PENYALAHGUNAAN BAHU JALAN UNTUK LIVE TIKTOK DI KOTA BANDAR LAMPUNG PERSPEKTIF SIYASAH TANFIDZIYYAH
Abstract
The increasing prevalence of TikTok live streaming activities on road shoulders and sidewalks in Bandar Lampung City has shifted the function of public spaces into venues for digital begging, potentially disrupting pedestrian accessibility and safety. This study aims to analyze the misuse of road shoulders for TikTok live streaming activities, the effectiveness of enforcing Article 11 Letter M of Bandar Lampung City Regional Regulation Number 1 of 2018 by the Civil Service Police Unit (Satpol PP), and the issue from the perspective of Siyasah Tanfidziyyah. The study employs an empirical juridical method with a qualitative approach through observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings indicate that the enforcement of the Regional Regulation has not been optimal due to perpetrators’ economic justifications, evasive patterns of violations, and the absence of an integrated post-enforcement mechanism. From the perspective of Siyasah Tanfidziyyah, Satpol PP has legitimate authority to regulate public spaces in the interest of maslahah ammah and hifzh al-nafs. Synergy between Satpol PP and the Social Affairs Office through vocational skills development is therefore needed as a sustainable solution
ABSTRAK
Maraknya aktivitas siaran langsung (live streaming) TikTok di bahu jalan dan trotoar Kota Bandar Lampung telah menggeser fungsi ruang publik menjadi sarana digital begging serta berpotensi mengganggu aksesibilitas dan keselamatan pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyalahgunaan bahu jalan untuk aktivitas live TikTok, efektivitas penegakan Pasal 11 Huruf M Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 1 Tahun 2018 oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta meninjaunya dalam perspektif Siyasah Tanfidziyyah. Penelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan Perda belum optimal karena adanya alasan ekonomi pelaku, pola pelanggaran “kucing-kucingan”, serta belum terintegrasinya penanganan pasca-penertiban. Dalam perspektif Siyasah Tanfidziyyah, Satpol PP memiliki legitimasi untuk menertibkan ruang publik demi maslahah ammah dan hifzh al-nafs. Diperlukan sinergi Satpol PP dan Dinas Sosial melalui pembinaan keterampilan kerja sebagai solusi berkelanjutan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arya, A. P. (2022). Implementasi sanksi pidana terhadap tindak pidana terhadap tindak pidana penggunaan trotoar berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 1 Tahun 2018 tentang Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum. Universitas Lampung.
Biswas, A. (2020). Establishing metropolitan governance and local governance simultaneously: Lesson from India’s 74th Constitutional Amendment Act. Journal of Urban Management, 9(3), 316–330. https://doi.org/10.1016/j.jum.2020.06.002
Centia, S., Asiah, N., & Taryana, A. (2025). Upaya Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung dalam penertiban reklame ilegal dan pedagang kaki lima. Jurnal Responsive, (7). https://doi.org/10.24198/responsive.v8i2.64073
Dahal, G. (2024). Nepal’s experience in implementing the federal government system: Assessment of law-making by the local governments of Kaski district, Nepal. Heliyon, 10(4), e26250. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e26250
Dalimunthe, Q. K., & Susetyarto, M. B. (2024). Kerusakan trotoar di Kota Bogor: Implikasi bagi keselamatan dan kenyaman pejalan kaki. Metrik Serial Teknologi dan Sains, 5(2), 48–56.
Dewi, A. K. (2025). Efektivitas penegakan hukum penyalahgunaan fungsi trotoar di Kota Singaraja berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2024. Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.
Dipratama, I. P. E., & Swardhana, G. M. (2024). Penjatuhan sanksi hukum bagi masyarakat yang menyalahgunakan fungsi trotoar di Kecamatan Abiansemal. Koloni: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 3(2), 30–36.
Fitriati, & Perdana, E. (2025). Penegakan hukum oleh kepolisian terhadap perubahan alih fungsi trotoar sebagai tempat usaha. Unes Journal of Swara Justisia, 9(2), 310–317.
Ghaisani, N., & Syam, S. (2025). Implementasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 terhadap hak pejalan kaki dalam perspektif Siyasah Dusturiyah. Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah, 7(2).
Gnangnon, K., & Chen, P. (2026). From institutions to jobs: How governments’ compliance with constitutional rules reshapes sectoral employment in Sub-Saharan Africa. Journal of Government and Economics, 21, 100172. https://doi.org/10.1016/j.jge.2026.100172
Hasan, Z., & Mu’in, F. (2026). Settlement of criminal cases through the Angkon Muakhi customary law of Lampung as a form of restorative justice from a human rights perspective. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 6(1), 89–102. https://doi.org/10.24042/as-siyasi.v61.29100
Hasibuan, I. M. (2023). Penegakan hukum terhadap penyalahgunaan fungsi trotoar bagi pedagang kaki lima di Kota Padangsidimpuan. Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Howard. (2025). Pengertian sumber data primer dalam penelitian. FanRuan Blog. https://www.fanruan.com/id/blog/pengertian-sumber-data-primer
Husain, S., & Kartini, D. S. (2025). Manajemen sektor publik dalam penataan pasar dan trotoar di Pasar Ciputat. Jurnal Syntax Imperatif, 6(3), 319–326.
