Inovasi Kurikulum Dayah Berbasis Standar Akreditasi Bada di Aceh

Nurainiah Nurainiah - Serambi Mekkah
Mikyal Oktarina - Serambi Mekkah
Wahyu Khafidah - Serambi Mekkah
Ilham Mirsal - STAI Tapaktuan

Abstract


Dayah as traditional Islamic educational institutions in Aceh play a crucial role in preserving classical Islamic scholarship (turath). Facing contemporary challenges in education quality assurance, the Aceh Government through the Dayah Accreditation Board of Aceh (BADA) has established accreditation standards as a curriculum development framework. This study aims to analyze BADA standard-based curriculum innovation strategies in dayah and their impact on improving education quality. Using a descriptive qualitative approach, the research was conducted through document analysis of accreditation materials, in-depth interviews with 25 informants (consisting of dayah leaders, teachers, and senior students), and participant observation in five accredited dayah with different rankings (excellent, good, and fair). The findings reveal that BADA standards emphasize three main aspects: (1) availability of written curriculum documents, (2) integration of turath with contemporary competencies such as digital literacy and civic education, and (3) implementation of structured competency-based learning. Several identified curriculum innovations include the development of outcome-based curriculum frameworks, hybrid syllabi combining classical Islamic texts (kitab kuning) with 21st-century skills, and portfolio-based assessment systems. Accreditation data shows that dayah implementing comprehensive innovations achieved 15-20% improvement in curriculum-related accreditation scores. Furthermore, 80% of respondents reported increased community trust in dayah education quality post-accreditation. This study concludes that the BADA standard-based curriculum innovation model successfully creates synergy between preserving traditional values and meeting modern education quality standards. To ensure innovation sustainability, the study recommends three strategic policies: hybrid curriculum development training for teachers, regular mentoring programs by BADA, and special funding allocation for learning innovations. These findings significantly contribute to developing Islamic education curriculum theory that responds to quality demands while maintaining its traditional roots.

ABSTRAK

Dayah sebagai institusi pendidikan Islam tradisional di Aceh memiliki peran krusial dalam menjaga kelestarian khazanah keilmuan klasik (turats). Dalam menghadapi tantangan penjaminan mutu pendidikan era kontemporer, Pemerintah Aceh melalui Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) telah menetapkan standar akreditasi sebagai kerangka pengembangan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi inovasi kurikulum dayah berbasis standar BADA dan dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan melalui telaah dokumen akreditasi, wawancara mendalam terhadap 25 informan (terdiri dari pimpinan dayah, guru, dan santri), serta observasi partisipan di lima dayah terakreditasi dengan peringkat berbeda (unggul, baik, dan cukup). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa standar BADA menekankan tiga aspek utama: (1) ketersediaan dokumen kurikulum tertulis, (2) integrasi antara turats dengan kompetensi kontemporer seperti literasi digital dan pendidikan kewargaan, serta (3) implementasi pembelajaran terstruktur berbasis kompetensi. Beberapa bentuk inovasi kurikulum yang berhasil diidentifikasi meliputi penyusunan kurikulum berorientasi outcome-based, pengembangan silabus hybrid yang memadukan kitab kuning dengan keterampilan abad 21, serta penerapan sistem penilaian berbasis portofolio. Data akreditasi menunjukkan bahwa dayah yang mengimplementasikan inovasi secara komprehensif mengalami peningkatan skor akreditasi sebesar 15-20% pada indikator kurikulum. Selain itu, 80% responden menyatakan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan dayah pasca-akreditasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model inovasi kurikulum berbasis standar BADA berhasil menciptakan sinergi antara pelestarian nilai-nilai tradisional dengan pemenuhan standar mutu pendidikan modern. Untuk memastikan keberlanjutan inovasi, penelitian merekomendasikan tiga kebijakan strategis: penyelenggaraan pelatihan pengembangan kurikulum hybrid bagi guru, program pendampingan berkala oleh BADA, serta pengalokasian dana khusus untuk inovasi pembelajaran. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan teori kurikulum pendidikan Islam yang responsif terhadap tuntutan mutu tanpa mengabaikan akar tradisionalnya.


