Nilai-Nilai Goet sebagai Basis Bimbingan Konseling Keluarga: Studi di Manggarai Timur

Abraham Putra - Universitas Katolik Widya Mandira
Wens Nagul - Universitas Katolik Widya Mandira
Rosa Bulor - Universitas Katolik Widya Mandira

Abstract


Local culture serves as a source of life values that can be utilized in various educational contexts, including family guidance and counseling. One such cultural expression of the Manggarai people in East Nusa Tenggara is goet, a form of poetic proverb transmitted through traditional ceremonies and everyday life. This study aims to identify the life values embedded in the local goet tradition and analyze their implications for family guidance and counseling practices. The research employed a descriptive qualitative method with data collected through documentation, interviews, and participatory observation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The findings reveal that the goet tradition contains ten core values: religiosity, health, unity, wisdom, motivation, maintaining good reputation, ancestral connection, inheritance, marriage, and a sense of belonging to the village. These values hold potential as culturally responsive approaches within family counseling practices to enhance identity, harmony, and family resilience. The implications suggest that integrating local cultural values into counseling services offers an effective strategy to develop contextualized and socially relevant guidance practices.

ABSTRAK

Budaya lokal merupakan sumber nilai-nilai kehidupan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai konteks pendidikan, termasuk bimbingan dan konseling keluarga. Salah satu bentuk budaya lokal masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur, adalah goet, yaitu peribahasa puitis yang diwariskan secara turun-temurun melalui upacara adat dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam budaya lokal goet dan menganalisis implikasinya terhadap praktik bimbingan dan konseling keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi partisipatif. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya goet mengandung sepuluh nilai utama, yaitu nilai religius, kesehatan, persatuan, kebijaksanaan, motivasi, menjaga nama baik, hubungan dengan leluhur, pewarisan, pernikahan, dan tentang kampung. Nilai-nilai ini memiliki potensi untuk digunakan sebagai pendekatan dalam bimbingan dan konseling keluarga guna memperkuat identitas, keharmonisan, serta ketahanan keluarga. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal ke dalam praktik bimbingan dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan layanan konseling yang kontekstual dan relevan secara sosial budaya.


Keywords


Goet Family Guidance and Counseling / Goet Bimbingan dan konseling keluarga

Full Text:

PDF

References


Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif (I). Syakir Media Press.

Fitri, M., -AT, A. M., & Triyono, T. (2020). Diskusi nilai etika dari Hadih Maja dalam konseling model KIPAS dengan tema kecakapan sosial. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 5(8), 1093. https://doi.org/10.17977/jptpp.v5i8.13892

Jagom, B., & Juhani, S. (2023). Korelasi peribahasa Neka Behas Neho Kena, Neka Koas Neho Kota pada masyarakat Manggarai dengan sila ketiga Pancasila. Sosiologi, XI(April), 70–80.

Jama, K. B., & Panis, I. C. (2021). The deconstruction of educational values in the Manggarai ethnic Goet Idep in Flores by Yoseph Ngadut. Jurnal Civic Culture, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.22216/jcc.2021.v6i1.173

Jemali, R. (2024). Daftar Go’et Manggarai berdasarkan nilai kehidupan, lestarikan budaya dalam masyarakat. Jurnal Flores.

Nasution, H. S., & Abdillah. (2019). Bimbingan konseling: Konsep, teori dan aplikasinya (R. Hidayat, Ed.; I). Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI).

Nurihsan, A. J. (2010). Bimbingan dan konseling (II). Refika Aditama.

Payong, M. R. (2022). Adaptasi nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan: Studi penggunaan Go’et dalam pendidikan agama Katolik. DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 7(1), 384–400. https://doi.org/10.30648/dun.v7i1.753

Pengelola Web Kemdikbud. (2021). Menilik upaya pelindungan dan pengembangan bahasa daerah dalam seminar internasional. Kemdikbud.go.id. https://www.kemdikbud.go.id/

Salahuddin. (2023). Life values of Manggarai people as reflected in the moral tradition Go’et. Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism, 9(1), 1–22.

Setiyadi, D. B. P., & Herawati, N. (2019). Values of character education in the Javanese local wisdom Paribasan for the youth. Proceedings of the 28th International Conference on Litera, 939–946. https://doi.org/10.24815/.v1i1.14866

Yusra, A., Eliza, R., Munawaroh, Z. A., Amanda, R., Angelica, & Akila, O. R. (2023). Literatur review integritas nilai-nilai budaya Minangkabau dalam bimbingan dan konseling. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2), 1–14.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i2.1489