Penerapan Metode ABA (Applied Behaviour Analysis) Dalam Meningkatkan Kontak Mata Anak Autis di SKh Elok Asri

Firda Tantri - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Reza Abadi - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Dedi Mulia - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Abstract


This research to examine the effectiveness of the Applied Behavior Analysis (ABA) method in improving eye contact skills of children with autism at SKh Elok Asri. The research background is based on the fact that children with autism often face difficulties in social interaction, particularly in maintaining eye contact as a fundamental aspect of communication. The research employed an experimental method using a Single Subject Research (SSR) design with an A-B-A model, consisting of baseline 1 (A1), intervention (B), and baseline 2 (A2). The subject of this study was one elementary-aged child with autism who experienced challenges in eye contact. Data were collected through direct observation and recording of eye contact frequency in 30-minute sessions. The findings indicated a significant improvement in the child’s ability to make eye contact after the implementation of ABA. During baseline 1 (A1), the average frequency of eye contact was 9 times, which increased to an average of 17 times during the intervention phase (B), and remained at an average of 14 times during baseline 2 (A2). The study concludes that ABA is effective in enhancing eye contact skills among children with autism and can serve as an alternative behavioral intervention strategy in special education settings.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode Applied Behavior Analysis (ABA) dalam meningkatkan kemampuan kontak mata anak autis di SKh Elok Asri. Latar belakang penelitian berangkat dari permasalahan anak autis yang cenderung mengalami hambatan dalam keterampilan interaksi sosial, khususnya dalam menjaga kontak mata sebagai salah satu aspek dasar komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain subjek tunggal (Single Subject Research) model A-B-A, yang terdiri dari fase baseline 1 (A1), fase intervensi (B), dan fase baseline 2 (A2). Subjek penelitian adalah seorang anak autis kelas dasar dengan hambatan pada keterampilan kontak mata. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan pencatatan frekuensi kontak mata dalam setiap sesi dengan durasi 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kontak mata setelah penerapan metode ABA. Pada fase baseline 1 (A1) rata-rata frekuensi kontak mata anak adalah 9 kali, meningkat menjadi rata-rata 17 kali pada fase intervensi (B), dan tetap terjaga pada rata-rata 14 kali pada fase baseline 2 (A2). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode ABA efektif dalam meningkatkan kemampuan kontak mata anak autis, serta dapat menjadi alternatif strategi intervensi dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus.

Keywords


ABA (Applied Behavior Analysis) Method, Eye contact, Autism. / Metode ABA (Applied Behavior Analysis), Kontak mata, Anak autis.

Full Text:

PDF

References


Abadiah, S. A. S. A., & Sidik, S. A. (2022). Permainan bowling modifikasi meningkatkan pemahaman instruksi sederhana anak autis. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 1374–1380.

Alves, F. J., Júnior, G. M., Barbosa, R. T. D. A., & de Abreu, L. C. (2020). Applied behavior analysis for the treatment of autism: A systematic review of assistive technologies. IEEE Access, 8, 118664–118671. https://doi.org/10.1109/ACCESS.2020.3004782

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). https://doi.org/10.1176/appi.books.9780890425596

Antony, P. J., Shore, S. M., Grandin, T., Conway, F., Haines, K., & Frey, A. (2015). College for students with disabilities: We do belong. London, UK: Jessica Kingsley Publishers.

Carbone, V. J. (2013). The establishing operation and teaching verbal behavior. The Analysis of Verbal Behavior, 29(1), 45–49. https://doi.org/10.1007/BF03393123

Cooper, J. O., Heron, T. E., & Heward, W. L. (2007). Applied behavior analysis (2nd ed.). Upper Saddle River, NJ: Pearson Education.

Dalton, K. M., Nacewicz, B. M., Johnstone, T., Schaefer, H. S., Gernsbacher, M. A., Goldsmith, H. H., Alexander, A. L., & Davidson, R. J. (2005). Gaze fixation and the neural circuitry of face processing in autism. Nature Neuroscience, 8, 519–526.

Dawson, G., Toth, K., Abbott, R., Osterling, J., Munson, J., Estes, A., & Liaw, J. (2004). Early social attention impairments in autism: Social orienting, joint attention, and attention to distress. Developmental Psychology, 40(2), 271–283. https://doi.org/10.1037/0012-1649.40.2.271

Falaah, M. F., Suryadin, A., Safira, A., & Purnamasari, N. (2025). Integrasi Islamic critical thinking dalam pendidikan kontemporer: Upaya meningkatkan kecerdasan berpikir kritis pelajar. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi, 5(3). https://doi.org/10.59818/jpi.v5i3.1677

Hallahan, D. P., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2014). Exceptional learners: An introduction to special education (12th ed.). Boston, MA: Pearson.

Handojo, Y. (2008). Autisme. Jakarta, Indonesia: PT Buana Ilmu Populer Kelompok Gramedia.

Jessy, M., & Diswantika, N. (2019). Efektivitas terapi applied behavior analysis (ABA) terhadap perkembangan bahasa anak berkebutuhan khusus autisme. Jurnal Cakrawala Pendas, 5(2), 161–168.

