PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DITINJAU DARI PERSPEKTIF GURU DAN SISWA DI SD INPRES KOTARAJA: STUDI KASUS
Abstract
The Free Nutritious Meal Program (MBG) is an important government initiative to improve nutritional adequacy and students' academic readiness. The implementation of this program in educational institutions often faces challenges related to distribution, food quality, and operational frameworks. The aim of this study is to describe the implementation of MBG at SD INPRES Kotaraja by examining the experiences of educators and students, who act as the primary beneficiaries of the program. Qualitative methodology, particularly case study analysis, was conducted, including comprehensive interviews with 5 educators, 10 students of different genders, and 3 parents, in addition to direct observations of the food distribution process and relevant documentation. The analysis procedures included initial coding, categorization, and theme development. The findings identified four main themes: instability in distribution and logistics, variability in menu quality and suitability, and dynamics.
ABSTRAK
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah yang signifikan untuk memperkuat kecukupan gizi dan meningkatkan kesiapan akademik siswa. Pelaksanaan program ini dalam lembaga pendidikan sering menemui perbedaan yang berkaitan dengan distribusi, kualitas makanan, dan kerangka operasional. Tujuan dari penelitian untuk menjelaskan implementasi MBG di sekolah SD INPRES Kotaraja dengan mengkaji pengalaman para pendidik dan siswa yang berfungsi sebagai penerima manfaat utama dari program ini. Metodologi kualitatif khususnya analisis studi kasus dilakukan mencakup wawancara komprehensif dengan pendidik 5 orang, siswa 10 orang dengan jenis kelamin berbeda dan orang tua 3 orang di samping pengamatan langsung dari proses distribusi makanan dan dokumentasi yang relevan. Prosedur analitis melibatkan pengkodean awal, kategorisasi, dan pengembangan tematik. Temuan mengidentifikasi tema utama yaitu belum stabilnya dalam distribusi dan logistik, variabilitas dalam kualitas dan kesesuaian menu, dinamika perilaku dan pengalaman siswa mengenai penerimaan makanan dan implikasi fungsional MBG pada fokus Pendidikan dan tanggung jawab guru. Investigasi ini membuktikan perlunya peningkatan organisasi logistik, konsistensi dalam kualitas menu, dan tata kelola distribusi makanan yang lebih sistematis untuk mengoptimalkan tujuan program.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adelwais Febriati Yurni, T. S. (2020). Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan. Media Gizi Indonesia, 11(2), 183–190.
Agustini, U. (2025). Efektivitas dan tantangan kebijakan program makan bergizi gratis sebagai intervensi pendidikan di Indonesia. Jurnal Kiprah Pendidikan, 4(3), 362–368. https://doi.org/10.33578/kpd.v4i3.p362-368
Basit, M., & Ramadani, H. (2025). Analisis implementasi program makan bergizi gratis terhadap perkembangan ekonomi. Journal of Economics Development Research, 1(2), 49–54. https://doi.org/10.71094/joeder.v1i2.105
Haryanti, T. S. U. G. M. (2021). School readiness to adopt a school-based adolescent nutrition intervention in urban Indonesia. Public Health Nutrition, 24, S72–S83. https://doi.org/10.1017/S1368980020001299
Ibnu, I. N., Sitanggang, H. D., & Enis, R. N. (2024). Survei kesiapan sekolah dasar negeri di Kota Jambi dalam mengikuti Program Nutrition Goes to School (NGTS) SEAMEO-RECFON. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 8(1), 14–22. https://doi.org/10.22487/ghidza.v8i1.967
Ilham, A., Purwanto, W., Dani Saputra, H., Late Afriza, W., & Hamka. (2023). Korelasi Kurikulum Merdeka terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran dasar-dasar otomotif kelas X TO SMK 1 Dua Koto. MSI Transaction on Education, 4(3). https://doi.org/10.46574/mted.v4i3.119
Karomah, U., Wahyuni, F. C., & Trisnasari, Y. D. (2024). Program penyelenggaraan makan siang sekolah: Studi literatur tentang dampak kesehatan, hambatan, dan tantangan. Salus Cultura: Jurnal Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, 4(1). https://doi.org/10.55480/saluscultura.v4i1.188
Kevin Tambunan, Ridha Nababan, Rimma Anisa Siagian, Roslin Naiborhu, Sintia Harianti, & Jamaludin Jamaludin. (2025). Tinjauan kritis tentang program makan bergizi gratis terhadap produktivitas belajar siswa. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, 2(2), 21–31. https://doi.org/10.62383/katalis.v2i2.1428
Mustika, D., Ambiyar, A., & Aziz, I. (2021). Proses penilaian hasil belajar Kurikulum 2013 di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 6158–6167. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i6.1819
Qomarrullah, R., Suratni, S., Wulandari S, L., & Sawir, M. (2025). Dampak jangka panjang program makan bergizi gratis terhadap kesehatan dan keberlanjutan pendidikan. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 5(2), 130–137. https://doi.org/10.51577/ijipublication.v5i2.660
Republik Indonesia. (2024). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional.
Roziana, R., & Fitriani, F. (2021). Tingkat pengetahuan guru dan pengelola sekolah tentang praktik penyelenggaraan makanan sehat untuk siswa sekolah dasar dengan sistem full-day school di Kota Pekanbaru. Journal of Nutrition College, 10(3), 172–180. https://doi.org/10.14710/jnc.v10i3.30453
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Ed. II). Alfabeta.
Vebrianto, R., Thahir, M., Putriani, Z., Mahartika, I., Ilhami, A., & Diniya. (2020). Mixed methods research: Trends and issues in research methodology. Bedelau: Journal of Education and Learning, 1(2), 63–73. https://doi.org/10.55748/bjel.v1i2.35
Widyastuti, S. R. (2013). Pendahuluan pendidikan di Indonesia menerapkan sistem penilaian autentik disesuaikan dengan Kurikulum 2013 (Permendikbud No. 54 Tahun 2013).
DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v6i4.2355
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
.png)








