Penerapan PSAK 241 pada Akuntansi Agrikultur Bawang Merah di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung

Yati Nurhajati - Universitas Muhammadiyah Bandung
Ujang Wildan - Universitas Muhammadiyah Bandung
Shofura Syahidatulhaq - Universitas Muhammadiyah Bandung
Siti Hanifah - Universitas Muhammadiyah Bandung
Sopyan Agustin - Universitas Muhammadiyah Bandung

Abstract


ABSTRACT

Financial management in small-scale agricultural businesses—particularly those managed by farmer groups—continues to face challenges due to a limited understanding of the Financial Accounting Standards (SAK) for Agriculture. This issue is particularly evident in the application of accounting treatments regarding the recognition, measurement, presentation, and disclosure of biological assets and agricultural produce. This study aims to analyze the extent to which accounting practices in shallot farming businesses in Cimenyan District, Bandung Regency, align with the provisions of PSAK 241 (Agriculture). The agricultural sector is characterized by continuous biological transformation processes, necessitating accounting treatments that reflect the specific nature of biological assets. A qualitative descriptive approach utilizing a case study method was employed. Data were gathered through in-depth interviews with business operators and an examination of production and financial records used in shallot cultivation. The findings reveal a gap between the farmers' record-keeping practices and the requirements of PSAK 241, specifically regarding the recognition and measurement of biological assets at fair value, as well as the presentation and disclosure of financial information. Current record-keeping focuses on cash transactions and operational costs without adequately accounting for biological transformation processes or changes in the value of biological assets. The study recommends enhancing accounting knowledge and providing guidance to farmer groups—specifically regarding the implementation of PSAK 241—to improve the quality of record-keeping and financial information presentation in small-scale agricultural businesses.

 

ABSTRAK

Pengelolaan keuangan pada usaha agrikultur skala kecil, khususnya yang dikelola oleh kelompok tani, masih menghadapi berbagai kendala akibat keterbatasan pemahaman mengenai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Agrikultur. Kondisi tersebut terutama terlihat dalam penerapan perlakuan akuntansi yang meliputi pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan aset biologis serta hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan perlakuan akuntansi agrikultur pada usaha budidaya bawang merah di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dengan ketentuan PSAK 241 tentang Agrikultur. Sektor agrikultur memiliki karakteristik khusus berupa proses transformasi biologis yang berlangsung secara berkelanjutan, sehingga memerlukan perlakuan akuntansi yang sesuai dengan karakteristik aset biologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pelaku usaha serta telaah terhadap catatan produksi dan pencatatan keuangan yang digunakan dalam kegiatan budidaya bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara praktik pencatatan yang dilakukan petani dengan ketentuan PSAK 241, terutama dalam pengakuan dan pengukuran aset biologis berdasarkan nilai wajar, serta penyajian dan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan. Pencatatan yang dilakukan masih berorientasi pada transaksi kas dan biaya operasional tanpa mempertimbangkan karakteristik transformasi biologis serta perubahan nilai aset biologis secara memadai. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pemahaman dan pendampingan akuntansi bagi kelompok tani, khususnya terkait penerapan PSAK 241, guna meningkatkan kualitas pencatatan dan penyajian informasi keuangan pada usaha pertanian skala kecil.


Keywords


PSAK 241, Akuntansi Agrikultur, Aset Biologis, Bawang Merah, Nilai Wajar, FVLCTS

Full Text:

PDF

References


Anggraini, V. R., & Hastuti. (2020). Analisis penerapan PSAK 241 atas aset biologis di PT Perkebunan Nusantara VIII. Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar.

Ariyanto, S., Sukendar, H., & Kurniawati, H. (2014). Penerapan PSAK adopsi IAS 41 Agriculture. Binus Business Review, 5(1), 186–193. https://doi.org/10.21512/bbr.v5i1.1208

Bandung, B. (2018). Cimenyan pilot project pengembangan bawang merah. https://www.balebandung.com/cimenyan-pilot-project-pengembangan-bawang-merah/

Bandung, D. P. K. (2019). Pemkab fokus tingkatkan kualitas bawang merah. https://distan.bandungkab.go.id/berita/78

Batubara, R. H. (2019). Analisis perlakuan akuntansi aset biologis berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 69 tentang agrikultur pada PT Perkebunan Nusantara III Medan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer, 2(2).

Damayanti, L., Gusriati, & Murnita. (2024). Analisis biaya produksi bawang merah di Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Jurnal Research Ilmu Pertanian, 4(1), 46–53. https://doi.org/10.31933/qtg9e255

Direktorat Jenderal Hortikultura, K. P. R. I. (2023). Bawang merah Cimenyan Bandung banjiri pasar jelang Lebaran 2023. https://hortikultura.pertanian.go.id

Falah, I. F. (2025). Analisis penerapan akuntansi akresi pada usaha budidaya ikan lele dengan persyaratan Standar Akuntansi (PSAK) 241 di Kabupaten Mojokerto. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi, 2(6), 200–207.

