Urgensi Ideologi Negara Perspektif Foucault Yang Berkorelasi Dengan Sistem Pemerintah Indonesia di Era Kontemporer

Intan Nuraeni - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Rizki Ramadhan - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Teti Saputri - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Danar Peradi - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Andini Syahfitri - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Windi Oktapiani - Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract


This study explores the role of state ideology, particularly Pancasila, in the Indonesian government system from Michel Foucault's perspective. Using a theoretical approach that emphasizes power and knowledge, this research examines how Pancasila, as a state ideology, functions not only as a normative foundation but also as a tool to regulate and control society through various dispersed mechanisms of power within social structures. The main findings of this study indicate that Pancasila influences various aspects of Indonesian society, including education, politics, economics, and international relations. Although Pancasila's values have been integrated into various policies and institutions, challenges in implementation and deviations from core values persist. This study suggests that a more dialogical, participative, and transparent approach is needed to strengthen the acceptance and implementation of Pancasila.

ABSTRAK

Penelitian ini mengeksplorasi peran ideologi negara, khususnya Pancasila, dalam sistem pemerintahan Indonesia dari perspektif Michel Foucault. Dengan menggunakan pendekatan teoritis yang menekankan pada kekuasaan dan pengetahuan, penelitian ini mengkaji bagaimana Pancasila sebagai ideologi negara berfungsi tidak hanya sebagai dasar normatif tetapi juga sebagai alat untuk mengatur dan mengendalikan masyarakat melalui berbagai mekanisme kekuasaan yang tersebar dalam struktur sosial. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa Pancasila mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk pendidikan, politik, ekonomi, dan hubungan internasional. Meskipun nilai-nilai Pancasila telah diintegrasikan ke dalam berbagai kebijakan dan institusi, tantangan dalam implementasi dan penyimpangan dari nilai-nilai dasar tetap ada. Penelitian ini menyarankan bahwa pendekatan yang lebih dialogis, partisipatif, dan transparan diperlukan untuk memperkuat penerimaan dan implementasi Pancasila.


Keywords


Pancasila, state ideology, Michel Foucault / Pancasila, ideologi negara, Michel Foucault

Full Text:

PDF

References


Aliano, Y. A., dan Adon, M. J. (2023). Percaturan politik geneologi kekuasaan dalam sistem pemilu ‘2024’ di Indonesia: Perspektif etika Michel Foucault. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(3), 474–486.

Apriliyadi, E. K., dan Hendrix, T. (2021). Kajian fenomena pandemi Covid-19 di Indonesia: Perspektif wacana, pengetahuan, dan kekuasaan Foucault. Jurnal Indonesia Maju, 1(1), 28–48.

Dhona, H. R. (2019). Analisis wacana Foucault dalam studi komunikasi. Journal Communication Spectrum: Capturing New Perspectives in Communication, 9(2), 189–208.

Foucault, M., Canguilhem, G., Castel, R., dan Boulez, P. (2009). Michel Foucault. Orange Press.

Habibie, D. K. (2018). Dwi fungsi media massa. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(2), 79.

Hatta Mohamad, S. (2015). Pancasila: Ideologi negara dan sistem pemerintahan. Rajawali Press. Halaman 55-76.

Karomani. (2004). Pengaruh ideologi terhadap wacana berita dalam media massa. Jurnal Komunikasi Mediator, 5(1).

Noor, I. (2016). Islam transnasional dan masa depan NKRI: Suatu perspektif filsafat politik. Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin, 10(1), 1–21.

Pahlevi, F. S. (2016). Revitalisasi Pancasila dalam penegakan hukum yang berkeadilan di Indonesia. Justicia Islamica, 13(2), 173–198.

Karsayuda, M. (2020). Ketahanan ideologi Pancasila dalam menghadapi disrupsi revolusi industri 4.0. Jurnal Ketahanan Nasional, 26(2), 163–182.

Salamah, U. (2015). Perspektif teori postmodern terhadap problema sosial politik kontemporer. Media Nusa Creative (MNC Publishing).

Taum, Y. Y. (2020). Sastra dan politik: Representasi tragedi 1965 dalam negara orde baru. Sanata Dharma University Press.

Arie, Supriyatno. (2011). Pancasila sebagai ideologi terbuka. Edukasi Jurnal Penelitian & Artikel Pendidikan, 3(6), 164–172.

