Ijma’ Sukuti Dalam Perspektif Imam An-Nawawi Al-Dimasqy dan Taqiyudin An-Nabhani (Analysis Argumentatif Dan Aplikatif)

Nida Makfiyati - Institut Agama Islam Banten Serang
Syibli Sarjaya - Universitas Islam Negeri (UIN) "Sultan Maulana Hasanudin" Banten
Sayehu Sayehu - Universitas Islam Negeri (UIN) "Sultan Maulana Hasanudin" Banten
Ahmad Hidayat - Universitas Islam Negeri (UIN) "Sultan Maulana Hasanudin" Banten

Abstract


The purpose of this research is to analyze in depth about the position of Ijma' Sukuti as the basis of something based on the views of Imam an-Nawawi al-Dimasqy and Imam an-Nabhani. This research is a qualitative research with a normative approach with the type of library study (Library Research), which is included in normative research. The sources of this research are various books, journal articles and other literature on Ijma' Sukuti. The method used in this research is descriptive qualitative with a juridical normative approach. To obtain the validity of the data in this study, the author uses the triangulation technique. The results of the study state that Imam An-Nawawi al-Dimasqy rejected Ijma' Sukuti this is because at one time some of the mujtahids expressed their opinions clearly regarding a case, either through a fatwa or a legal decision, and the rest of them did not respond to it, either an approval of the opinion that had been expressed or opposing the opinion to be a legal proposition.

ABSTRAK

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam tentang kedudukan Ijma’ Sukuti sebagai dasar hukum sesuatu berdasarkan pandangan Imam an-Nawawi al-Dimasqy dan Imam an-Nabhani. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normative dengan jenis studi pustaka (Library Research), yang termasuk ke dalam penelitian normatif. Adapun sumber penelitian ini adalah berbagai buku, artikel jurnal dan literatur lain tentang Ijma’ Sukuti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan normative yuridis. Untuk memperoleh keabsahan data dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik triangulasi Hasil Penelitian menyatakan bahwa Imam An- Nawawi al-Dimasqy menolak Ijma’ sukuti hal ini karena suatu masa  sebagian dari mujtahid mengemukakan pendapat mereka dengan jelas mengenai suatu kasus, baik melalui fatwa atau suatu putusan hukum, dan sisa dari mereka tidak memberikan tanggapan terhadap hal tersebut, baik merupakan persetujuan terhadap pendapat yang telah dikemukakan atau menentang pendapat itu menjadi dalil hukum.


Keywords


Sukuti Ijma'. An-Nawawi al-Dimasqy. Taqiyuddin an-Nabhani / Ijma’ Sukuti. An-Nawawi al-Dimasqy. Taqiyuddin an-Nabhani

Full Text:

PDF

References


Al-amal bin al-Humam. (n.d.). Al-Tahrir fi ushul al-Fiqh (sebagaimana dikutip oleh Susiadi, 2014). ASAS: Jurnal Hukum Islam, 6(2), 124.

A. Djazuli, & Nuril Ain, I. (2010). Ushul Fiqh (Metodelogi Hukum Islam). Jakarta: Rajagrafindo.

Abdillah, N. (2014). Madzhab dan faktor penyebab terjadinya perbedaan-perbedaan. Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 8(1), 21-38.

Al-Namlah, A. K. B. A. B. M. (2010). Al-Jami’ limasa'il ushul al-fiqh wa tathbiqatiha 'ala al-madzhab al-rajih (Vol. 2). Riyadh: Dar al-Rusyd.

Dahlan, A. A. (2016). Ensklopedia hukum Islam. Jakarta: Ichtiar Van Hove.

Djazuli. (2017). Ushul Fiqih (Cet. VI). Jakarta: Rajagrafindo.

Huda, N. (2018). Cinta tanah air dalam bingkai pendidikan. Kediri: Santri Salaf Press.

Hudhari Bik. (n.d.). Tarikh tasyri' al-Islami (M. Zuhri, Trans.). Jakarta: Daarul Ihya Indonesia.

Huzaemah Tahido Yanggo. (2007). Pengantar perbandingan madzhab. Jakarta: Logos Wacan Ilmu.

Iffatin Nur. (2013). Terminologi ushul fiqh. Yogyakarta: Teras.

Jamilah, S. (2016). Gerakan sosial Islam di Indonesia: Analisis terhadap pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani. Yogyakarta: THE PHINISI PRESS.

Muhammad bin Alawi Al-Maliki. (n.d.). Al-Qawa'id al-asasiyah fi ushulil fiqh. Dar Al-Hawi.

Sitty Fauzia Tunai. (2016). Pandangan Imam Syafi'i tentang ijma' sebagai sumber penetapan hukum Islam dan relevansinya dengan perkembangan hukum Islam dewasa ini. Jurnal Ilmiah: Al-Syir'ah, 3(2), 1-12.

Susiaji. (2014). Ijma' dan issu kontemporer. ASAS: Jurnal Hukum Islam, 6(2), 124.

Syafe'i, R. (2017). Ilmu ushul fiqh. Bandung: Pustaka Setia.

Syarifuddin, A. (2017). Garis-garis besar ushul fiqh. Jakarta: Kencana.

Taqiyuddin An-Nabhani. (1953). Syakhshiyyah Islamiyyah. Jakarta: Hizbut Tahrir.

Yusuf al-Qordawi. (2012). Fiqih perbedaan pendapat antar gerakan Islam (Cet. 6). Jakarta: Rabbani Press.

Wahbah az-Zuhaili. (2016). Ushul al-fiqh al-Islami (Vol. I). Riyadh: al-Maktabah al-Assad.

Zein, S. E. (2009). Ushul fiqh (Cet. 3). Jakarta: Prenada Media Grup.




DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v1i1.244