LEGITIMASI DEMOKRATIS DALAM PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG: KRITIK ATAS KONSEP HUKUM PEMBANGUNAN
Abstract
This article examines the influence of the development law concept on legislative practices in Indonesia, particularly in relation to democratic legitimacy and public participation. Rooted in the paradigm of legal positivism, which positions law as an instrument of state-led social engineering, development law has historically played a significant role in supporting national legal modernization. However, in contemporary legislative practice, this approach tends to reproduce elitist, technocratic, and top-down law-making patterns, thereby generating a deficit of social legitimacy. This study employs a normative legal research method using statutory, conceptual, and theoretical approaches, complemented by a socio-legal analysis based on secondary sources. The Job Creation Law, the Mineral and Coal Mining Law, and water resources regulation are examined as case studies to assess the implications of development law in legislative practice. The findings indicate that the instrumental application of development law contributes to the objectification of society, centralization of state authority, marginalization of legal pluralism, and limitations on meaningful public participation. As a result, laws tend to achieve formal validity while lacking social acceptance and democratic legitimacy. The article subsequently proposes deliberative law as an evaluative framework and normative alternative, emphasizing the importance of communicative rationality, inclusive public discourse, and substantive participation of affected communities in the law-making process.
ABSTRAK
Artikel ini mengkaji pengaruh konsep hukum pembangunan terhadap praktik pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia, khususnya dalam konteks legitimasi demokratis dan partisipasi publik. Berangkat dari paradigma positivisme hukum yang menempatkan hukum sebagai instrumen rekayasa sosial negara, hukum pembangunan secara historis berperan penting dalam proses modernisasi hukum nasional. Namun, dalam praktik legislasi kontemporer, pendekatan tersebut cenderung mereproduksi pola pembentukan undang-undang yang elitis, teknokratis, dan berorientasi top-down, sehingga memunculkan defisit legitimasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan teoretis, yang diperkaya dengan analisis sosio-legal berbasis sumber sekunder. Undang-Undang Cipta Kerja, Undang-Undang Mineral dan Batubara, serta pengaturan sumber daya air dianalisis sebagai studi kasus untuk menilai implikasi hukum pembangunan dalam praktik legislasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukum pembangunan secara instrumental berkontribusi pada objektifikasi masyarakat, sentralisasi kewenangan negara, penyingkiran pluralisme hukum, serta keterbatasan partisipasi publik yang bermakna. Kondisi tersebut menyebabkan hukum memperoleh legitimasi formal, tetapi lemah dalam penerimaan sosial dan legitimasi demokratis. Artikel ini kemudian menawarkan hukum deliberatif sebagai kerangka evaluatif dan alternatif normatif, dengan menekankan pentingnya rasionalitas komunikatif, diskursus publik yang inklusif, dan partisipasi substantif masyarakat terdampak dalam proses pembentukan undang-undang.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Absori, dan Sigit Sapto Nugroho. “The Transcendental Paradigm of the Development of Legal Law.” Journal of Transcendental Law 1, no. 1 (2019): 1–16. https://doi.org/10.23917/jtl.v1i1.8786.
Adiyanta, F. C. S. “Pembaruan Hukum Nasional: Pluralisme, Unifikasi Hukum, dan Hubungan Kewenangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah.” Administrative Law and Governance Journal 2, no. 1 (2019): 93–105. https://doi.org/10.14710/alj.v2i1.93-105.
Asnawi, Habib Shulton. “Membongkar Paradigma Positivisme Hukum dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia: Pemenuhan Hak Asasi Manusia dalam Negara Hukum.” Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum 2, no. 2 (2013). https://doi.org/10.14421/sh.v2i2.1933.
Ghozali, Renando Adam, dan Yuli Setyowati. “Keberhasilan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Objek Wisata Air Bendhung Lepen.” SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS 5, no. 4 (2025): 1565–1575. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8041.
Halim, Abdul. “Teori-Teori Hukum Aliran Positivisme dan Perkembangan Kritik-Kritiknya.” Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum 42, no. 2 (2008). https://doi.org/10.14421/ajish.v42i2.115.
Hepirdayanti, dan Agus Machfud Fauzi. “Perlawanan Masyarakat pada Pengesahan UU Cipta Kerja dalam Sudut Pandang Sosiologi Hukum.” Reformasi Hukum 25, no. 1 (2021): 1–15. https://doi.org/10.46257/jrh.v25i1.171.
