Hegemoni Pemerintah Dalam Kebijakan Penghentian Izin Reklamasi Pantai Teluk Utara Jakarta Berdasarkan Teori Antonio Gramsci

Gina Rahma - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
Ahmad Andra - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
Asfy Aisyah - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
Nurul Adha - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
Fadhil Ahda - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
Moh Wazir Kamil - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Abstract


This research explores the government's use of hegemony in the policy of terminating reclamation permits on Jakarta's North Coast with reference to Antonio Gramsci's theory of hegemony. The research focuses on Governor Anies Baswedan's decision in 2018 to revoke the reclamation permit that had previously been granted. The research approach applied is a normative legal approach, which involves the study of legal documents such as Governor Regulations, Presidential Decrees, and Regional Regulations, as well as related academic literature. The research analysis was limited to the North Coast of Jakarta and the 2018 permit revocation policy period to avoid broad generalizations and ensure detailed analysis. The results show that the government utilizes power not only through coercive actions, but also through ideological and media influence to gain public support and control public opinion. The findings provide insights into how government policies in the environmental field can be influenced by power dynamics and the importance of public participation in the decision-making process.

ABSTRAK

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan hegemoni oleh pemerintah dalam kebijakan penghentian izin rehabilitasi di Pesisir Jakarta Utara dengan mengacu pada teori hegemoni Antonio Gramsci. Penelitian ini berfokus pada keputusan Gubernur Anies Baswedan pada tahun 2018 untuk mencabut izin reklamasi yang sebelumnya telah diberikan. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah pendekatan hukum normatif, yang melibatkan studi terhadap dokumen hukum seperti Peraturan Gubernur, Keputusan Presiden, dan Peraturan Daerah, serta literatur akademik terkait. Analisis penelitian dibatasi pada wilayah Pantai Utara Jakarta dan periode kebijakan pencabutan izin tahun 2018 untuk menghindari generalisasi yang luas dan memastikan analisis yang rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah memanfaatkan kekuasaan tidak hanya melalui tindakan paksaan, tetapi juga melalui pengaruh ideologis dan media untuk mendapatkan dukungan publik serta mengontrol opini masyarakat. Temuan ini memberikan wawasan tentang bagaimana kebijakan pemerintah di bidang lingkungan dapat dipengaruhi oleh dinamika kekuasaan dan pentingnya partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan.


Keywords


Hegemony; Reclamation Permit; North Jakarta Beach / Hegemoni; Izin Reklamasi; Pantai Utara Jakarta

Full Text:

PDF

References


Buku, Jurnal dan Artikel:

Ashofa, B. (1996). Metode Penelitian Hukum. Rinaka Cipta.

Bintari, A., & Muara, T. (2018). Manajemen Konflik Penyelesaian Kasus Reklamasi Pulau G Pantai Utara Jakarta. Jurnal Ilmu Pemerintahan, Vol. 4(No. 1).

Damardono, H. (n.d.). Perjalanan Panjang Reklamasi Jakarta. Kompas.Id.

Dewi, I. G. A. G. S. (2019). Penolakan Masyarakat Terhadap Reklamasi Teluk Benoa Provinsi Bali. Diponegoro Private Law Review, 4(1), 390–400.

Hutagalung, D. (2004). Hegemoni, Kekuasan Dan Ideologi. Jurnal Pemikiran Sosial, Vol. 12(No. 12), hlm. 1.

Kahar, H. (2014). Pengantar Ilmu Pemerintahan.

Kumparan, T. (2018). Alasan Anies Cabut Izin 13 Pulau Reklamasi: Kewajiban Tak Dilaksanakan. Kumparan.Com. https://kumparan.com/kumparannews/alasan-anies-cabut-izin-13-pulau-reklamasi-kewajiban-tak-dilaksanakan-1537958030852290436/full

Mariana, E. (2016). Kronologi Reklemasi 17 Pulau di Teluk Jakarta. Medium.Com. https://evimariani.medium.com/kronologi-reklamasi-17-pulau-di-teluk-jakarta-31109ee62efc.

Purnomo, H., & Rahmawati, D. (2020). Dampak Ekonomi dan Lingkungan Reklamasi Pantai: Studi Kasus di Teluk Jakarta. Jurnal Ekonomi Lingkungan, Volume 5(Nomor 1), hlm. 45-60.

Rigo, I. D., & Qidam, A. (2020). Aspek Hukum Tentang Pemberian Izin Kegiatan Reklamasi Pantai Utara Jakarta. Jurnal Hukum, Volume 3(Nomor 2), hlm. 106.

Roesmidi. (2010). Modul Perkuliahan Pemerintahan Umum. IPDN Press.

Sachoemar, S. I., & Dwi Wahjono, H. (2007). Kondisi Pencemaran Lingkungan Perairan di Teluk Jakarta. 3(1), 1–14.

Sadjijono. (2008). Memahami Beberapa Bab Pokok Hukum Administrasi. Laksbang Pressindo.

Setiawan, B. (2019). Analisis Hegemoni Pemerintah dalam Kebijakan Reklamasi Pesisir: Perspektif Teori Gramsci. Jurnal Ilmu Pemerintahan, Volume 8(Nomor 2), hlm. 130-145.

Setiawan, I. (2023). Antonio Gramsci dan Teori Hegemoni: Pemahaman Tentang Kekuasaan, Budaya, dan Struktur Sosial. Widuri.Ac.Id. https://widuri.ac.id/antonio-gramsci-dan-teori-hegemoni-pemahaman-tentang-kekuasaan-budaya-dan-struktur-sosial/

Suantika, W. (2015). Resistensi Masyarakat Lokal terhadap Kapitalisme Global: Studi Kasus Reklamasi Teluk Benoa Bali Tahun 2012-2013. Jurnal Hubungan Internasional , 8(1), 47–62. http://www.thefreelibrary.com/

Suryani, S., Nugraha, A., & Putri, A. (2020). DKI Jakarta Governor Policy in Revoking the 2018 Jakarta North Coast Reclamation Permit. https://doi.org/10.4108/eai.12-11-2019.2293517

Yozami, M. A. (2018). Tugas dan Wewenang Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat Sesuai PP 33/2018. Hukumonline.Com. https://www.hukumonline.com/berita/a/tugas-dan-wewenang-gubernur-sebagai-wakil-pemerintah-pusat-sesuai-pp-33-2018-lt5b59ab9f17f70/

Peraturan Perundang-Undangan:

Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995

Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 1995

Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012

Peraturan Presiden Nomor 122 Tahun 2012

Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018

Surat Keputusan Gubernur Nomor 1409 Tahun 2018

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014




DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v3i2.809