ANALISIS KONSEKUENSI HUKUM DARI STATUS KEPEMILIKAN DAN PELAKSANAAN DALAM PINJAMAN ILEGAL
Abstract
Illegal lending practices in Pinolosian Subdistrict raise legal issues concerning the validity of loan agreements and their consequences for contractual performance, collateral ownership, and debt collection. This study aims to analyze the invalidity of illegal loan agreements under Article 1320 of the Indonesian Civil Code and examine their legal consequences for loan principal, collateral, and the creditor’s civil liability. The research employs an empirical legal method with a socio-legal approach using interviews, observations, document analysis, and legal materials. The findings show that illegal loan agreements fail to satisfy the objective requirement of a lawful cause and are therefore null and void. Nevertheless, the principal amount received by the debtor remains repayable as actual performance, whereas interest, penalties, and additional charges have no binding legal effect. The collateral remains the debtor’s property, while debt collection through intimidation or unilateral seizure may constitute an unlawful act that gives rise to civil liability for the creditor.
ABSTRAK
Praktik pinjaman ilegal yang berkembang di Kecamatan Pinolosian menimbulkan persoalan mengenai keabsahan perjanjian dan konsekuensi hukumnya terhadap pelaksanaan prestasi, status barang jaminan, serta tindakan penagihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidaksahan perjanjian pinjaman ilegal berdasarkan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata serta mengkaji akibat hukumnya terhadap uang pinjaman, barang jaminan, dan tanggung jawab perdata kreditur. Penelitian menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan yuridis-sosiologis melalui wawancara, observasi, studi dokumen, dan analisis bahan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian pinjaman ilegal tidak memenuhi syarat objektif berupa sebab yang halal sehingga batal demi hukum. Meskipun demikian, pokok pinjaman tetap wajib dikembalikan sebagai prestasi nyata, sedangkan bunga, denda, dan biaya tambahan tidak memiliki kekuatan mengikat. Barang jaminan tetap menjadi milik debitur, sementara penagihan melalui intimidasi atau penguasaan sepihak dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum yang menimbulkan tanggung jawab perdata bagi kreditur.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Buku:
Badrulzaman, M. D. (2023). Hukum Perikatan Dalam KUH Perdata Buku Ketiga, Yurisprudensi, Doktrin, Serta Penjelasan (1st ed.). Deepublish.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi (Revisi). Prenada Media.
Rahim, A. (2022). Dasar-Dasar Hukum Perjanjian: Perspektif Teori Dan Praktik (1st ed.). Humanities Genius.
Siombo, M. R. (2019). Lembaga Pembiayaan Dalam Perspektif Hukum (1st ed.). Penerbit Unika Atma Jaya Jakarta.
Winarsasi, P. A. (2020). Hukum Jaminan Di Indonesia (Perkembangan Pendaftaran Jaminan Secara Elektronik) (1st ed.). Jakad Media Publishing.
Artikel:
Arrodli, A. J., Ramadhan, A., Anggita, Muhammad, D. Z., & Pamungkas, D. D. (2024). Konsekuensi Hukum Cacat Kehendak Dalam Pembentukan Perjanjian Berdasarkan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. LETTERLIJK, 1(2), 135–144. Https://Doi.Org/10.25134/Letterlijk.V1i2.68
Damayanti, R., & Sudirman, M. (2024). Creditor’s Legal Protection Related To Debtor’s Default In A Joint Venture Partnership. Asian Journal Of Social And Humanities, 2(11), 2781–2789. Https://Doi.Org/10.59888/Ajosh.V2i11.361
Fernatha, D. (2021). Perikatan Yang Dilahirkan Dari Sebuah Perjanjian Berdasarkan Pasal 1332 KUHPerdata Tentang Barang Dapat Menjadi Objek Perjanjian. Journal Of Law (Jurnal Ilmu Hukum), 7(2), 542–556.