Febiansyah, D. A., Khairu, M. R., Simanjuntak, R. A., & Pamungkas, Z. D. T. (2026). Analisis kesenjangan pengukuran aset biologis antara Kepmendesa 136/2022 dan PSAK 241 pada Badan Usaha Milik Desa: Perbandingan historical cost dan fair value measurement. Jurnal Akuntansi Kompetif, 9(1), 409–419. https://doi.org/10.35446/akuntansikompetif.v9i1.2617

Fitriyani, F., Leniwati, D., Juanda, A., & Mawardi, F. D. (2025). Analisis aset biologis untuk keberlanjutan usaha pertanian bawang merah berdasarkan PSAK 69. Jurnal Akuntansi Bisnis dan Ekonomi, 11(1), 1–10. https://doi.org/10.33197/jabe.vol11.iss1.2025.2308

Foundation, I. (2024). IAS 41 Agriculture. IFRS Foundation. https://www.ifrs.org/issued-standards/list-of-standards/ias-41-agriculture/

Indonesia, I. A. (2015). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 69: Agrikultur (per 12 Desember 2022 dinomorulangkan menjadi PSAK 241). Dewan Standar Akuntansi Keuangan–IAI.

Indonesia, I. A. (2022). Perubahan penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia. Dewan Standar Akuntansi Keuangan–IAI.

Indonesia, R. S. M. (2018). Standar akuntansi keuangan untuk agrikultur. https://www.rsm.global/indonesia/id/insights/artikel/standar-akuntansi-keuangan-untuk-agrikultur

Jusup, A. H. (2011). Dasar-dasar akuntansi Jilid 1. Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.

Kementerian Keuangan RI, D. K. K. (2021). Perlakuan akuntansi aset biologis menurut SAP dan SAK. https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/ketapang/id/data-publikasi/artikel/3081

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2021). Indeks kualitas lingkungan hidup Indonesia 2021. https://www.menlhk.go.id/site/single_post/4584

Mamahit, T. S., Pangemanan, L. R. J., & Lumingkewas, J. R. D. (2022). Analisis biaya dan pendapatan usahatani bawang merah di Wilayah Sinsingon Raya Kecamatan Passi Timur. Agri-SosioEkonomi, 18(1), 97–106. https://doi.org/10.35791/agrsosek.v18i1.55188

Marita, Y. A. (2019). Perlakuan akuntansi agrikultur berdasarkan PSAK 241: Studi kasus pada Agro Tawon Rimba Raya Lawang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Maulydya, T. M. H., & Wibowo, D. (2025). Implementasi penerapan PSAK 241 atas aset biologis di Safwana Koi Farm. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 14(6), 1–14.

Mawadatullaela, Ridhawati, R., & Husnaini, W. (2025). Potret praktik akuntansi aset biologis berdasarkan PSAK 241 pada UMKM petani bibit di Desa Batu Kumbung, Lombok Barat. Jurnal Akuntansi AKTIVA, 6(2), 243–253. https://doi.org/10.24127/akuntansi.v6i2.10425

Nugrahaningsih, P., Saputro, Z. A. E., Tiaramurti, G., Rahmawati, L. D. A., Arista, D., Nursulistyo, E. D., & Seto, B. (2026). Biological assets accounting for patchouli MSMEs: Enhancing financing and exports. Jurnal Riset dan Aplikasi: Akuntansi dan Manajemen, 8(2). https://doi.org/10.33795/jraam.v8i2.003

Online, S. (2023). Bawang merah asal Cimenyan Bandung akan membanjiri pasar menjelang Lebaran 2023. https://www.swadayaonline.com/artikel/12623

Padjadjaran, U. (2018). Unpad, Bank Indonesia, dan Pemkab Bandung lakukan kerja sama pengembangan komoditas bawang merah di Cimenyan. https://www.unpad.ac.id/2018/02

Rafika, R., Yuliusman, Y., & Setiawan, D. (2022). Analisis perhitungan harga pokok dan perlakuan akuntansi atas produk sampingan. Jambi Accounting Review (JAR), 3(2), 89–102.

Rahmadona, L., Fariyanti, A., & Burhanuddin, B. (2015). Analisis pendapatan usahatani bawang merah di Kabupaten Majalengka. Agricultural Socio-Economics Journal, 15(2).

Rahmani, A. D., Ulupui, I. G. K. A., Handarini, D., & Nasution, H. (2021). Perbandingan perlakuan akuntansi aset biologis berdasarkan PSAK 16 dan PSAK 69 pada perusahaan agrikultur. Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan, 4(1), 99–115.

Reanggini, D., Betriana, M., & Dharmaraga, B. (2025). Analisis pengakuan, pengukuran dan pengungkapan aset biologis dan produk agrikultur berdasarkan PSAK 241 pada PT Musi Hutan Persada. WANARGI: Jurnal Manajemen dan Akuntansi, 2(4), 380–385. https://doi.org/10.62017/wanargi.v2i4.5611

Weygandt, J. J., Kimmel, P. D., & Kieso, D. E. (2018). Pengantar akuntansi 1 berbasis IFRS Edisi 2. Salemba Empat




DOI: https://doi.org/10.59818/kontan.v5i2.3207

Citation Format:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Office Address

Jl. Adi Flora Raya, Cluster Magnolia Xiana No 27, Komplek Bumi Adipura, Kec. Gede Bage, Kota Bandung.

Phone: (022) 873 553 70 | Mobile: +62 81 57000 699

Payment Information

Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Account Name: CV. Widina Media Utama
Account Number: 110701000573565

SINTA Index Google Scholar Garuda Index Crossref BASE Index Dimensions