PERADILAN AGAMA DALAM PERSPEKTIF SOCIAL EDUCATION: ANALISIS KASUS DAN CARA PENYELESAIANNYA
Abstract
The Luwuk Religious Court serves not only as a venue for conflict resolution but also as a tool for social education. This research employed qualitative methods with a sociological-legal approach, through a literature review and analysis of divorce data from 2019 to 2023. Research findings indicate a 34.7% increase in the divorce rate over the past five years. The main factors leading to divorce are marital incompatibility, financial problems, third-party interference, and domestic violence. The high divorce rate reflects the public's limited understanding of family law and premarital education. This study concludes that Religious Courts play a crucial role in providing legal and social education through mediation, legal counseling, and fair case resolution to mitigate the social impact of divorce.
ABSTRAK
Pengadilan Agama Luwuk berfungsi tidak hanya sebagai tempat penyelesaian konflik, tetapi juga sebagai alat untuk mendidik masyarakat secara sosial. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi hukum melalui kajian literatur dan analisis data perceraian periode 2019 hingga 2023. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat perceraian sebesar 34,7% dalam lima tahun terakhir. Faktor utama yang menyebabkan perceraian adalah ketidakcocokan dalam rumah tangga, masalah finansial, intervensi pihak ketiga, serta kekerasan dalam rumah tangga. Tingginya angka perceraian mencerminkan minimnya pemahaman masyarakat mengenai hukum keluarga serta pendidikan sebelum menikah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Peradilan Agama memiliki peranan krusial dalam memberikan pendidikan hukum dan sosial lewat mediasi, penyuluhan hukum, serta penyelesaian kasus secara adil untuk mengurangi dampak sosial yang ditimbulkan oleh perceraian.Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, R. (2020). Mediasi dalam perceraian: Studi efektivitas program mediasi di pengadilan agama. Jurnal Hukum Islam, 18(2), 145–167.
Abidin, S., & Aminuddin, A. (2019). Fikih munakahat: Kajian tematik nikah, talak, dan rujuk. Pustaka Setia.
Alaslan, A., Amane, A. P. O., Suharti, B., Laxmi, Rustandi, N., Sutrisno, E., Rustandi, Rahmi, S., Darmadi, & Richway. (2023). Metode penelitian kualitatif (A. Hidir, Ed., Edisi pertama). Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.
Ali, S., & Hasan, R. (2024). Religious courts and access to justice in Muslim societies. International Journal of Law, Policy and the Family, 38(1), 1–18.
Alya, A. (2024). Analisis putusan Pengadilan Agama Nomor 2429/Pdt.G/2023/PA.Mdn tentang nafkah iddah dan mut'ah oleh suami kepada isteri dalam perkara cerai talak. 6(3), 7791–7799.
Amane, A. P. O., & Laali, S. A. (2022). Metode penelitian (Lasaudin, Ed., Edisi pertama). Insan Cendekia Mandiri.
Amane, A. P. O., & Rahman, A. (2022). Metode penelitian sosial. Widina Bhakti Persada.
Amato, P. R. (2023). The continuing impact of divorce on adults and children. Journal of Family Issues, 44(8), 2145–2162.
Ambarwati, T. (2021). Dampak ekonomi terhadap stabilitas perkawinan: Tinjauan sosiologi hukum keluarga. Jurnal Sosiologi Agama, 15(1), 23–44.
Amiruddin, A. (2020). Hukum perkawinan Islam di Indonesia: Antara fiqh munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Kencana.
Anshori, A. G. (2019). Hukum perkawinan Islam: Perspektif fikih dan hukum positif. UII Press.
Aridhona, J., & Bakar, A. (2020). Pernikahan dini dan risiko perceraian: Analisis data Pengadilan Agama Sulawesi Tengah. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Hukum, 7(3), 89–108.
Asnawi, H. S. (2021). Peradilan agama dan dinamika hukum keluarga di Indonesia. Pustaka Pelajar.
Azhari, F. (2020). Kewenangan pengadilan agama: Sejarah, perkembangan, dan prospeknya. Antasari Press.
Azizah Yasmine, Huriyyah Aqilah Ramadhoifah, & A. R. A. (2024). Peradilan agama sebagai lembaga penegak hukum Islam di Indonesia: Kebutuhan masyarakat muslim dalam menegakkan hukum yang sesuai dengan keyakinan dan masyarakat muslim, terutama dalam konteks penyelesaian sengketa keluarga. Sriwijaya Journal of Private Law, 1(1), 83–90.
Basri, H. (2019). Keluarga sakinah: Tinjauan psikologi dan agama. Pustaka Antara.
Biesta, G. (2023). The educational task in contemporary society: Socialization, subjectification and citizenship. Educational Philosophy and Theory, 55(7), 785–797.
Brodjonegoro, S. (2021). Pendidikan sosial dalam perspektif sosiologi. Remaja Rosdakarya.
Cahyani, R. N., & Hufron. (2024). Prosedur pengajuan eksekusi terhadap putusan cerai talak terkait dengan pemeliharaan anak yang tidak dibayar oleh mantan suami. COURT REVIEW: Jurnal Penelitian Hukum, 4(5), 13–21.
Davies, I. (2024). Citizenship education, social responsibility and democratic participation. Journal of Social Science Education, 23(1), 1–15.
Dewi, E. K., & Hartini, S. (2022). Peran lembaga konsultasi keluarga dalam mencegah perceraian: Studi kasus di Kota Palu. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 11(2), 78–97.
Dhewy, A. (2020). Perceraian dan pemberdayaan perempuan: Perspektif hukum dan gender. Yayasan Jurnal Perempuan.
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. (2023). Statistik perkara pengadilan agama seluruh Indonesia tahun 2022.