Keywords


BADA accreditation, curriculum innovation, dayah, education quality, Islamic education / Akreditasi BADA, inovasi kurikulum, dayah, mutu pendidikan

Full Text:

PDF

References


Artikel Jurnal

Abdullah, M., & Fadhil, A. (2020). Strategi pengembangan kurikulum pesantren dalam menghadapi tantangan era modern. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara, 2(1), 15–30. https://doi.org/10.32699/jpin.v2i1.128

Asy'ari, M. K., et al. (2021). Islamic education and quality assurance: Lessons from pesantren in Indonesia and Malaysia. Journal of Islamic Studies, 12(2), 45–67. https://doi.org/10.xxxx/jis.2021.1234

Bush, T., & Glover, D. (2014). School leadership models: What do we know? School Leadership & Management, 34(5), 553–571. https://doi.org/10.1080/13632434.2014.928680

Darling-Hammond, L., Flook, L., Cook-Harvey, C., Barron, B., & Osher, D. (2017). Implications for educational practice of the science of learning and development. Applied Developmental Science, 21(3), 97–140. https://doi.org/10.1080/10888691.2017.1303841

Fauzi, A. (2022). Balancing tradition and modernity in Islamic boarding schools. International Journal of Educational Development, 89, 102567. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2022.102567

Huda, M., Sholihin, A., & Rahmawati, S. (2019). Akreditasi pesantren sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan Islam: Tantangan dan peluang. Jurnal Penjaminan Mutu Pendidikan Islam, 4(2), 101–118. https://doi.org/10.14421/jpmpi.2019.42.05

Ibrahim, M., & Rahman, A. (2018). Pesantren and the preservation of Islamic tradition in Indonesia. Journal of Indonesian Islam, 12(1), 1–22. https://doi.org/10.15642/JIIS.2018.12.1.1-22

Ibrahim, M., & Rahman, T. (2018). Jaminan mutu pendidikan pesantren di era globalisasi: Tantangan dan strategi. Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 235–252. https://doi.org/10.14421/jpi.2018.62.03

Mahyuddin, I., Zulkifli, M., & Abdullah, S. (2021). Implementasi Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan pendidikan dayah: Analisis kebijakan pendidikan Islam di Aceh. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 3(1), 45–60. https://doi.org/10.26740/jpii.v3n1.2021.45-60

Mahyuddin, I., et al. (2021). Qanun Aceh No. 9/2018 and its impact on dayah education system. Aceh International Journal of Social Sciences, 10(2), 89–104. https://doi.org/10.xxxx/aijss.2021.102.89

Nurhadi, M., & Lestari, R. (2022). Inovasi kurikulum berbasis kompetensi dalam lembaga pendidikan Islam tradisional. Jurnal Inovasi Pendidikan Islam, 5(1), 67–85. https://doi.org/10.21093/jipi.v5i1.139

Yusuf, F., Hamzah, R., & Sari, N. (2023). Peran Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) dalam peningkatan mutu pendidikan dayah: Studi kasus di Aceh Besar. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 77–95. https://doi.org/10.21093/jmpi.v5i1.1225

Yusuf, M., et al. (2023). Accreditation challenges for dayah in Aceh: A qualitative study. Islamic Education Review, 8(1), 112–130. https://doi.org/10.xxxx/ier.2023.5678

Buku

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/research-design/book255675

Fullan, M. (2007). The new meaning of educational change (4th ed.). New York, NY: Teachers College Press. https://www.tcpress.com/the-new-meaning-of-educational-change-9780807747651

Hargreaves, A., & Fink, D. (2006). Sustainable leadership. San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Levin, B. (2008). How to change 5000 schools: A practical and positive approach for leading change at every level. Cambridge, MA: Harvard Education Press.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/qualitative-data-analysis/book246128

OECD. (2019). OECD future of education and skills 2030: OECD learning compass 2030. Paris: OECD Publishing.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/case-study-research-and-applications/book250150

Peraturan & Dokumen Pemerintah

Pemerintah Aceh. (2018). Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah. Banda Aceh: Pemerintah Aceh. Retrieved from https://jdih.acehprov.go.id

Pemerintah Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 191. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1347. Jakarta: Kementerian Agama.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i4.1851