Madrasah dan Pranata Sosial: Tinjauan Sosiologi Pendidikan Islam
Abstract
This study examines the role of madrasas as educational and social institutions within the framework of Islamic education sociology. The research adopts a literature review method to analyze the challenges and opportunities faced by madrasas in fulfilling their dual roles in modern society. Data were collected from relevant journals, books, and studies and analyzed using a four-step process: data collection, reduction, presentation, and conclusion. The findings highlight the significant contribution of madrasas in shaping students' character, promoting Islamic values, and addressing social issues. Despite challenges such as adapting to technological advancements and societal modernization, madrasas remain pivotal in fostering moderation, tolerance, and cultural preservation. This study underscores the importance of madrasas in creating a harmonious and ethically guided community aligned with Islamic principles.
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji peran madrasah sebagai lembaga pendidikan dan sosial dalam kerangka sosiologi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka untuk menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi madrasah dalam memenuhi peran gandanya dalam masyarakat modern. Data dikumpulkan dari jurnal, buku, dan penelitian yang relevan dan dianalisis menggunakan proses empat langkah: pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Temuan ini menyoroti kontribusi signifikan madrasah dalam membentuk karakter siswa, mempromosikan nilai-nilai Islam, dan mengatasi masalah sosial. Meskipun terdapat tantangan seperti adaptasi terhadap kemajuan teknologi dan modernisasi masyarakat, sekolah tetap berperan penting dalam menumbuhkan sikap moderat, toleransi, dan pelestarian budaya. Studi ini menggarisbawahi pentingnya madrasah dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan beretika serta selaras dengan prinsip-prinsip Islam.Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah, M. (2019). Unraveling the Islamic moderation-based Islamic boarding school education model from classical to modern. Prosiding Nasional, 2(November), 55–74.
Abraham, A. B., et al. (2022). Penangkalan radikalisme di era digital dalam kehidupan bermasyarakat melalui nilai-nilai bela negara. Jurnal Kewarganegaraan, 6(1), 866–874.
Afryansyah. (2018). Pembelajaran sastra sebagai media deradikalisasi: Sebuah tinjauan sosiologi dan psikologi sastra. Logat, 5, 168–180.
Afryansyah. (2022). Guru bicara moderasi beragama. Palembang: Noer Fikri Offside.
Aspan, N. A. (2021). Madrasah sebagai sistem sosial perspektif Talcott Parsons. Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 56–71. https://doi.org/10.19105/rjpai.v2i1.4337
Azfa Nabil Shafi, Hilalludin, H., & Adi Haironi. (2024). Pendidikan dan pranata sosial: Membentuk masyarakat masa depan. Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial, 2(5), 157–164. https://doi.org/10.61132/nakula.v2i5.1038
Basinun, B. (2018). Dinamika madrasah dan pranata sosial. At-Ta’lim: Media Informasi Pendidikan Islam, 17(2), 191. https://doi.org/10.29300/attalim.v17i2.1410
• Busyroni Majid. (2022). Optimalisasi madrasah digital melalui implementasi transformasi digital di MTs Negeri 5 Sleman. Jurnal Pendidikan Madrasah, 7(2), 101–108. https://doi.org/10.14421/jpm.2022.72.01
Dimyati, A. (2017). Islam wasatiyah. Islamic Review: Jurnal Riset Dan Kajian Keislaman, 6(2), 139–168.
Ditjen Pendis. (2019). Keputusan Direktur Pendidikan Islam Nomor 7272 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Moderasi Beragama pada Pendidikan Islam. https://cendikia.kemenag.go.id
Drajat, M., et al. (2018). Sejarah madrasah di Indonesia. Journal for Islamic Studies, 1(1), 196–206. https://doi.org/10.5281/zenodo.1161729
Fathurrahman. (2015). Masjid sebagai pusat pendidikan Islam masa klasik. Kreatif: Jurnal Studi Pemikiran Pendidikan Agama Islam, 10(2), 1–94.
