Evaluasi Program Pembinaan Penghuni Asrama Calasanz di Nekafehan-Atambua Tahun 2024 dan Implikasinya Bagi Program Pengelolaan Asrama
Abstract
This study evaluates the implementation of the coaching program for Calasanz dormitory residents in Nekafehan-Atambua and the impact on the effectiveness of its coaching. Therefore, some of the problems are general problems: How is the implementation of coaching for Calasanz dormitory residents in 2024 and its implications for the coaching program? Specific Problems: How is the planning of the coaching program, the implementation of the coaching program, the evaluation and follow-up of the coaching program, and the implications for the mentoring program? The objectives of this study are: 1). General objective: To determine the implementation of coaching for Calasanz dormitory residents in 2024 and its implications for the mentoring program. 2). Specific Objectives: to determine the planning of the coaching program, the implementation of the coaching program, the evaluation and follow-up of the coaching program and its implications for the mentoring program. The method used in this study is qualitative research with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation studies. The informants in this study were 1) the general manager, 2) the dormitory supervisor and mentor, 3) the dormitory residents. The results of the study showed that coaching for Calasanz dormitory residents was carried out through the stages of planning, implementation, evaluation and follow-up. However, this study only uses qualitative methods so it does not include qualitative analysis of the impact of coaching on changes in the behavior of dormitory residents. The results of this study recommend increasing the number of mentors, optimizing activity schedules, and providing more complete supporting facilities to support the effectiveness of the coaching program.
ABSTRAK
Penelitian ini mengevaluasi penyelenggaraan program pembinaan bagi penghuni asrama Calasanz di Nekafehan-Atambua dan dampak terhadap efektivitas pembinaannya. Maka itu Adapun beberapa permasalahannya yaitu masalah umum: Bagaimana penyelenggaraan pembinaan penghuni asrama Calasanz tahun 2024 dan implikasinya bagi program pembinaan? Masalah Khusus: Bagaimana perencanaan program pembinaan, pelaksanaan program pembinaan, evaluasi dan tindak lanjut program pembinaan, dan implikasi bagi program pendampingan? Adapun tujuan dalam penelitian ini, yaitu: 1). Tujuan umum: Untuk mengetahui penyelenggaraan pembinaan penghuni asrama Calasanz tahun 2024 dan implikasinya bagi program pendampingan. 2). Tujuan Khusus: untuk mengetahui perencanaan program pembinaan, pelaksanaan program pembinaan, evaluasi dan tindak lanjut program pembinaan dan implikasinya bagi program pendampingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah 1) penanggung jawab umum, 2) pembina asrama dan pendamping, 3) penghuni asrama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan bagi penghuni asrama Calasanz diselenggarakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Namun, penelitian ini hanya menggunakan metode kualitatif sehingga belum mencakup analisis kualitatif mengenai dampak pembinaan terhadap perubahan prilaku penghuni asrama hasil penelitian ini merekomendasikan peningkatan jumlah Pembina, optimalisasi jadwal kegiatan, serta penyediaan sarana pendukung yang lebih lengkap untuk menunjang efektifitas program pembinaan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahyari. (2002). Manajemen perencanaan sistem produksi. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Baktiar. (2013). Boarding school dan peranannya dalam pendidikan Islam. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Bungin, B. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Creswell, J. W. (2019). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif dan mixed (IV ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Damiri. (2013). The relationship of job stress with turnover intention and job performance moderating role of OBSE. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 84, 706–710.
Febriansa. (2019). Pembinaan peserta didik sekolah berasrama di SMP Islam Athirah II Makasar (Skripsi). Universitas Negeri Makasar.
Handoko, T. H. (2003). Manajemen personalia dan sumber daya manusia (Cet. 11). Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Islamy, M. I. (2003). Prinsip-prinsip perumusan kebijaksanaan negara. Jakarta: Bina Aksara.
Joseph, dkk. (2017). Model pembinaan mantan pekerja seks komersial di Panti Sosial Bina Karya Kedoya. Jakarta: Insani.
Kriyantono, R. (2020). Teknik praktis riset komunikasi kuantitatif dan kualitatif disertai contoh praktis skripsi, tesis, dan disertasi: Riset media, public relations, advertising, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran. Rawamangun: Prenadamedia Group.
Kustiani, K., & Munawaroh, A. S. (2020). Studi evaluasi pasca huni ditinjau dari aspek fungsional pada bangunan asrama mahasiswa putra (TB2) Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Jurnal Arsitektur, 10(1), 7–18.
Lickona, T. (2012). Mendidik untuk membentuk karakter: Bagaimana sekolah dapat memberikan pendidikan sikap hormat dan bertanggung jawab (J. A. Wamaungo, Penerjemah). Jakarta: Bumi Aksara.
Lika, Duha, S. (2022). Asrama dan pembina asrama: Medan pembentukan karakter mahasiswa (Skripsi). Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia.
Mathis, R. L. (2012). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Salemba Empat.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. ke-36). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mursyid. (2013). Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan CSR pada perusahaan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (Skripsi). Universitas Hasanuddin, Makasar.
Musanef. (2016). Manajemen kepegawaian di Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.
Nurdin. (2018). Peran pembina asrama dalam pelaksanaan program pengembangan kepribadian berbasis keislaman di Asrama Putri MAN 1 Bandar Lampung (Skripsi). Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Pandi. (2021). Peran pembina asrama dalam pembinaan akhlak siswa di SMP Unismuh Makassar (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Makasar.
Purwasasmita, M. (2010). Strategi pendampingan dalam peningkatan kemandirian belajar masyarakat. Diakses dari http://ejournal.upi.edu
Ramadhani, A. S. (2018). Panduan memilih boarding school (yang terbaik dan tepat bagi putra-putri kita). Surabaya: CV. Garuda Mas Sejahtera.
Rayaswala, R. (2018). Model pendampingan tutor dalam meningkatkan motivasi belajar warga belajar Paket C PKBM Gema Kota Tasikmalaya (Skripsi). Universitas Siliwangi Bandung.
Samiaji. (2012). Penelitian kualitatif dasar-dasar. Jakarta: PT Indeks.
Silalahi. (2005). Strategi pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Surabaya: Batavia Press.
Siswoyo, & Fatimah. (2022). Peranan abi dan abla dalam pembinaan siswa di Asrama Semesta Bilingual Boarding School Semarang (Skripsi). Universitas Negeri Semarang.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Kuantitatif, kualitatif, kombinasi, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharto, E. (2005). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Bandung: Refika Aditama.
Sumodiningrat, G. (2009). Membangun perekonomian rakyat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tafsir, A. (2018). Ilmu pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Teknologi Sumatera ITERA. (2023). Arsitektur ekokultur pada sekolah dan asrama Katolik di Kota Salatiga. Jurnal Arsitektur, 10(1), 7–18.
Thoha, M. (2017). Kepemimpinan dalam manajemen. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Jakarta: Pustaka Sinar Grafika.
Zaenuri, A. (2021). Pendidikan karakter melalui konsep boarding school (Ed. 1). Yogyakarta: Bintang Pustaka Madani.
DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i2.1336
.png)



