Faktor Penyebab Perilaku Membolos dan Peran Layanan Bimbingan dan Konseling Pada Peserta Didik

Nasarius Sanga - Universitas Katolik Widya Mandira Kupang
Rosa Bulor - Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

Abstract


Truancy remains a common problem in secondary schools, including in class XII B3 of SMA Negeri 3 Kupang City. This behavior not only disrupts the learning process but also impacts discipline, academic achievement, and student-teacher relationships. This study aims to analyze the factors causing truancy and examine the role of Guidance and Counseling (BK) services in addressing this behavior. The study used a descriptive qualitative approach, with five students who had previously skipped school and one BK teacher as subjects. Data collection techniques were conducted through semi-structured interviews and light observations in the school environment. The results showed that truancy was influenced by four main factors: lack of motivation to learn certain subjects, the influence of peer groups, boredom with the busy class schedule, and personal problems within the family environment. BK services have played a role through individual counseling, attendance monitoring, and collaboration with homeroom teachers, but their implementation has not been optimal due to time constraints and the large number of students. This study emphasizes the importance of more intensive, collaborative, and prevention-oriented BK services to minimize truancy in schools.

ABSTRAK

Perilaku membolos pelajaran masih menjadi permasalahan yang cukup sering terjadi di sekolah menengah, termasuk di kelas XII B3 SMA Negeri 3 Kota Kupang. Perilaku ini tidak hanya mengganggu proses pembelajaran, tetapi juga berdampak pada kedisiplinan, prestasi akademik, serta hubungan peserta didik dengan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab perilaku membolos pelajaran dan mengkaji peran layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani perilaku tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek lima peserta didik yang pernah melakukan tindakan membolos dan satu guru BK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi ringan di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku membolos dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu kurangnya motivasi belajar pada mata pelajaran tertentu, pengaruh pergaulan teman sebaya, kejenuhan terhadap jadwal pelajaran yang padat, serta permasalahan pribadi di lingkungan keluarga. Layanan BK telah berperan melalui konseling individual, pemantauan kehadiran, dan kerja sama dengan wali kelas, namun pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan waktu dan jumlah peserta didik yang banyak. Penelitian ini menegaskan pentingnya layanan BK yang lebih intensif, kolaboratif, dan berorientasi pada pencegahan sejak dini untuk meminimalkan perilaku membolos di sekolah.

Keywords


students, truancy behavior, guidance and counseling / peserta didik, perilaku membolos, bimbingan dan konseling

Full Text:

PDF

References


Diana, F. E., Pandang, A., & Saman, A. (2023). Perilaku membolos dan penanganannya: Studi kasus pada siswa sekolah menengah pertama di Kabupaten Enrekang. Journal of Education, 3(4), 143–149.

Hisma, S. (2024). Analisis perilaku membolos siswa dan penanganannya. Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan, 5(2), 45–55.

Pranata, D. (2024). Faktor yang mempengaruhi siswa kelas XI membolos di SMKN 5 Semarang (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Ivet Semarang.

Prayitno, E., & Amti, E. (2013). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Sholikhati, B. A. (2024). Implementasi konseling individu untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMK Kesatrian Purwokerto (Skripsi tidak dipublikasikan). Universitas Islam Negeri Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Zayul, M. A., & Harwanti, N. (2019). Mengatasi perilaku membolos melalui konseling individual menggunakan pendekatan behavior dengan teknik self-management pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Tegaldlimo. Sosioedukasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Sosial, 8(2), 134–147.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i6.2413