CONSTITUTIONALITY REVIEW AND EVALUATION OF THE PRINCIPLE OF NON-RETROGRESSION IN EDUCATION BUDGET EFFICIENCY POLICIES BASED ON PRESIDENTIAL INSTRUCTION NO. 1 OF 2025
Abstract
The constitutional right to a healthy environment under Article 28H of the 1945 Constitution requires proper waste management, yet resin waste from the dulang (traditional tray) craft center in Bresela Village is still found dumped on land, in rivers, or burned, posing pollution risk. This study aims to analyze the application of environmental law (Law 32/2009, Government Regulation 22/2021) in resin waste management and its effectiveness in preventing pollution based on Soerjono Soekanto's theory. The study uses an empirical legal method with statute and fact approaches, with data from purposive interviews, observation, and documents, analyzed descriptively and qualitatively. Results show the Village Government has conducted socialization, collection-transport, cooperation with the Environmental Agency, and provision of a shredding machine, yet a customary regulation (pararem) banning dumping has not been established, oversight remains inconsistent, facilities and funding are limited, and craftspeople's compliance is uneven. It is concluded that resin waste management has not yet effectively prevented pollution, so stronger regulation, sustained oversight, and community participation are needed.
ABSTRAK
Hak atas lingkungan sehat dalam Pasal 28H UUD 1945 menuntut pengelolaan limbah yang tepat, namun limbah resin dari sentra kerajinan dulang di Desa Bresela masih ditemukan dibuang ke tanah, sungai, dan dibakar, berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan ketentuan hukum lingkungan (UU 32/2009, PP 22/2021) dalam pengelolaan limbah resin serta efektivitasnya mencegah pencemaran berdasarkan teori Soerjono Soekanto. Penelitian menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan fakta, data wawancara purposif, observasi, dan dokumen, dianalisis deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan Pemerintah Desa telah melakukan sosialisasi, pengumpulan-pengangkutan, kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, dan penyediaan mesin pencacah, namun pararem larangan pembuangan belum terbentuk, pengawasan belum konsisten, fasilitas dan pembiayaan terbatas, serta kepatuhan pengerajin belum merata. Disimpulkan bahwa pengelolaan limbah resin belum efektif mencegah pencemaran, sehingga diperlukan penguatan aturan, pengawasan berkelanjutan, dan partisipasi masyarakat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Bunda, M. R., & Tjenreng, M. B. Z. (2025). Analisis efektifitas kebijakan pengaduan publik dalam pelayanan administrasi publik. Scientific Journal of Reflection: Economic, Accounting, Management and Business, 8(1), 189–196. (https://doi.org/10.37481/sjr.v8i1.1033)
Committee on Economic, Social and Cultural Rights. (1999). General comment No. 13: The right to education (Article 13 of the Covenant) (E/C.12/1999/10). United Nations.
Ihsan, G. (2025). Efisiensi anggaran berdasarkan Inpres No. 1 Tahun 2025 terhadap hak konstitusional pendidikan warga negara. Jurnal Interpretasi Hukum, 6(2), 328–339. (https://doi.org/10.22225/juinhum.6.2.2025.328-339)
Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Indonesia. (2003a). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Indonesia. (2003b). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Indonesia. (2005). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights.
Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 62 Tahun 2024 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2025.
Indonesia. (2025). Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.
Iryani, D., Hartana, & Rae, G. N. T. (2025). Batas konstitusional efisiensi anggaran pasca Inpres Nomor 1 Tahun 2025: Diskresi pemerintah dan perlindungan layanan publik. SETARA: Jurnal Ilmu Hukum, 6(1), 10–18. (https://doi.org/10.59017/setara.v6i1.563)
Iskandar, A., & Saragih, R. (2019). Regional government spending efficiency on health and education in decentralization era: Evidence from Indonesia. Jurnal Info Artha, 3(1), 13–27. (https://doi.org/10.31092/jia.v3i1.452)
Khoir, M. R., & Ramadhan, M. (2026). Implikasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran terhadap pelaksanaan pendidikan tinjauan al-maslahah. SIBATIK Journal, 5(2), 825–836. (https://doi.org/10.54443/sibatik.v5i2.4438)
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2006a). Ikhtisar putusan perkara Nomor 026/PUU-III/2005.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2006b). Putusan Nomor 026/PUU-III/2005 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2005 tentang APBN Tahun Anggaran 2006.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2008). Putusan Nomor 24/PUU-V/2007.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2024). Putusan Nomor 135/PUU-XXI/2023.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2026). Putusan Nomor 40/PUU-XXIV/2026.
Mauleny, A. T., & Alhusain, A. S. (2022). Kemampuan keuangan negara dalam perspektif pemenuhan anggaran dan kebijakan sektor pendidikan. Kajian, 27(3), 221–230.
Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.
Omara, A. (2016). The constitutionalization of budget for education and its judicial enforcement in Indonesia. Constitutional Review, 2(2), 189–215. (https://doi.org/10.31078/consrev222)
Palguna, I. D. G., & Atmaja, B. K. D. (2023). Konsepsi pendidikan sebagai hak konstitusional. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 30(2), 350–370.
Putri, N. A., Aldafina, S., Tsabita, B., Azzahara, V., Sulaiman, H., Soemamidjaja, J. B., & Hamka. (2025). Pengaruh kebijakan efisiensi anggaran terhadap kualitas layanan pendidikan di Jakarta Pusat. Jurnal Pembangunan dan Administrasi Publik, 7(1). (https://doi.org/10.32834/jpap.v7i1.993)
Restarie, M. D., Ahmad, M., & Rochimah, H. (2025). Strategi tata kelola pembiayaan pendidikan usai efisiensi anggaran: Systematic literature review. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2). (https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.27432)
Satriadi, Ansar, & Hasmiyati. (2025). Rekonstruksi kebijakan Presiden terkait Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja negara dalam pelaksanaan APBN dan APBD terhadap pemenuhan hak pendidikan. Jurnal Ilmu Hukum Pengayoman, 3(2), 83–91.
Soekanto, S. (2019). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Rajawali Pers.
Solikin, N. (2021). Pengantar metodologi penelitian hukum. CV Penerbit Qiara Media.
Suryoputri, S. A., & Aji, A. B. (2026). Konstitusionalitas efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 terhadap Dana Keistimewaan Yogyakarta Tahun 2025. Jurnal Rechtens, 15(1), 113–[halaman akhir perlu diverifikasi]. (https://doi.org/10.56013/rechtens.v15i1.5321)
Suyanto. (2022). Metode penelitian hukum: Pengantar penelitian normatif, empiris dan gabungan. Unigres Press.
UN Committee on Economic, Social and Cultural Rights. (1990). General comment No. 3: The nature of states parties’ obligations (Art. 2, para. 1, of the Covenant). United Nations.
DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v5i3.3363
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
.png)


