Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru dan Tenaga Kependidikan di MAN 1 Tanjungbalai
Abstract
This study examines the principal’s methods in improving the performance of teachers and educational staff at MAN 1 Tanjungbalai. The principal implements effective communication approaches, discipline reinforcement, and motivation to enhance collective responsibility for education. Through a familial approach and open discussions, the principal establishes harmonious relationships with teachers and educational staff while encouraging learning innovations by providing guidance, direction, and opportunities for competency development through training, Subject Teacher Consultation (MGMP), workshops, and seminars. To improve the performance of educational staff, the principal applies a two-way communication pattern based on openness and transparency. Information dissemination is carried out through various media, such as staff meetings, circular letters, data boards, oral announcements, and informal communication based on a familial approach. The principal also provides space for educational staff to give feedback and criticism to enhance administrative efficiency and educational services. Through these methods, the principal acts as a facilitator and motivator in creating a conducive work environment, leading to improved teacher and staff performance, ultimately contributing to better education quality at MAN 1 Tanjungbalai.
ABSTRAK
Penelitian ini membahas manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dan tenaga kependidikan di MAN 1 Tanjungbalai. Kepala sekolah menerapkan pendekatan komunikasi yang efektif, pembinaan kedisiplinan, serta pemberian motivasi untuk meningkatkan tanggung jawab kolektif terhadap pendidikan. Melalui pendekatan kekeluargaan dan diskusi terbuka, kepala sekolah membangun hubungan harmonis dengan guru dan tenaga kependidikan, serta mendorong inovasi pembelajaran dengan memberikan arahan, bimbingan, serta peluang peningkatan kompetensi melalui pelatihan, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), workshop, dan seminar. Dalam meningkatkan kinerja tenaga kependidikan, kepala sekolah menerapkan manajemen komunikasi dua arah yang berbasis keterbukaan dan transparansi. Penyampaian informasi dilakukan melalui berbagai media, seperti rapat dinas, serta komunikasi informal berbasis kekeluargaan. Kepala sekolah juga memberikan ruang bagi tenaga kependidikan untuk menyampaikan masukan dan kritik guna meningkatkan efisiensi administrasi dan pelayanan pendidikan. Dengan metode ini, kepala sekolah berperan sebagai fasilitator dan motivator dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, sehingga kinerja guru dan tenaga kependidikan meningkat, berkontribusi pada mutu pendidikan yang lebih baik di MAN 1 Tanjungbalai.Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agusven, T., Kusumah, S., & Satriadi. (2018). Kualitas pelayanan publik sektor pendidikan (studi pelayanan program dana BOS tingkat SMA pada Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang). Jurnal Manajemen dan Bisnis Tanjungpinang, 2(1), 28–39.
Alawiyah, F. (2017). Standar nasional pendidikan dasar dan menengah. Aspirasi, 8(1), 81–92. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v8i1.1256
Amin Irmawan, S. (2023). Kebijakan disiplin dan kode etik pegawai dalam rangka mewujudkan Wakatobi Sentosa. Jurnal Administrasi Publik, 19(1), 50–84. https://doi.org/10.52316/jap.v19i1.133
Ananda, R., & Hayati, F. (2022). Influence of learning strategy and independence learning on the learning outcomes of Islamic education. Journal of Education and Teaching Learning (JETL), 4(2), 140–149. https://doi.org/10.51178/jetl.v4i2.599
Arif, S. (2013). Pemasaran dasar-dasar: Pendekatan manajerial global. Salemba Empat.
Bungin, B. (2011). Penelitian kualitatif. Kencana Predana Media Group.
Djollong, A. F., & Akbar, A. (2019). Peran guru pendidikan agama Islam dalam penanaman nilai-nilai toleransi antar umat beragama peserta didik untuk mewujudkan kerukunan. Al-’Ibrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 8(1).
Fiandi, Y. U., Sudirman, S., & Marzuki, M. (2021). Kualitas layanan pendidikan di SMK Muhammadiyah Braja Selabah Lampung Timur. POACE: Jurnal Program Studi Administrasi Pendidikan, 1(2), 121–128. https://doi.org/10.24127/poace.v1i2.1189
Gandhi, A. M. (2020). Komunikasi interpersonal dalam menjaga kerukunan beragama. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan, 11(2), 54–61. https://doi.org/10.32505/hikmah.v11i2.2541
Khalisatun, N., Abu Hasan, A. R. M., Putri, F. D. M. T., & Nadira, R. K. W. S. (2024). Adaptasi strategi pembelajaran responsif terhadap dinamika siswa. Jurnal Basicedu, 8(5), 3843–3851. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i5.8674
Marendah, R. K. E. (2023). Metodologi penelitian kualitatif. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Mawardi, M. (2019). Optimalisasi kompetensi guru dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran. Jurnal Ilmiah Didaktika: Media Ilmiah Pendidikan dan Pengajaran, 20(1), 69. https://doi.org/10.22373/jid.v20i1.3859
Mulyasa, E. (2003). Menjadi kepala sekolah profesional. Remaja Rosda Karya.
Nurlaila. (2011). Model-model pengembangan pendidikan agama Islam di sekolah/perguruan tinggi. TA’DIB, 16(2), 247–272. https://doi.org/10.19109/td.v16i02.63
Poham, M. M. (2018). Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin pendidikan. Jurnal Ansiru PAI, 3(1), 82–91.
Rahmatulloh, J. (2017). Legalitas kewenangan penyelenggara pendidikan dalam menarik pungutan di satuan pendidikan dasar. Integritas: Jurnal Antikorupsi, 3(1), 137–156. Retrieved from https://acch.kpk.go.id/
Santi, N. (2014). Semangat kerja guru dalam melaksanakan tugas di SMK Negeri Kecamatan Lubuk Basung. Jurnal Administrasi Pendidikan, 2(1), 484.
Soraya, N., Maryamah, Kurnian, N., Nurfaizah, R., & Pratama, I. P. (2024). Islam disiplin kerja di sektor pendidikan. Jurnal PAI Raden Fatah, 6(2), 649–660. Retrieved from https://jurnal.radenfatah.ac.id/
Susanti, S. E. (2016). Spiritual education: Solusi terhadap dekadensi karakter dan krisis spiritualitas di era global. INZAH Online Journal, 1(1), 1–42. Retrieved from https://core.ac.uk/works/78319153
Usman, H. (2015). Kepemimpinan berkarakter sebagai model pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 4(3), 265–273. https://doi.org/10.21831/jpk.v0i3.2749
Wahyu, B. (2016). Urgensi manajemen dalam pengembangan aktivitas dakwah. Komunika, 10(2), 278–291.
Widiarto, A. (2020). Analisis kebijakan pengelolaan guru di Indonesia. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 11(1), 89–103. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v11i1.1525
Zulfikar, A. Y. (2022). Transformasi sosial dan perubahan dayah di Aceh. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Zulhimma. (2015). Upaya peningkatan kompetensi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam. Jurnal Tarbiyah, 22(2), 347–368.
DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i2.1348
.png)



