Pengaruh Red Flags, Time Pressure Dan Audit Tenure Terhadap Kemampuan Auditor Dalam Mendeteksi Kecurangan
Abstract
This study aims to determine the effect of Red Flags, Time Pressure and Audit Tenure on the Auditor's Ability to Detect Fraud. (On Auditors who work at the Public Accounting Firm in the South Jakarta Region in 2022). Data sampling technique through distributing questionnaires directly to respondents using purposive sampling method. The data analysis used was started using Microsoft Office Excel 2019, then data testing was carried out using Smart Partial Least Square (SmartPLS) version 3.2.9. Based on the results of the study, it can be concluded that audit tenure and red flags have a significant positive effect on auditors in detecting fraud, time pressure has a significant negative effect on auditors in detecting fraud, and auditor competence has no effect on auditors in detecting fraud.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Red Flags, Time Pressure dan Audit Tenure Terhadap Kemampuan Auditor dalam Mendeteksi Kecurangan. (Pada Auditor yang Bekerja di Kantor Akuntan Publik Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2022). Teknik pengambilan sampel data melalui penyebaran kuesioner langsung kepada responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah dimulai dengan menggunakan Microsoft Office Excel 2019, selanjutnya dilakukan pengujian data dengan menggunakan Smart Partial Least Square (SmartPLS) versi 3.2.9. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa audit tenure dan red flags berpengaruh positif signifikan terhadap auditor dalam mendeteksi kecurangan, time pressure berpengaruh negatif signifikan terhadap auditor dalam mendeteksi kecurangan, dan kompetensi auditor tidak berpengaruh terhadap auditor dalam mendeteksi kecurangan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
ACFE (2020) menerbitkan Survei Fraud Indonesia, yang memberikan wawasan penting tentang isu kecurangan di Indonesia.
Airlangga Putri, Surya Abbas, dan Muhammadiyah Tangerang (2022) meneliti pengaruh financial distress dan pergantian manajemen terhadap auditor switching dalam karya mereka yang relevan.
Andari, Sebani, dan Kirana (2020) melakukan analisis faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan.
Arnanda, Purba, dan Putri (2022) dalam artikel mereka di Owner, volume 6, nomor 1, halaman 769–780, membahas pengaruh kompetensi, profesionalisme, beban kerja, dan pengalaman auditor terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Penelitian ini dapat diakses melalui DOI: https://doi.org
Astuti dan Sormin (2019) menyelidiki pengaruh independensi, kompetensi, dan profesionalisme auditor internal terhadap kemampuan mendeteksi kecurangan dalam studi kasus di Bank Panin, Bank CIMB Niaga, dan Bank National Nobu. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal yang relevan, volume 13, nomor 2, halaman 123–142. Artikel tersebut dapat diakses melalui DOI: https://doi.org
Azis Pratama, Sukarmanto, dan Purnamasari (2019) juga mengeksplorasi pengaruh red flags dan sistem whistleblowing terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan pada BUMN di Kota Bandung.
Bian Sabatina dan Wahyudin (2021) melakukan analisis pengaruh deteksi dini kecurangan laporan keuangan dengan gender sebagai variabel moderating dalam Jurnal Akuntansi Bisnis, volume 19, nomor 2.
Dewi (2016) meneliti pengaruh red flags, whistleblowing, dan profesionalisme auditor internal terhadap pendeteksian kecurangan laporan keuangan.
Elfia dan Nr (2022) dalam Jurnal Eksplorasi Akuntansi (JEA), volume 4, nomor 1, halaman 178–191, membahas pengaruh pelatihan auditor, tekanan waktu, dan skeptisisme profesional terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan di BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Barat. Artikel ini dapat diakses di http://jea.ppj.unp.ac.id
Fransisco et al. (2019) menjelaskan pengaruh kompetensi, independensi, dan tekanan waktu terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan skeptisisme profesional sebagai variabel intervening.
Ghozali (2014) menyajikan buku Partial Least Squares: Konsep, Teknik Dan Aplikasi Menggunakan SmartPLS 3.0 (edisi kedua), yang menjadi referensi penting dalam penelitian metodologi.
Herawati, Chasanah, Wardani, dan Budiantoro (2022) menganalisis faktor-faktor dalam perspektif fraud triangle terhadap kecurangan pelaporan keuangan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016–2019.
