PENDEKATAN TERAPI RELASIONAL STEPHEN A. MITCHELL BERBASIS KASIH KRISTUS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK ANAK INKLUSIF DI YAYASAN HOUSE OF FAITH

Eras Manno - Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta
Ruth Anna Marietta Sianturi - Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta
Romika Romika - Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way Jakarta

Abstract


The management of inclusive children has largely focused on physical-mechanistic approaches, often overlooking the emotional and relational dimensions that contribute to psychomotor development. This study aimed to analyze the implementation of Stephen A. Mitchell’s relational therapy approach based on Christ’s love in improving the psychomotor abilities of inclusive children at the House of Faith Foundation. This qualitative study employed a case study design using observations, interviews with parents and therapists, and documentation, with data analyzed through triangulation. The findings revealed that warm relationships, unconditional acceptance, and Agape love created a sense of security, reduced anxiety and muscle rigidity, and improved both gross and fine motor skills as well as children’s independence. The study concludes that Christ-centered relational therapy effectively enhances psychomotor development while strengthening self-esteem, self-confidence, and the emotional stability of inclusive children.

 

ABSTRAK

Pendekatan penanganan anak inklusif masih didominasi aspek fisik-mekanistik sehingga sering mengabaikan dimensi emosional dan relasional yang berperan dalam perkembangan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan terapi relasional Stephen A. Mitchell berbasis Kasih Kristus dalam meningkatkan kemampuan psikomotorik anak inklusif di Yayasan House of Faith. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara dengan orang tua dan guru terapi, serta dokumentasi yang dianalisis menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang hangat, penerimaan tanpa syarat, dan kasih (Agape) menciptakan rasa aman, mengurangi kecemasan dan rigiditas otot, serta meningkatkan kemampuan motorik kasar, motorik halus, dan kemandirian anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi relasional berbasis Kasih Kristus efektif mendukung perkembangan psikomotorik sekaligus memperkuat harga diri, kepercayaan diri, dan kestabilan emosional anak inklusif.


Keywords


Relational Therapy, Stephen A. Mitchell, Christ's Love, Psychomotor Skills, Inclusive Children, Inclusive Education. ; Terapi Relasional, Stephen A. Mitchell, Kasih Kristus, Psikomotorik, Anak Inklusif, Pendidikan Inklusif.

Full Text:

PDF

References


Aristi, I. P. S. (2019). Upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tingkat sekolah dasar Kabupaten Probolinggo.

Astuti, R. F., & Putri, K. A. (2024). Peran pendidikan inklusif: Strategi dan tantangan dalam penghapusan diskriminasi terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 8(2), 109–119.

Barsness, R. E. (2017). Core competencies of relational psychoanalysis: A guide to practice, study and research. Routledge.

Beši?, E. (2020). Intersectionality: A pathway toward inclusive education? Prospects, 49(3), 111–122.

Edström, K., Gardelli, V., & Backman, Y. (2024). Inclusion as participation: Mapping the participation model with four different levels of inclusive education. International Journal of Inclusive Education, 28(12), 2940–2957.

Hamzah, F., Tahir, S., & Miyodu, W. (2025). Pentingnya toleransi dan empati dalam pendidikan anak usia dini inklusif. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(2), 296–301.

Kurniawati, A. (2021). Strategi pengembangan kemampuan psikomotorik anak berpendidikan inklusi di sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(2), 145–158.

Mitchell, S. A. (2022). Relationality: From attachment to intersubjectivity. Routledge.

National Research Council & Institute of Medicine. (2000). From neurons to neighborhoods: The science of early childhood development. National Academies Press.

Praptiningrum, N. (2010). Fenomena penyelenggaraan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. JPK (Jurnal Pendidikan Khusus), 7(2).

Prasetya, B., & Gunawan, I. (2020). Implementasi nilai-nilai Kristiani dalam pendidikan anak.

Qvortrup, A., & Qvortrup, L. (2018). Inclusion: Dimensions of inclusion in education. International Journal of Inclusive Education, 22(7), 803–817.

Rasyid, H. (2015). Membangun generasi melalui pendidikan sebagai investasi masa depan. Jurnal Pendidikan Anak.

Rendra, K. E. M. D., Sari, P. R. J., Arniti, N. K., & Srikandi, M. B. (2026). Pendekatan komunikasi interpersonal guru dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran anak berkebutuhan khusus di Pusat Pelayanan Disabilitas Denpasar. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 4950–4957.

Sandage, S. J., & Strawn, B. D. (2012). Relational spirituality and psychotherapy. American Psychological Association.

Silfiasari. (2017). Empati dan pemaafan dalam hubungan pertemanan siswa regular kepada siswa berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusif. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 5(1), 126–143.

Suryana, D. (2022). Stimulasi perkembangan anak usia dini. Kencana.

Widiastuti, A. A. (2019). Analisis perkembangan motorik kasar pada anak inklusi melalui terapi.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v6i1.3070

Citation Format:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Alamat Kantor

Komplek Purimelia Asri Blok C 3 No 17 Desa Bojong Emas Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung.

Telpon (022) 873 553 70, HP 081 57000 699

Pembayaran

Rekening Bank Republik Indonesia (BRI) an CV. WIdina Media Utama, 110701000573565.

Sinta Google Scholar