Hafiz, A. (2014). Perkembangan pranata sosial berbasis hukum keluarga Islam di Indonesia. Madania, XVIII, 33–40. https://www.mendeley.com
Haningsih, S. (2008). Peran strategis pesantren, madrasah, dan sekolah Islam di Indonesia. el-Tarbawi, 1(1), 27–39. https://doi.org/10.20885/tarbawi.vol1.iss1.art3
Hawi, A. (2018). Otonomi pendidikan dan eksistensi madrasah. Conciencia, 17(1), 11–14. https://doi.org/10.19109/conciencia.v17i1.1574
Idi, A. (2011). Sosiologi pendidikan: Individu, masyarakat & pendidikan. Jakarta: PT. Rajawali Pers.
Idi, A., Samiha, Y. T., & Romadhon, R. (2022). Madrasah dan mobilitas sosial. Sustainable Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 5(1), 182–192. https://doi.org/10.32923/kjmp.v5i1.3053
Istianti, T. (2018). Pengembangan keterampilan sosial untuk membentuk perilaku sosial anak usia dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 32–38. https://doi.org/10.17509/cd.v6i1.10515
Jaya, F. (2017). Pesantren dan madrasah dalam sistem pendidikan di Indonesia: Analisa arah perkembangan. Tazkiya, 6(2), 1–26. http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id
Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Nasihin, H., & Puteri Anggita Dewi. (2019). Tradisi Islam Nusantara perspektif pendidikan multikultural. Islam Nusantara, 03(02), 417–438.
Nata, A. (2021). Peran dan fungsi masjid di Indonesia dalam perspektif pendidikan Islam. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 10(3), 414. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v10i3.5203
Permatasari, A. (2015). Membangun kualitas bangsa dengan budaya literasi. Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB, 146–156.
Rahmadi. (2011). Pengantar metodologi penelitian. Antasari Press. https://idr.uin-antasari.ac.id/10670/1/PENGANTAR%20METODOLOGI%20PENELITIAN.pdf
Rahmi, S. (2011). Pranata sosial di Afrika Utara, pranata zakat. http://syamsulrahmi.wordpress.com
Reza Bagus Anugerah. (2023). Transformasi madrasah dalam menghadapi tantangan di era Society 5.0. At-Tarbawi: Jurnal Kajian Kependidikan Islam, 8(2), 153–170. https://doi.org/10.22515/attarbawi.v8i2.7889
Rochmah, A. A. (2016). Budaya politik dan Islamisme: Mengukur tingkat pengaruh Islamisme terhadap kesadaran politik santri di Kota Solo (Studi Kasus Pondok Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo), 1–128.
Rohman, A. (2018). Peran bimbingan dan konseling Islam dalam pendidikan. Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas, 4(1), 136. https://doi.org/10.31942/pgrs.v4i1.1731
Sari, P. A., Nurasiah, I., & Amalia, A. R. (2020). Peningkatan keterampilan sosial siswa melalui model make a match di kelas tinggi. Jurnal Perseda, III(1), 36–40.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan RnD (27th ed.). Bandung: Alfabet.
Suneki, H. S. (2021). Pendidikan multikultural dalam mengantisipasi problematika sosial di Indonesia. Civis, X(1), 54–61. http://103.98.176.9/index.php/civis/article/view/8191
Suryadarma, Y., & Haq, A. H. (2010). Pendidikan akhlak menurut Imam Al-Ghazali (20).
Susanto, M. A. (2024). Islam dan teknologi: Tantangan etika dan adaptasi dalam era digital, 1(2), 95–102.
Umar, P. S., Setyosari, W., & Kamdi, S. (2021). Exploration of moral integrity education and superior cadre leadership. International Journal of Instruction, 14(4), 753–774.
Wantonoro, W., et al. (2022). Palliative care: A concept analysis review. SAGE Open Nursing, 8(63). https://doi.org/10.1177/23779608221117379
Yacub, J. (2024). Pranata-sosial pendidikan Islam di Indonesia: Sekolah, madrasah, dan pesantren. ISLAM EDU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam, 2(1), 1–13.
DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v4i6.991
.png)



