RELEVANSI TAFSIR DAN HADIS TARBAWI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI ERA DIGITAL

Lia Amalia - Universitas Islam Nusantara Bandung
Iskandar Mirza - [email protected]

Abstract


Background: Student character building in the digital era faces massive moral disruption and spiritual identity crisis. Research Objectives: This article aims to analyze the relevance of Tafsir and Hadith Tarbawi as ethical and pedagogical foundations in character building in the digital era. Methods: This study uses a descriptive qualitative approach with a library research method analyzing primary Islamic texts and contemporary educational literature. Results: Findings show that tabayyun and muraqabah values in Tafsir Tarbawi function as information filters, while the methods of example (uswah) and self-purity (iffah) in Hadith Tarbawi provide practical guidelines for digital behavior. Conclusion: Integrating authoritative Islamic sources into digital education is capable of forming digital piety that balances intellectual intelligence with moral

ABSTRAK

Latar Belakang: Pembentukan karakter peserta didik di era digital menghadapi tantangan disrupsi moral dan krisis identitas spiritual yang masif. Tujuan Penelitian: Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi Tafsir dan Hadis Tarbawi sebagai fondasi etika dan pedagogis dalam pembentukan karakter di era digital. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang menganalisis teks primer Islam dan literatur pendidikan kontemporer. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa nilai tabayyun dan muraqabah dalam Tafsir Tarbawi berfungsi sebagai filter informasi, sementara metode keteladanan (uswah) dan kesucian diri (iffah) dalam Hadis Tarbawi memberikan pedoman praktis bagi perilaku digital. Kesimpulan: Integrasi sumber otoritatif Islam ke dalam pendidikan digital mampu membentuk kesalehan digital (digital piety) yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kematangan akhlak.


Keywords


Digital Age, Tarbawi Hadith, Character, Digital Piety, Tarbawi Interpretation / Era Digital, Hadis Tarbawi, Karakter, Kesalehan Digital, Tafsir Tarbawi

Full Text:

PDF

References


Buku

Abdullah, A. (2021). Pendidikan agama Islam di era digital. Bandung: Pustaka Setia.

Azra, A. (2019). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta: Kencana.

Kamba, M. N. (2018). Kids zaman now menemukan kembali Islam. Tangerang Selatan: Pustaka IIMaN.

Mujib, A., & Mudzakir, A. (2020). Pendidikan karakter: Landasan, pilar, dan implementasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Nursyam, F. (2021). Tafsir tarbawi: Tafsir tematik pendidikan karakter. Jakarta Timur: Al-I’tishom Cahaya Umat.

Shihab, M. Q. (2020). Tafsir al-Mishbah: Pesan-pesan pendidikan dalam al-Qur’an. Tangerang Selatan: PT Lentera Hati.

Bab dalam Buku Suntingan

Ikhwan, M. (2019). Ulama dan konservatisme Islam publik di Bandung: Islam, politik identitas, dan tantangan relasi horizontal. Dalam I. Burdah (Ed.), Ulama, politik, dan narasi kebangsaan (hlm. xx–xx). Yogyakarta: PusPIDeP.

Artikel Jurnal

Adzkia, A., Nirwani, W. S., Yatima, D., Arief, A., & Nurdiansyah, N. (2025). Integrasi psikologi Islam dan pendidikan Islam dalam menghadapi krisis akhlak di era digitalisasi. Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam, 23(2), 314–323.

Alwizar, S., et al. (2021). Analisis systematic literature review tafsir tarbawi: Implementasi tafsir tarbawi pada pendidikan Islam. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 7(4), 729–737.

Arif, M. (2024). Tantangan dan peluang dalam inovasi pembelajaran Islam di era digital. Jurnal Tahsinia, 5(6), 918–927.

Burhanuddin, Samudra, B. A., Amin, M., & Salminawati. (2025). Filsafat pendidikan Islam di era digital: Membangun karakter religius di tengah arus teknologi. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 5443–5451.

Cichocka, A. (2016). Understanding defensive and secure in-group positivity: The role of collective narcissism. European Review of Social Psychology, 27(1), 283–317.

Effendy, E., Sari, A., Ritonga, S., & Bako, S. M. (2023). Konsep tabayyun terhadap pemberitaan melalui media sosial YouTube sebagai media dakwah di masyarakat. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 9067–9076.

Eryandi, E. (2023). Integrasi nilai-nilai keislaman dalam pendidikan karakter di era digital. Kaipi: Kumpulan Artikel Ilmiah Pendidikan Islam, 1(1), 12–16.

Faisal, M. (2022). Penguatan nilai-nilai pendidikan karakter melalui kisah-kisah Al-Qur’an perspektif tafsir tarbawi. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 18(1), 34–45.

Fauzi, A. (2022). Tabayyun sebagai landasan teologis literasi digital: Menelusuri relevansi ajaran Islam dengan kompetensi digital. Journal of Islamic Education Studies, 10(1), 78–96.

Janah, F., & Yusuf, A. (2020). Etika komunikasi di media sosial melalui prinsip SMART (Salam, ma’ruf, dan tabayyun) perspektif Al-Qur’an. JAWI, 3(2), 111–125.

Kulsum, U., & Muhid, A. (2022). Pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam di era revolusi digital. Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 12(2), 157–170.

Marchlewska, M., et al. (2019). In search of an imaginary enemy: Catholic collective narcissism and the endorsement of gender conspiracy beliefs. The Journal of Social Psychology, 159(6), 766–779.

Mirza, I., & Siroj, S. A. (2025). Analisis tafsir tarbawi dalam pendidikan karakter: Studi literatur tentang konsep, prinsip, dan implementasi. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi, 5(1).

Mufid, A., & Fauzi, A. M. (2021). Penguatan pendidikan agama Islam di sekolah menengah pertama melalui pendekatan pembelajaran berbasis teknologi. Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 215–232.

Nasir, M., & Sunardi. (2025). Reorientasi pendidikan Islam dalam era digital: Telaah teoritis dan studi literatur. Al-Rabwah: Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(1), 59–66.

Pitri, D., Somad, M. A., & Firmansyah, M. I. (2021). Penguatan etika digital melalui materi “Adab menggunakan media sosial” pada mata pelajaran PAI. Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam, 18(1), 12–25.

Putra, R. (2024). Metode pendidikan perspektif Al-Qur’an (konstruksi ideal tafsir tarbawi tentang metode pendidikan). Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(3), 9780–9788.

Salisah, S. K. (2024). Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran PAI di sekolah. Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam, 18(1), 30–42.

Sari, M., & Asmendri. (2020). Penelitian kepustakaan (library research) dalam penelitian pendidikan IPA. Natural Science, 6(1).

Suryadarma, Y., & Haq, A. H. (2020). Integrasi nilai-nilai hadits tarbawi dalam kurikulum pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 45–60.

Yemmardotillah, M., Indria, A., Asrizallis, & Indriani, R. (2024). Tantangan dan peluang pendidikan agama Islam di era Society 5.0. Malewa: Journal of Multidisciplinary Educational Research, 2(2), 75–87.

Zaenuri, A. (2020). Pembuatan buku ajar hadis tarbawi sebagai usaha peningkatan pemahaman bagi mahasiswa. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama dan Pemberdayaan, 20(2), 191–206.

Sumber Online

Hidayat, R., & Khalika, N. N. (2019). Bisnis dan kontroversi gerakan Indonesia tanpa pacaran. tirto.id. https://tirto.id/bisnis-dan-kontroversi-gerakan-indonesia-tanpa-pacaran-cK25




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v6i1.2701