Judarwanto, W. (2015). Perilaku makan anak sekolah. Picky Eaters Clinic, 1(4), 1–5.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Pusat statistik sekolah luar biasa (1st ed.). Jakarta, Indonesia: Pusdatin Kemendikbud.

Lovaas, O. I. (1987). Behavioral treatment and normal educational and intellectual functioning in young autistic children. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 55(1), 3–9.

Maureza, M. I., Abadi, R. F., & Asmiati, N. (2025). Efektivitas media Count On! dalam meningkatkan pemahaman konsep angka pada anak dengan hambatan intelektual di SLB Negeri Tanjungpandan. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi, 5(2), 105–112. https://doi.org/10.59818/jpi.v5i2.1443

Maurice, C., Green, G., & Luce, S. C. (1996). Behavioral intervention for young children with autism: A manual for parents and professionals. Austin, TX: Pro-Ed.

Meindl, J. N., & Malone, H. C. (2011). Initiating and responding to joint attention bids in children with autism: A review of the literature. Research in Developmental Disabilities, 33(5), 1441–1450. https://doi.org/10.1016/j.ridd.2011.02.005

Mitra, S. (2018). Disability, health and human development. New York, NY: Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1057/978-1-137-53638-9

O’Connor, N., & Hermelin, B. (1991). Savant skills and IQ in autism: A comparative study. Psychological Reports, 68(3), 83–88.

Panggoa, T. S., Sulasminah, D., & Mustafa. (2023). Meningkatkan durasi kontak mata anak autis melalui teknik look and say di sekolah luar biasa. Pinisi Journal of Art, Humanity and Social Studies, 3(2), 45–52.

Resmisari, R. (2016). Penerapan metode ABA (Applied Behavior Analysis) untuk meningkatkan kontak mata pada anak dengan gangguan autis: Sebuah laporan kasus. In Proceedings of the 2nd Psychology & Humanity International Conference (pp. 374–378). Malang, Indonesia: Universitas Muhammadiyah Malang. Retrieved from http://mpsi.umm.ac.id/files/file/374-378%20Rizki%20Resmisari.pdf

Rezieka, G. D., Putro, Z. K., & Fitri, M. (2021). Faktor penyebab anak berkebutuhan khusus dan klasifikasi. ABK Bunayya, 7(2), 50–58.

Rosyadi, Z., & Kasanah, S. U. (2025). Generasi Z dan tantangan moral di era AI: Kajian. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi, 5(2), 10–15. https://doi.org/10.59818/jpi.v5i2.1404

Soeriawinata, R. (2019). Verbal behavior & applied behavior analysis: Membantu anak berkebutuhan khusus berkomunikasi secara efektif. Jakarta, Indonesia: Yayasan Kita dan Buah Hati.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (27th ed.). Bandung, Indonesia: Alfabeta.

Sunanto, J., Takeuchi, K., & Nakata, H. (2005). Pengantar penelitian dengan subjek tunggal. Tsukuba, Japan: CRICED, University of Tsukuba.

Sutadi, R. (2002). Melatih komunikasi pada penyandang autisme dengan menggunakan metode ABA. Jakarta, Indonesia: Klinik Intervensi Dini Autisme Medical Center.

Syawalina, D., & Ningsih, S. R. (2022). Upaya peningkatan kontak mata anak autis dalam interaksi sosial di SLB. Jurnal Pendidikan Khusus dan Inklusif, 6(1), 88–95.

Treffert, D. A. (2009). The savant syndrome: An extraordinary condition. A synopsis: Past, present, future. Philosophical Transactions of the Royal Society B, 364(1522), 1351–1357. https://doi.org/10.1098/rstb.2008.0326

Volkmar, F. R., & Wiesner, L. A. (2021). A practical guide to autism: What every parent, family member, and teacher needs to know (2nd ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

W. Y., R. M., & Munajat, M. (2025). Efektivitas model TGT berbantuan media Wordwall terhadap hasil belajar mata pelajaran humas dan keprotokolan siswa SMK. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi, 5(3), 1–6. https://doi.org/10.59818/jpi.v5i3.1743

Yanti, F., Sidik, S. A., & Mulia, D. (2025). Efektivitas My Totseat dalam meningkatkan toilet training anak cerebral palsy di Skh Al-Kautsar. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi, 5(2). https://doi.org/10.59818/jpi.v5i2.1362

Yuwono, J. (2012). Memahami anak autistik: Kajian teoritik dan empirik. Bandung, Indonesia: Alfabeta.

Zwaigenbaum, L., Bryson, S., & Garon, N. (2013). Early identification of autism spectrum disorders. Behavioural Brain Research, 251, 133–146. https://doi.org/10.1016/j.bbr.2013.04.004




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i5.2004

Citation Format:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Alamat Kantor

Komplek Purimelia Asri Blok C 3 No 17 Desa Bojong Emas Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung.

Telpon (022) 873 553 70, HP 081 57000 699

Pembayaran

Rekening Bank Republik Indonesia (BRI) an CV. WIdina Media Utama, 110701000573565.

Sinta Google Scholar