Miles, & Huberman. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.).
Niam, M. F., Rumahlewang, E., Umiyati, H., Dewi, N. P. S., Suci, A., Tati, H., Seldon, M. I., Isma, A. R., Puspitaningrum, M. R., Safira, F., Mola, M. S. R., Anif, S. A., & Farid, W. (2024). Metode penelitian kualitatif. In General and Specific Research (Vol. 4, No. 2). https://adisampublisher.org/index.php/edu/article/view/744/784
Palmisano, F., & Sacchi, A. (2024). Trust in public institutions, inequality, and digital interaction: Empirical evidence from European Union countries. Journal of Macroeconomics, 79, 103582. https://doi.org/10.1016/j.jmacro.2023.103582
Putri, H. J., & Murhayati, S. (2025). Metode pengumpulan data kualitatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 11(1), 1–14.
Rahayu, A. N. (2026). Peran Polresta Bandar Lampung dalam Operasi Keselamatan Krakatau sebagai upaya penanggulangan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di daerah Bandar Lampung. Universitas Lampung.
Rahayu, S. (2024). Peran pemerintah dalam mengatasi gangguan fungsi jalan di Kota Pekanbaru. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Rahmadani, M. (2024). Penerapan sanksi terhadap pedagang di trotoar Kotaduri Kecamatan Mandau berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 1 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum (No. 12020716037). Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Rauch, M., & Rosch, J. (2026). The logic of public platforms: Structures, functions, and institutional dynamics in a federal context. Government Information Quarterly, 43, 102139. https://doi.org/10.1016/j.giq.2026.102139
Rezeki, S. (2025). Pengawasan penggunaan trotoar oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Universitas Malikussaleh.
Samsiar, Najemi, A., Haryadi, Syamsir, & Erwin. (2022). Pentingnya pengetahuan tata tertib berlalu lintas dalam mencegah pelanggaran lalu lintas terhadap pelajar Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Karya Abdi Masyarakat Universitas Jambi, 6(2).
Septiani, V., Fitnawati, S., & Nurdiansyah, R. (2025). Tinjauan yuridis terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2018 oleh Satuan Polisi Pamong Praja atas pedagang kaki lima di Pasar Ciruas Kabupaten Serang. Jurnal Al-Zayn, 7567–7575.
Sevima. (2022). Pengertian penelitian deskriptif, karakter, ciri-ciri dan contohnya. Info Sevima. https://sevima.com/pengertian-penelitian-deskriptif-karakter-ciri-ciri-dan-contohnya/
Simarmata, R., Windari, R. A., Sanjaya, D. B., & Ananda, P. R. (2024). Optimalisasi peran Satuan Polisi Pamong Praja dalam penegakan Perda Buleleng Nomor 6 Tahun 2009 tentang ketertiban umum terhadap pedagang kaki lima di Kabupaten Buleleng. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 4.
Sukmawati, Akbar, M. G. G., & Abas, M. (2024). Peran Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan pedagang kaki lima untuk menjamin ketertiban umum di Kabupaten Karawang. Jurnal Morality, 10(1), 142–155.
Sulistiani, E. (2027). Peran kepolisian dalam penanggulangan pelanggaran lalu lintas terhadap pelajar di Kota Bandar Lampung. Universitas Lampung.
Sulistyaningsih, A., Mulyadi, D., & Hermana, A. (2024). Implementasi Pasal 41 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Tasikmalaya Nomor 3 Tahun 2014 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum terhadap pedagang kaki lima di trotoar Alun-Alun Kecamatan Manonjaya. Jurnal Pustaka Galuh Justisi, 2(1), 72–90.
Suntana, I., & Priatna, T. (2023). Four obstacles to the quality of constitutional law learning in Indonesia. Heliyon, 9.
Tarigan, M. I., Hafandi, R., & Hakim, D. A. (2025). Manifesting the spirit of “Gotong-Royong” between state institutions in maritime security: As an effort to regulate and enforce law in Indonesia. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 5(1), 73–86. https://doi.org/10.24042/as-siyasi.v5i1.25938
Thesia, E. H., Novana, & Kareth. (2022). Penegakan hukum terhadap pelaku usaha yang berjualan di trotoar jalan di Kota Jayapura. Jurnal Crepido, 4, 30–45.
DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v5i2.3290
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
.png)