Indriyani dan Luqman Hakim (2021) meneliti pengaruh pengalaman audit, skeptisisme profesional, dan time pressure terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi fraud dalam Jurnal Akuntansi Dan Governance, volume 1, nomor 2, halaman 114–120. Artikel ini tersedia di http://jurnal.umj.ac.id
Larasati dan Puspitasari (2019) membahas pengaruh pengalaman, independensi, skeptisisme profesional auditor, penerapan etika, dan beban kerja terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dalam Jurnal Akuntansi Trisakti, volume 6, nomor 1, halaman 31–42. Artikel tersebut dapat diakses melalui DOI: https://doi.org
Molina dan Wulandari (2018) melakukan penelitian mengenai pengaruh pengalaman, beban kerja, dan tekanan waktu terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan.
Muzdalifah dan Syamsu (2020) mengeksplorasi pengaruh red flags, task specific knowledge, dan beban kerja pada kemampuan auditor dalam mendeteksi fraud dalam Jurnal Ekonomi Pembangunan, volume 6, nomor 2, halaman 92–101.
Pratiwi dan Rohman (2021) meneliti pengaruh independensi, skeptisisme profesional, pengalaman audit, kualitas audit, audit tenure, dan prosedur audit terhadap tanggung jawab auditor dalam mendeteksi kecurangan pada laporan keuangan.
Purba dan Nuryatno (2019) menyelidiki kecerdasan emosional sebagai pemoderasi pengaruh skeptisisme profesional, independensi, time pressure, dan locus of control terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dalam Jurnal Akuntansi Trisakti, volume 6, nomor 2, halaman 325–344. Artikel ini dapat diakses melalui DOI: https://doi.org
Putri, Wirma, dan Sudana (2017) membahas pengaruh fraud audit training, skeptisisme profesional, dan audit tenure pada kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan.
Putu Ardi Stiawan dan Wayan Alit Erlina Wati (2022) meneliti pengaruh independensi, audit tenure, skeptisisme profesional, dan beban kerja terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan, dengan studi kasus di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Bali.
Ridwan et al. (2021) menjelaskan hubungan antara skeptisisme auditor dan dimensi fraud triangle dalam mendeteksi kecurangan dalam Akurasi: Jurnal Studi Akuntansi Dan Keuangan, volume 4, nomor 1. Artikel tersebut dapat diakses melalui DOI: https://doi.org
Ritonga et al. (2020) membahas pengaruh audit tenure terhadap pendeteksian fraudulent financial reporting (Beneish M-score) dengan komite audit sebagai variabel moderasi dalam Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti, volume 5, nomor 1, halaman 2541–4275.
Rosiana, Putra, dan Setiawan (2019) meneliti pengaruh kompetensi auditor independen dan tekanan anggaran waktu terhadap pendeteksian fraud.
Sania, Widaryanti, dan Sukanto (2019) mengeksplorasi hubungan antara skeptisisme profesional, independensi, tekanan waktu, dan pengalaman audit terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan.
Sanjaya (2017) membahas pengaruh skeptisisme profesional, independensi, kompetensi, pelatihan auditor, dan risiko audit terhadap tanggung jawab auditor dalam mendeteksi kecurangan dalam Jurnal Akuntansi Bisnis, volume 15, nomor 1.
Sari dan Adnantara (2019) meneliti pengaruh independensi, kompetensi, red flags, dan tanggung jawab auditor terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dalam Journal Research Accounting (JARAC), volume 01, nomor 1, halaman 63–75.
Sofie dan Nugroho (2018) membahas pengaruh skeptisisme profesional, independensi, dan tekanan waktu terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dalam Jurnal Akuntansi Trisakti, volume 5, nomor 1, halaman 65–80. Artikel tersebut dapat diakses melalui DOI: https://doi.org
Sugiyono (2016) menerbitkan Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, yang menjadi rujukan penting dalam metodologi penelitian.
Sugiyono (2017) juga menerbitkan Metodologi Penelitian yang diedit oleh Sugiyono dalam volume 1.
Syahrani dan Dewi (2022) meneliti red flags sebagai moderating pengaruh intellectual capital terhadap earnings quality dalam Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan, volume 4, nomor 7. Artikel ini dapat diakses di https://journal.ikopin.ac.id
Yuara, Ibrahim, dan Diantimala (2018) membahas pengaruh sikap skeptisisme profesional auditor, kompetensi bukti audit, dan tekanan waktu terhadap pendeteksian kecurangan pada Inspektorat Kabupaten Bener Meriah dalam Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam.
DOI: https://doi.org/10.59818/kontan.v3i2.455
Refbacks
- There are currently no refbacks.
.png)



