. Greener Jurnal of Bisness and Management Studies, 3(1).




DOI: https://doi.org/10.59818/jpm.v2i1.136