REKONSTRUKSI PENGATURAN GADAI ASET DIGITAL SEBAGAI OBJEK JAMINAN KEBENDAAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDATA INDONESIA

Budi Prasetyo - Universitas Riau Kepulauan
Dwi Afni Maileni - Universitas Riau Kepulauan
Seftia Azrianti - Universitas Riau Kepulauan

Abstract


The development of the digital economy has given rise to digital assets such as crypto assets and non-fungible tokens (NFTs) that carry economic value, yet Indonesia's law of security rights over property remains oriented toward tangible objects, creating legal uncertainty regarding the status, encumbrance, and execution of digital assets as objects of pledge. This study aims to formulate a reconstruction of the regulation of digital asset pledges as objects of security rights over property from the perspective of Indonesian civil law, in order to achieve legal certainty and legal protection. The study employs a normative legal research method, examining primary legal materials, namely the Civil Code, the Fiduciary Security Law, the P2SK Law, and OJK Regulation No. 27 of 2024, supported by secondary legal materials. The findings show that digital assets satisfy the elements of intangible movable property under Articles 499, 503, and 509 of the Civil Code, yet the pledge mechanism under Articles 1150–1160 of the Civil Code remains oriented toward physical possession, resulting in a normative vacuum. The study concludes that regulatory reconstruction must recognize digital assets as objects of pledge and regulate ownership verification, security registration, constructive possession, and execution procedures that preserve the creditor's preferential right while protecting the debtor and third parties.

 

ABSTRAK

Perkembangan ekonomi digital melahirkan aset digital seperti aset kripto dan non-fungible token (NFT) yang bernilai ekonomis, namun hukum jaminan kebendaan Indonesia masih berorientasi pada benda berwujud sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum mengenai status, pembebanan, dan eksekusi aset digital sebagai objek gadai. Penelitian ini bertujuan merumuskan rekonstruksi pengaturan gadai aset digital sebagai objek jaminan kebendaan dalam perspektif hukum perdata Indonesia guna mewujudkan kepastian dan perlindungan hukum. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan mengkaji bahan hukum primer, yaitu KUHPerdata, Undang-Undang Jaminan Fidusia, Undang-Undang P2SK, dan POJK Nomor 27 Tahun 2024, didukung bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan aset digital memenuhi unsur benda bergerak tidak berwujud berdasarkan Pasal 499, 503, dan 509 KUHPerdata, tetapi mekanisme gadai dalam Pasal 1150–1160 KUHPerdata masih berorientasi pada penguasaan fisik sehingga terjadi kekosongan norma. Penelitian menyimpulkan bahwa rekonstruksi pengaturan perlu mengakui aset digital sebagai objek gadai serta mengatur verifikasi kepemilikan, registrasi jaminan, penguasaan konstruktif, dan prosedur eksekusi yang menjaga hak preferen kreditur sekaligus melindungi debitur dan pihak ketiga.


Keywords


digital assets, pledge, property security, crypto assets, regulatory gaps ; aset digital, gadai, jaminan kebendaan, aset kripto, kekosongan norma

Full Text:

PDF

References


Aswadi, K., & Mudiparwanto, W. A. (2025). Perlindungan hukum aset kripto sebagai objek jaminan berdasarkan perspektif hukum jaminan. Diversi: Jurnal Hukum, 10(2), 424–456.

Bamakan, S. M. H., Nezhadsistani, N., Bodaghi, O., & Qu, Q. (2022). Patents and intellectual property assets as non-fungible tokens: Key technologies and challenges. Scientific Reports, 12(1), Article 2178.

Hariyanto, H. (2022). Bitcoin sebagai aset debitor pailit dalam hukum kepailitan di Indonesia. Masalah-Masalah Hukum, 51(3), 299–313.

Hidayatulloh, A. W., Suhardin, E. D., & Machmud, S. (2026). Kepastian hukum jaminan fidusia atas aset digital cryptocurrency sebagai upaya pembaruan hukum jaminan dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Fidusia. QOSIM: Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora, 4(3), 2988–3000.

Huda, M. (2026). Optimalisasi hukum jaminan untuk pengembangan ekonomi digital di Indonesia. SALIMIYA: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 7(2), 150–161.

Idris, M. F. (2026). Tindak pidana dalam kepailitan dan PKPU. Yayasan Prima Agus Teknik.

Jalesvevano, F. A., & Fitriana, Z. M. (2025). Hak kreditor konkuren dalam melakukan penolakan daftar piutang oleh kurator. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(4).

Jayanti, I. A. D. I., Rama, B. G. A., Rahayu, A. A. A. N. S., & Sutrisni, K. E. (2025). Kedudukan hukum non-fungible token sebagai objek jaminan: Perspektif kepastian hukum. Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum, 5(3), 379–389.

Lee, L. (2024). Examining the legal status of digital assets as property: A comparative analysis of jurisdictional approaches (arXiv:2406.15391). arXiv. [https://arxiv.org/abs/2406.15391](https://arxiv.org/abs/2406.15391)

Nurul Qamar, M., Syarif, M., Busthami, D. S., Kamal Hidjaz, M., Aswari, A., Djanggih, H., & Syah Rezah, F. (2017). Metode penelitian hukum (Legal research methods) (A. K. Muzakkir, Ed.). CV. Social Politic Genius.

Razak, A. F., Hia, B. S. P., Sudrajat, Julaika, T., & Indrawan, J. (2026). Pengaturan dan perlindungan hukum aset kripto sebagai objek jaminan dalam kajian hukum jaminan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 1551–1564.

Republik Indonesia. (1847). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168.

Republik Indonesia. (2021). Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 4.

Republik Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 27 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto.

Sari, M. Y. A. R., & Patria, R. Y. (2020). Tantangan pemanfaatan hak kekayaan intelektual sebagai solusi permodalan [The challenges of utilizing intellectual property rights as a capital solution]. Law Review, 111–137.

Sudjai, Atmari, Herningtyas, T., Samawati, W., & Zabella, C. V. (2026). Rekonstruksi konsep jaminan kebendaan terhadap aset tak berwujud sebagai objek jaminan kredit dalam sistem hukum Indonesia. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 7(4).

Wang, Q., Li, R., Wang, Q., & Chen, S. (2021). Non-fungible token (NFT): Overview, evaluation, opportunities and challenges (arXiv:2105.07447). arXiv. [https://arxiv.org/abs/2105.07447](https://arxiv.org/abs/2105.07447)

Wijaya, H. T. (2020). Akibat hukum atas penyitaan obyek jaminan fidusia yang tidak didaftarkan. Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune, 3(1), 457–367.




DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v4i1.3341

Citation Format:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Office Address

Jl. Adi Flora Raya, Cluster Magnolia Xiana No 27, Komplek Bumi Adipura, Kec. Gede Bage, Kota Bandung.

Phone: (022) 873 553 70 | Mobile: +62 81 57000 699

Payment Information

Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Account Name: CV. Widina Media Utama
Account Number: 110701000573565

SINTA Index Google Scholar Garuda Index Crossref BASE Index Dimensions