Jabalnur, Ruliah, Haris, O. K., Yuningsih, D., Zahrowati, & Aci, M. H. L. (2024). Perjanjian Di Bawah Tangan Ditinjau Dari Asas Pacta Sunt Servanda. Halu Oleo Legal Research, 6(2), 247–257. Https://Doi.Org/10.33772/Holresch.V6i2.848
Kurniawan, R., & Noer, Z. (2024). A Contract Reviewed From The Perspective Of Civil Law In Indonesia May Be Delayed Due To Force Majeure. Iblam Law Review, 4(1), 135–148. Https://Doi.Org/10.52249/Ilr.V4i1.223
Lestari, T. W. S., & Santoso, L. (2018). Komparasi Syarat Keabsahan “Sebab Yang Halal” Dalam Perjanjian Konvensional Dan Perjanjian Syariah. Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam, 8(2), 281–298. Https://Doi.Org/10.21043/Yudisia.V8i2.3240
Manzilati, A., & Prestianawati, S. A. (2021). Informal Financing Or Debt Traps: Are The UN Sustainable Development Goals Being Met In Emerging Economies? Review Of International Business And Strategy, 32(1), 132–145. Https://Doi.Org/10.1108/RIBS-01-2021-0011
Mohamad, M. S. S., Thalib, M. C., & Elfikri, N. F. (2035). Kepastian Hukum Dalam Penyelesaian Sengketa Pelanggaran Perjanjian Lisan Yang Berpotensi Terjadi Pelanggaran Hukum. Rechtjiva, 420–437. Https://Doi.Org/10.21776/Rechtjiva.V2n3.2
Mu’awanah, Y., Marhamah, S. H., Azizah, A. N., Fauzan, A., & Ibrahim, I. (2025). Keabsahan Suatu Perjanjian. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 174–181. Https://Doi.Org/10.53935/Jim.V3.I1.40
Mufarokhah, L., & Putra, M. A. P. (2025). Analisis Yuridis Terhadap Akta Perjanjian Yang Dinyatakan Batal Demi Hukum (Studi Kasus Putusan Nomor 287/PDT.G/2024/PN GIN). Jurnal Media Akademik (JMA), 3(10). Https://Doi.Org/10.62281/Dsgka723
Plessis, J. D. (2025). Breach Of Contract, Enrichment Liability And The Double Sale. South African Law Journal, 142(4), 725–742. Https://Doi.Org/10.47348/SALJ/V142/I4a5
Prajogo, N. W. (2026). Batasan Penagihan Utang Oleh Kreditur Sebagai Perbuatan Melawan Hukum Dalam Perspektif KUHPerdata. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(5). Https://Doi.Org/10.62281/0xk4b159
Pratiwi, N. M. A., Budiartha, I. N. P., & Styawati, N. K. A. (2021). Akibat Hukum Perjanjian Pinjam-Meminjam Uang Yang Dinyatakan Batal Demi Hukum. Jurnal Konstruksi Hukum, 2(2), 367–372. Https://Doi.Org/10.22225/Jkh.2.2.3257.367-372
Priyono, E. A. (2025). Peranan Asas Itikad Baik Dalam Kontrak Baku (Upaya Menjaga Keseimbangan Bagi Para Pihak). Diponegoro Private Law Review, 1(1). Https://Ejournal2.Undip.Ac.Id/Index.Php/Dplr/Article/View/1934
Rifandy, M. A., & Angelia, N. M. (2024). Perjanjian Pinjam Meminjam Berdasarkan Pasal 1754 KUHPerdata. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 2(3), 248–255. Https://Doi.Org/10.59246/Aladalah.V2i3.886
Sinaga, N. A. (2025). Keabsahan Perjanjian Kredit Bank Dan Tanggung Jawab Hukum Atas Pemberian Hak Tanggungan Oleh Pihak Yang Tidak Berwenang. Lex OMNIBUS: Jurnal Hukum Tata Negara Dan Administrasi Negara, 2(2), 32–44. Https://Doi.Org/10.08221/Lexomnibus.V2i2.227
Suryani, K., & Ginting, L. (2024). Implementasi Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pinjam Uang (Studi PT. Permodalan Nasional Madani Mekaar). Recht Studiosum Law Review, 3(2), 164–173. Https://Doi.Org/10.32734/Rslr.V3i2.18162
Wardhani, N. W. S. (2025). Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Penyimpangan Dana Pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Jurnal Media Akademik, 3(10). Https://Doi.Org/10.62281
Windayanti, W., Narsudin, U., & Natanegara, F. D. G. (2025). The Legal Consequences Of Unregistered Prenuptial Agreements: Examining The Implications For Third Parties. International Journal Of Latin Notary, 5(2), 46–54. Https://Doi.Org/10.61968/Journal.V5i2.101
Wiwin Dwi Ratna Febriyanti. (2022). Abuse Of Circumstances (Misbruik Van Omstandigheden) In Developing Contract Law In Indonesia. US-China Law Review, 19(2). Https://Doi.Org/10.17265/1548-6605/2022.02.003
DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v5i2.3042
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Public Sphare: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
.png)


