DAMPAK PEMBELAJARAN DI ERA NEW NORMAL DI MASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19)

Siti Rosmayati - Institut Manajemen Koperasi
Arman Maulana - Institut Manajemen Koperasi

Abstract


Descriptive research methods are used by examining variables in naturally occurring situations through descriptions and interpretations of the conditions in which these variables are found. This research explores the impact of New Normal teaching among 101 educators in West Java, educators mostly aged 29 to 38 years, gender the largest number of female educators, in terms of teaching students for 10 years and under in state schools. The impact of New Normal teaching is expressed through challenges in resources such as very slow and/or unreliable and unstable internet connections, noisy online classrooms and lack of privacy during simultaneous online classes, lack of a licensed/registered Learning Management System (LMS). to continuously hold online classes and the lack of computers and internet connections for some teaching staff. Educators are physically ready for New Normal teaching, but educators are not emotionally ready, therefore educators prefer to teach in the classroom rather than in virtual classes. The impact on educators' adjustments is in terms of student environment, curriculum, teaching strategies, and use of technology. Age, gender, type of school and level of students taught by educators are factors that influence student teaching in the New Normal era.

ABSTRAK

Metode penelitian deskriptif digunakan dengan memeriksa variabel dalam situasi yang terjadi secara alami melalui deskripsi dan interpretasi kondisi di mana variabel tersebut ditemukan Penelitian ini mengeksplorasi dampak dari  New Normal  pengajaran di antara 101 pendidik di jawa barat, para pendidik kebanyakan berusia 29 sampai 38 tahun, jenis kelamin paling banyak tenaga pendidik perempuan, dalam hal mengajar mahasiswa selama 10 tahun ke bawah di sekolah negeri. Dampak dari pengajaran New Normal  diungkapkan melalui tantangan dalam sumber daya seperti koneksi internet yang sangat lambat dan atau tidak dapat diandalkan dan tidak stabil, ruang kelas online yang bising dan kurang privasi selama kelas online secara bersamaan, kurangnya Learning Management System (LMS) berlisensi/terdaftar untuk terus menerus mengadakan kelas online dan kurangnya komputer dan koneksi internet untuk beberapa tenaga pendidik. Para pendidik secara fisik siap dalam pengajaran New Normal, tetapi tenaga pendidik tidak siap secara emosional, oleh karena itu tenaga pendidik lebih suka mengajar di ruang kelas daripada di kelas virtual. Dampak pada penyesuaian pendidik adalah dalam hal lingkungan siswa, kurikulum, strategi pengajaran, dan penggunaan teknologi. Usia, jenis  kelamin, jenis sekolah dan tingkat siswa yang diajar oleh pendidik merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi pengajaran siswa di era New Normal.


Keywords


Pembelajaran, Tenaga Pendidik, New Normal, Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Full Text:

PDF

References


Rafsanjani, A. I. (2020). Kebijakan pendidikan di era new normal. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat.

Abbas, E. W., & Rajiani, I. (2019). Managing e-learning in public universities by investigating the role of culture. Polish Journal of Management Studies, 20.

Janah, W. A., Abbas, E. W., & Mutiani, M. (2020). The contribution of leadership value of Nadjmi Adhani as a learning resource on social studies. The Innovation of Social Studies Journal, 1(2), 188-196.

Kemendikbud. (2020). Penyesuaian keputusan bersama empat menteri tentang panduan pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Publikasi www.kemdikbud.go.id, dipublikasikan tanggal 07 Agustus 2020.

Kemendikbud Republik Indonesia. (2020). Nomor 719/P/2020 tentang pedoman pelaksanaan kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia.

Mutiani, M., Abbas, E. W., Syaharuddin, S., & Susanto, H. M. (n.d.). Membangun komunitas belajar melalui lesson study model transcript based learning analysis (TBLA) dalam pembelajaran sejarah. Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 3(2), 113-122.

Mutiani, M. (2019). Internalisasi nilai pendidikan melalui aktivitas masyarakat sebagai sumber belajar ilmu pengetahuan sosial. Internalisasi Nilai Pendidikan Melalui Aktivitas Masyarakat Sebagai Sumber Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.

Fatimah, S. (2020). Pembelajaran di era new normal. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian manajemen. Bandung: Alfabeta.

Syaharuddin, S. (2020). Menimbang peran teknologi dan guru dalam pembelajaran di era COVID-19. Menimbang Peran Teknologi dan Guru dalam Pembelajaran di Era COVID-19.

Syaharuddin, S. (2020). Pembelajaran masa pandemi: Dari konvensional ke daring. Pembelajaran Masa Pandemi: Dari Konvensional Ke Daring.

Hafizh, M. N. (2020). Sulitnya belajar daring di pelosok, wujud pendidikan tidak merata. Diakses dari https://ayobandung.com/read/2020/07/14/106333/sulitnya-belajar-daring-di-pelosok-wujud-pendidikan-tidak-merata

Media Center. (2020). Minimnya akses internet jadi kendala pembelajaran daring di daerah terpencil. Diakses dari https://mediacenter.temanggungkab.go.id/berita/detail/minimnya-akses-internet-jadi-kendala-pembelajaran-daring-di-daerah-terpencil

Damaledo, Y. D. (2020). Rekomendasi 5 aplikasi belajar online, untuk cegah Corona COVID-19. Diakses dari https://tirto.id/eFtB




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v1i2.30