Khalimy, Akhmad, Yusriyadi Yusriyadi, Ro’fah Setyowati, Syahruddin Syahruddin, dan Abdul Muizz Abdul Wadud. “The Intersection of the Progressive Law Theory and the Self-Declaration Concept of MSEs Halal Certification.” Journal of Indonesian Legal Studies 8, no. 1 (2023): 159–198. https://doi.org/10.15294/jils.v8i1.66087.
Kusnadi, Kuswanto. “Moralitas Undang-Undang: Kajian Filosofis terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).” Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum 3, no. 2 (2019): 209–222. https://doi.org/10.24246/jrh.2019.v3.i2.p209-222.
Muntaha. “Perlindungan Hak Asasi Tenaga Kerja Wanita Lokal pada Perusahaan Tambang di Kabupaten Konawe Utara.” Masalah-Masalah Hukum 46, no. 3 (2017): 228–238. https://doi.org/10.14710/mmh.46.3.2017.228-238.
Muthhar, Mohammad Asy’ari. “Membaca Demokrasi Deliberatif Jürgen Habermas dalam Dinamika Politik Indonesia.” Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin 2, no. 2 (2016): 1–15. https://doi.org/10.15408/ushuluna.v2i2.15180.
Prastyo, Angga. “Limitation of Meaningful Participation Requirements in the Indonesian Law-Making Process.” Jurnal Hukum dan Peradilan 11, no. 3 (2022): 405–436. https://doi.org/10.25216/jhp.11.3.2022.405-436.
Pratama, Teddy, Aldri Frinaldi, Hendra Naldi, dan Lince Magriasti. “Relevansi Desentralisasi terhadap Dinamika Pemerintahan Lokal: Kajian Literatur pada Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam.” SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS 5, no. 4 (2025): 1737–1748. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.8544.
Pudyatmoko, Y. Sri. “Efektivitas Ancaman Pidana Denda terhadap Pertambangan Tanpa Izin dalam Amandemen Undang-Undang Minerba.” Jurnal Hukum & Pembangunan 55, no. 2 (2025). https://doi.org/10.21143/jhp.vol55.no.2.1824.
Santoso, Sugeng. “Pembentukan Peraturan Daerah dalam Era Demokrasi.” Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum 8, no. 1 (2014): 1–18. https://doi.org/10.24246/jrh.2014.v8.i1.p1-18.
Setiawan, Yogi, dan Zulfiani Ainur Rohmah. “Nilai Musyawarah dalam PKN sebagai Basis Pembentukan Modal Kultural Kolektif: Tinjauan Pustaka tentang Demokrasi Deliberatif di Sekolah.” SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS 5, no. 4 (2025): 1462–1472. https://doi.org/10.51878/social.v5i4.7996.
Soekanto, Soerjono, dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers, 2001.
Sorial, Sarah. “Legal Legitimacy and the Relevance of Participatory Procedures.” Dalam Procedural Justice and Relational Theory, diedit oleh E. Allan Lind et al., 1–16. London: Routledge, 2020. https://doi.org/10.4324/9780429317248-9.
Wedhatami, Bayangsari, Ratih Damayanti, dan Cindy Ayu Prasasi. “Navigating Regional Regulatory Changes in Indonesia: An In-Depth Analysis of Post-Amendment Implementation of Law Number 12 of 2011 on Legislation Formation.” Unnes Law Journal 9, no. 2 (2023): 237–264. https://doi.org/10.15294/ulj.v9i2.78642.
Wicaksono, Dian Agung. “Revitalisasi Sumber Daya Manusia Polri untuk Sinergitas Kinerja dalam Integrated Criminal Justice System.” Makara Human Behavior Studies in Asia 16, no. 2 (2012): 135–149. https://doi.org/10.7454/mssh.v16i2.1499.
Widayati. “Implementasi Asas Hukum dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan yang Partisipatif dan Berkeadilan.” Jurnal Hukum UNISSULA 36, no. 2 (2020): 1–14. https://doi.org/10.26532/jh.v36i2.11391.
Widyawati, Anis. “Peran Hukum dalam Percepatan Pembangunan untuk Menghasilkan Kesejahteraan Masyarakat.” Jurnal Hukum Progresif 8, no. 2 (2020): 98–109. https://doi.org/10.14710/jhp.8.2.98-109.
Wowor, Alter I. “Teologi dan Etika Politik dalam Gereja di Zaman Post-Modern.” Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 1, no. 1 (2018): 1–15. https://journalbia.com/index.php/bia/article/view/23.
DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v5i2.3115
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Public Sphare: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
.png)