Fauzi, A. (2022). Dinamika sosial perceraian di Indonesia: Perspektif hukum Islam dan sosiologi keluarga. Jurnal Al-Ahwal, 15(1), 1–22.
Fuad, M. (2020). Kursus pranikah sebagai instrumen pencegahan perceraian: Evaluasi program KUA di Sulawesi Tengah. Jurnal Penelitian Agama, 21(1), 55–74.
Ghozali, A. R. (2019). Fiqh munakahat. Kencana.
Hakim, R. (2022). Kekerasan dalam rumah tangga sebagai faktor perceraian: Analisis yuridis dan sosiologis. Jurnal Hukum dan Peradilan, 11(3), 321–342.
Hämäläinen, J. (2024). Social pedagogy and social education in contemporary society. International Journal of Social Pedagogy, 13(1), 1–14.
Härkönen, J., Bernardi, F., & Boertien, D. (2023). Family dynamics and child well-being in contemporary societies. European Journal of Population, 39(1), 1–21.
Haris, D. (2023). Analisis yuridis penetapan hakim terhadap permohonan dispensasi kawin pasca lahirnya Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 (Studi Penetapan Nomor 28/Pdt.P/2021/PA.Pso di Pengadilan Agama Poso Kelas II). Acta Universitatis Agriculturae et Silviculturae Mendelianae Brunensis, 53(1), 1–19.
Hidayah, N., & Mulyadi, E. (2021). Pengaruh media sosial terhadap keharmonisan rumah tangga: Kajian sosiologis. Jurnal Sosiologi Islam, 11(2), 201–220.
Ismail, H., Ja'far, A. K., & Sulastri. (2025). Implementasi prinsip moderasi beragama dalam praktik peradilan agama di Indonesia. CENDEKIA: Jurnal Studi Keislaman, 11(1), 139–151. https://doi.org/10.37348/cendekia.v11i1.694
Kalmijn, M. (2024). The consequences of divorce for family relations and well-being. Journal of Family Research, 36(1), 1–18.
Khaeruddin. (2025). Wasathiyah dalam penyelesaian sengketa keluarga Islam: Studi. CENDEKIA: Jurnal Studi Keislaman, 11(2), 392–409.
Lavner, J. A., & Bradbury, T. N. (2023). Relationship processes and marital stability in contemporary families. Journal of Marriage and Family, 85(4), 1123–1139.
Lumintang, R. R., Maroa, M. D., & Fality, F. (2022). Penyelesaian perceraian karena salah satu pihak berpindah agama (Studi kasus Pengadilan Agama Luwuk). Jurnal Yustisiabel, 6(1), 89–109. https://doi.org/10.32529/yustisiabel.v6i1.1596
Luwukpost.id. (2021). Perselingkuhan merajalela. https://luwukpost.id/
Maclean, M., & Eekelaar, J. (2023). Family mediation, dispute resolution and social justice. Family Court Review, 61(3), 402–417.
Mangerang, F. (2024). Hubungan keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Luwuk. Linear: Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(2), 71–80. https://doi.org/10.53090/j.linear.v8i2.745
Mikucka, M., Wolfinger, N. H., & Rizzi, E. (2024). Economic insecurity and divorce risk: Evidence from contemporary family studies. Demographic Research, 50, 421–446.
Mirwan, A. (2020). Implementasi Pasal 82 UU No. 7 Tahun 1989 jo. UU No. 3 Tahun 2006 jo. UU No. 50 Tahun 2009 pada perkara perceraian (Studi kasus pada Pengadilan Agama Kelas IA Palu). Familia: Jurnal Hukum Keluarga, 1(1), 21–38. https://doi.org/10.24239/familia.v1i1.2
Rahman, A., Sari, N. M. W., Fitriani, Sugiarto, M., Sattar, Abidin, Z., Irwanto, Nugroho, A. P., Indriana, Ladjin, N., Haryanto, E., Amane, A. P. O., Ahmadin, & Alaslan, A. (2022). Metode penelitian ilmu sosial (A. Masruroh, Ed., Edisi pertama). Widina Media Utama.
Raley, R. K., & Sweeney, M. M. (2023). Explaining family change and instability in the twenty-first century. Annual Review of Sociology, 49, 341–360.
Razali, G., Syamil, A., Hurit, R. U., Asman, A., Lestariningsih, Radjawane, L. E., Amane, A. P. O., Tingga, C. P., Saloom, G., S, S., Gultom, N. B., Fadhilatunisa, D., Fakhri, M. M., & Rosidah. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan kombinasi (S. Bahri, Ed., Edisi pertama). Media Sains Indonesia.
Samsidar, Marilang, & Muhammad, A. A. (2025). Hukum Islam dalam perkawinan di Indonesia: Telaah sosial budaya dan implikasinya. Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan, 24(1), 62–80. https://doi.org/10.30863/ekspose.v24i1.9517
Santoso. (2016). Hakekat perkawinan menurut Undang-Undang Perkawinan, hukum Islam dan hukum adat. Jurnal YUDISIA, 7(2), 412.
Sulteng, P. A. (2025). 91-peradilan-agama-sulawesi-tengah.
Tarozzi, M., & Mallon, B. (2024). Global citizenship education and social cohesion in diverse societies. Education Sciences, 14(2), 1–17.
Vaterlaus, J. M., & Tulane, S. (2024). Digital technology, social media, and romantic relationship quality. Journal of Social and Personal Relationships, 41(2), 356–375.
Williamson, H. C., Nguyen, T. P., & Karney, B. R. (2024). Relationship education and long-term marital stability. Family Process, 63(1), 45–61.
DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v5i1.2929
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Public Sphare: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
.png)


