PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK (Studi Kasus Dan Implikasinya Pada Peningkatan Guru di UPT SD NEGERI 331 Tempe Kabupaten Wajo)

Andi Afiah - Universitas Puangrimaggalatung
Imran Ismail - Universitas Puangrimaggalatung
Hasbih Abbas - Universitas Puangrimaggalatung
Darwis Darwis - Universitas Puangrimaggalatung
Yusran Yusran - Universitas Puangrimaggalatung

Abstract


This study aims to evaluate the role of the driving teacher in improving pedagogical competence at UPT SD Negeri 331 Tempe, Wajo Regency. Using a descriptive qualitative approach, this study focuses on observations and interviews with driving teachers and members of the learning community at the research location. The novelty of this study lies in the exploration of how collaboration in a learning community can strengthen teachers' pedagogical abilities and improve teaching effectiveness. The results of the study indicate that driving teachers not only act as facilitators, but also as motivators who influence other teachers to improve their pedagogical skills. Driving teachers are also able to create a more enjoyable and contextual learning atmosphere, according to students' needs. In conclusion, the presence of driving teachers and learning communities contributes significantly to improving pedagogical competence, which in turn improves the quality of learning in schools.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran guru penggerak dalam meningkatkan kompetensi pedagogik di UPT SD Negeri 331 Tempe, Kabupaten Wajo. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini memfokuskan pada observasi dan wawancara dengan guru penggerak dan anggota komunitas belajar di lokasi penelitian. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada eksplorasi bagaimana kolaborasi dalam komunitas belajar dapat memperkuat kemampuan pedagogik guru dan meningkatkan efektivitas pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai motivator yang mempengaruhi guru lain untuk meningkatkan keterampilan pedagogik mereka. Guru penggerak juga mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan kontekstual, sesuai dengan kebutuhan siswa. Kesimpulannya, kehadiran guru penggerak dan komunitas belajar berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi pedagogik, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.


Keywords


Pedagogical Competence, Leading Teacher, Learning Community / Kompetensi Pedagogik, Guru Penggerak, Komunitas Belajar

Full Text:

PDF

References


Al Mukarrom (2018) membahas tentang Buku Kompetensi Kinerja Guru Menurut Kurikulum Karakter (K-13). Dalam artikel lainnya, Al Mukarrom (2018) juga mengeksplorasi Peran Guru dalam Mengembangkan Kurikulum yang Responsif terhadap Kebutuhan Siswa yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 12(1), 23-35.

Darling-Hammond (2017) menyajikan buku berjudul Effective Teacher Professional Development yang diterbitkan oleh Learning Policy Institute di Palo Alto, CA.

Dwijendra, Ganesha, dan Mengajar (2022) dalam publikasinya Analisis Kurikulum Merdeka Dan Platform menyajikan analisis terkait kurikulum terbaru.

Fibrianto dan Bakhri (2018) meneliti Gerakan sosial kaum perempuan melawan euphoria media melalui komunitas Hijabers di Kota Surakarta yang dipublikasikan dalam Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 17(1), 1-19.

Gunawan, Ulfatin, Sultoni, Sunandar, Kusumaningrum, dan Triwiyanto (2017) melaporkan tentang Pendampingan penerapan strategi pembelajaran inovatif dalam implementasi Kurikulum 2013 yang diterbitkan dalam Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1).

Hattie (2020) menulis Visible Learning: Feedback, diterbitkan oleh Routledge di New York, NY.

Jannati, Ramadhan, dan Rohimawan (2023) mengeksplorasi Peran guru penggerak dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar dalam Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 7(1).

Johnson dan Smith (2023) dalam artikel mereka yang berjudul The impact of professional learning communities on teacher practice and student outcomes yang dipublikasikan di Journal of Educational Research, 116(2), 123-135.

Kiriana, Widiasih, dan Sena (2022) membahas Peran guru penggerak dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Hindu dalam Jurnal Penjaminan Mutu, 8(1), 66-73.

Lubis dkk. (2023) membahas Kebebasan Guru dalam Pembelajaran: Mendorong Kreativitas dan Kritis Siswa yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 15(2), 45-58.

Lubis, Amelia, Alvionita, dan Yulia (2023) mengeksplorasi Peran guru penggerak dalam meningkatkan pemerataan kualitas kinerja guru dalam Jurnal at-Tadbir: Media Hukum dan Pendidikan, 33(1).

Mitchell dan Sickney (2019) menulis Sustainable Improvement: Building Learning Communities That Endure yang diterbitkan oleh Brill.

Pandiangan (2019) menyusun buku Penelitian Tindakan Kelas: Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran, Profesionalisme Guru Dan Kompetensi Belajar Siswa yang diterbitkan oleh Deepublish.

Patilima (2022) dalam prosiding seminar nasionalnya, membahas Sekolah penggerak sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 0(0), 228–236.

Permana dan Sudarsyah (2016) membahas tentang Model pengembangan profesiguru melalui professional learning community di sekolah menengah dalam Jurnal Administrasi Pendidikan, 23(1).

Sekar, Uin, dan Kamarubiani (2020) meneliti Komunitas belajar sebagai sarana belajar dan pengembangan diri yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Adult and Community Education, 2(1).

Sibagariang, Sihotang, dan Murniarti (2021) mengeksplorasi Peran guru penggerak dalam pendidikan Merdeka Belajar di Indonesia dalam Jurnal Dinamika Pendidikan, 14(2).

Sugiyono (2016) menulis buku Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R & D yang diterbitkan oleh Alfabeta di Bandung.

Thompson dan Lee (2023) membahas Building a collaborative culture in schools: The role of professional learning communities dalam Educational Leadership Review, 29(3), 45-60.

Wang, Zhang, dan Chen (2023) mengeksplorasi Exploring the role of informal learning communities in teacher development yang diterbitkan dalam International Journal of Educational Studies, 45(1), 78-92.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v4i3.813

Citation Format:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Alamat Kantor

Komplek Purimelia Asri Blok C 3 No 17 Desa Bojong Emas Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung.

Telpon (022) 873 553 70, HP 081 57000 699

Pembayaran

Rekening Bank Republik Indonesia (BRI) an CV. WIdina Media Utama, 110701000573565.

Sinta Google Scholar