A, Andi. (2018). Konsep dan implementasi ideologi Pancasila dalam perumusan kebijakan pemerintahan. Jurnal Kebijakan Pemerintahan, 1(2), 77–90.

Tilaar, H. A. R. (2003). Kekuasaan dan pendidikan: Suatu tinjauan dari perspektif studi kultural. IndonesiaTera.

Turama, A. R. (2014). Pergeseran kekuasaan negara dan relasi antarsubjek dalam cerpen orde baru dan reformasi. Jurnal Poetika, 2.

Al-Farisi, L. S. (2018). Politik identitas: Ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara Pancasila. Jurnal Aspirasi, 2, 77–90.

Carolin, T. B., dan Novelia, S. (2021). Jurnal Peduli Masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) - Aphelion, 3(September), 207–212.

’Ibaad, I., Triyana, F., dan Sukriyanto, R. (2022). Pendekatan pendidikan multikultural sebagai resolusi konflik di Indonesia. EDUSOSHUM: Journal of Islamic Education and Social Humanities, 2(1), 139–149. https://doi.org/10.52366/edusoshum.v2i1.31

Yohana, R. U. S., dan Dinie Anggraeni Dewi. (2021). Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai pendidikan karakter. Jurnal Kewarganegaraan, 5(1).

Juanda, E. (2020). Eksistensi hak asasi manusia dan alternatif penyelesaian atas pelanggarannya dalam negara hukum Republik Indonesia. Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 8(1), 98. https://doi.org/10.25157/justisi.v8i1.3290

Komang Dea Febriantini. (2022). Perlindungan hukum internasional terhadap warisan budaya Indonesia yang diklaim oleh negara lain. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(3), 206–213. https://doi.org/10.23887/jpku.v10i3.52027

Malik, A., Rahim, A., dan Taufiqurachman, T. (2023). Urgensi etika politik menurut Ibnu Khaldun dalam implementasinya di Indonesia. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(5), 3599–3610. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i5.2003

Waluyo, M. (2019). Manajemen psikologi industri: Edisi revisi.

Kamarudin Salim Efriza. (2023). Sosiologi kekuasaan teori dan perkembangan. PT: Bumi Aksara.

Rizky Amalia, F., dan Ulfatun Najicha, F. (2022). Peran pendidikan kewarganegaraan dalam mengatasi lunturnya nilai nasionalisme dan cinta NKRI di era globalisasi. Jurnal Kewarganegaraan, 6(1), 1–8.

Tanjung, S. (2015). Identifikasi strategi representasi maskulinitas pada majalah transnasional di Indonesia. Communication, 6(2).

Gunawan, S. (2023). Kajian dinamika demokrasi di Indonesia untuk menjadi tokoh pahlawan daerah dan nasional RI abad 21. Jurnal Pendidikan Transformatif, 2(1), 224–240.

Rusadi, U. (2015). Kajian media: Isu ideologis dalam perspektif, teori dan metode. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.

Budyanto, P. S., dkk. (2018). Diplomasi pertahanan Indonesia dalam mencapai kepentingan nasional. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 8(3), 83–102.

Rohman, Abd., dan Hanafi, Y. (2019). Penerapan prinsip-prinsip good governance dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Reformasi, 9(2), 153. https://doi.org/10.33366/rfr.v9i2.1469

Salamah, U., dan Rokhyanto, R. (2020). Interogasi W.S. Rendra terhadap pembangunan industri era pemerintah Orde Baru: Kajian transdisipliner. Diksi, 28(2), 125–137. https://doi.org/10.21831/diksi.v28i2.35038

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suprijanto, A. (2011). Dampak globalisasi ekonomi terhadap perekonomian Indonesia. Jurnal Ilmiah CIVIS, 1(2), 100–119.

TINA, A. (2023). Revolusi etika politik: Teori filsafat kontemporer terhadap konsep etika Ibn Sina. Jurnal Siginjai, 3(1), 50–65. https://doi.org/10.22437/js.v3i1.24880

Yudhanegara, F. (2016). Pancasila sebagai filter pengaruh globalisasi terhadap nilai-nilai nasionalisme. Jurnal Ilmu Administrasi CENDEKIA, 8(2), 165–180.




DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v3i2.806