PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL TEKSTUR ANAK USIA 3–4 TAHUN MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS SENSORY PLAY
Abstract
This study aims to enhance texture recognition skills among children aged 3–4 years through the implementation of sensory play-based learning at PAUD Langkah-Langkah Mungil Banjarnegara. The research adopts a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, involving 20 children from the Bee group as participants. Data were collected through structured observations focusing on three key indicators: the ability to identify types of textures, distinguish texture characteristics, and provide examples of textured objects. Data analysis was carried out quantitatively by calculating the percentage of achievement in each cycle and supported by qualitative descriptions of the learning process. The findings reveal a substantial improvement across all indicators, with the ability to identify textures increasing from 47% to 98%, distinguish textures from 45% to 95%, and provide examples from 40% to 80%. These results indicate that sensory play effectively promotes interactive and engaging learning experiences grounded in direct sensory involvement, thereby enhancing children’s participation and supporting cognitive development in early childhood education.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal tekstur pada anak usia 3–4 tahun melalui penerapan media pembelajaran berbasis sensory play di PAUD Langkah-Langkah Mungil Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan 20 anak kelompok Bee sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur yang mengukur tiga indikator utama, yaitu kemampuan menyebutkan jenis tekstur, membedakan karakteristik tekstur, serta memberikan contoh benda yang memiliki tekstur tertentu. Analisis data dilakukan secara kuantitatif melalui perhitungan persentase ketercapaian pada setiap siklus dan diperkuat dengan deskripsi kualitatif terhadap proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator, yaitu kemampuan menyebutkan jenis tekstur meningkat dari 47% menjadi 98%, membedakan tekstur dari 45% menjadi 95%, serta memberikan contoh benda bertekstur dari 40% menjadi 80%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa media sensory play efektif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan berbasis pengalaman langsung, sehingga mampu meningkatkan keterlibatan anak sekaligus mengembangkan kemampuan kognitif dalam mengenal tekstur pada pendidikan anak usia dini.Keywords
Full Text:
PDFReferences
Apriyani, N. (2021). Metode bermain dalam pembelajaran anak usia dini. Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5(2), 126–140. https://doi.org/10.19109/ra.v5i2.8933
Cahyani Kusuma, T., Boeriswati, E., & Supena, A. (2023). Peran guru dalam meningkatkan berpikir kritis anak usia dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(3), 413–420. https://doi.org/10.31004/aulad.v6i3.563
Devina, F., Nurdin, E. S., Ruyadi, Y., Kosasih, E., & Nugraha, R. A. (2023). Penguatan karakter Pancasila anak usia dini melalui kearifan budaya lokal: Sebuah studi literatur. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 6259–6272. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.4984
Fahmi, F., Syabrina, M., Sulistyowati, S., & Saudah, S. (2020). Strategi guru mengenalkan konsep dasar literasi di PAUD sebagai persiapan masuk SD/MI. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 931–940. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i1.673
Hafiza, H., Fitriani, W. R., & Mariyani, T. (2024). Peningkatan kemampuan kognitif anak usia dini melalui berbagai media pembelajaran. Abata: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4(2), 154–167. https://doi.org/10.32665/abata.v4i2.3391
Muarifah, L., Suryani, N., & Gunarhadi, G. (2017). Penggunaan media game digital pada anak usia dini. Teknodika, 15(2), 51. https://doi.org/10.20961/teknodika.v15i2.34746
Mubasyaroh, M. (2016). Model of religious study and moral values in TK Putra Harapan Nalumsari Jepara. Ta’dib, 21(2), 191. https://doi.org/10.19109/td.v21i2.1029
Nainggolan, A. M., & Daeli, A. (2021). Analisis teori perkembangan kognitif Jean Piaget dan implikasinya bagi pembelajaran. Journal of Psychology “Humanlight,” 2(1), 31–47. https://doi.org/10.51667/jph.v2i1.554
Rohani, G. A. (2018). Pengaruh televisi (TV) terhadap aspek-aspek perkembangan anak usia 3–4 tahun. Jurnal Pendidikan Anak, 4(2). https://doi.org/10.21831/jpa.v4i2.12355
Sari, B. M., & Suyadi, S. (2024). Permainan bola estafet sebagai media pembelajaran pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 5(1), 2049–2058. https://doi.org/10.21831/jpa.v2i2.3047
Qiptiyah, T. M. (2024). Teori perkembangan kognitif anak (Vygotsky). Childhood Education: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 204–220. https://doi.org/10.53515/cej.v5i1.5894
Wahyuni, I. (2022). Analisis literasi numerasi berdasarkan gaya belajar pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Yuzni, S. Z., Zulfikar, A., Rani, C. M., & Barlian, E. (2024). Desain ruang spasial anak berdasarkan bentuk, warna, dan tekstur: Anak usia dini. JAUR (Journal of Architecture and Urbanism Research), 8(1), 175–181. https://doi.org/10.31289/jaur.v8i1.13009
DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v6i2.2734
.png)



