THE FOUNDATION OF CURRICULUM RENEWAL (REVIEWING FROM PHILOSOPHICAL, JURIDIC, HISTORICAL, PSYCHOLOGICAL, SOCIAL AND CULTURAL ASPECTS)

Mokhamad Hadi - Universitas Negeri Malang

Abstract


One of the important aspects in education is paying attention to the curriculum. The curriculum is an activity that includes various student activities in detail with a view to achieving educational goals. The curriculum will always evolve to meet the needs of an institution. When the curriculum is not developed in accordance with the increasing needs of an institution, the institution will be left behind. Curriculum preparation requires a strong foundation, which is based on the results of in-depth thinking and research and is in line with the challenges of the times. Because the curriculum is like a house that must have a foundation so that it can stand upright, not fall and can provide comfort for those who inhabit it, the foundation is a philosophical, juridical, psychological, social and cultural foundation. This study uses a library research approach. The technique in this research is to document in the form of data related to variables in the form of notes, books, journals and other articles. Furthermore, inductive data analysis is carried out, namely taking a conclusion or conclusion from a concrete situation leading to abstract things.

ABSTRAK

Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah memperhatikan kurikulum. Kurikulum merupakan suatu kegiatan yang mencakup berbagai kegiatan siswa secara terperinci dengan maksud untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum akan selalu berkembang untuk memenuhi kebutuhan suatu institusi. Ketika kurikulum tidak dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang semakin meningkat dari suatu lembaga, maka lembaga tersebut akan tertinggal. Penyusunan kurikulum memerlukan landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam dan sesuai dengan tantangan zaman. Karena kurikulum ibarat sebuah rumah yang harus memiliki pondasi agar dapat berdiri tegak, tidak roboh dan dapat memberikan kenyamanan bagi yang menempatinya, pondasi tersebut adalah pondasi filosofis, yuridis, psikologis, sosial dan kultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research). Teknik dalam penelitian ini adalah dengan mendokumentasikan berupa data-data yang berhubungan dengan variabel yang berupa catatan, buku, jurnal dan artikel-artikel lainnya. Selanjutnya dilakukan analisis data secara induktif, yaitu mengambil suatu kesimpulan atau konklusi dari keadaan yang konkrit menuju kepada hal-hal yang abstrak.

Keywords


curriculum renewal;Curriculum Foundation;Curriculum Management / Pembaharuan kurikulum, landasan kurikulum, manajemen kurikulum.

Full Text:

PDF

References


A, H. (2013). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data. Jakarta: Salemba Medika.

Abdurrahman. (2015). Teori belajar aliran psikologi Gestalt serta implikasinya dalam proses belajar dan pembelajaran. Jurnal Uinib.

Achruh, A. (2018). Perkembangan ilmu pengetahuan dan landasan sosial budaya. Inspiratif Pendidikan, 7(1).

Alhamuddin. (2014). Sejarah kurikulum di Indonesia (studi analisis kebijakan pengembangan kurikulum). Nur El-Islam, 1(2).

Arifin. (2011). Penelitian pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Azis, R. (2018). Implementasi pengembangan kurikulum. Jurnal Inspiratif Pendidikan, 7(1), 44-50.

Baderiah. (2018). Pengembangan kurikulum. Palopo: IAIN Palopo Press.

Bauto, L. M. (2014). Perspektif agama dan kebudayaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia (suatu tinjauan sosiologi agama). JPIS: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 23(2).

Chamisjatin, L. (2019). Telaah kurikulum. Malang: UMM Press.

Cui, Y., Lei, H., & Zhou, W. (2018). Changes in school curriculum administration in China. ECNU Review of Education, 1(1).

Depdikdas. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Jakarta: Sekretaris Negara Indonesia.

Dewi, A. K. (2021). Strategi dan pendekatan pembelajaran di era milenial. Tasikmalaya: Edu Publisher.

Hadiansyah, R. R., & Mustiningsih. (2020). Dinamika perubahan kurikulum di Indonesia. Seminar Nasional-Jurusan Administrasi Pendidikan. Malang: Universitas Negeri Malang.

Hardianto, D. (2012). Paradigma teori behavioristik dalam pengembangan multimedia pembelajaran. Jurnal Universitas Negeri Yogyakarta.

Hendri, N. (2021). Merdeka belajar antara retorika dan aplikasi. E-Tech Jurnal, 8(1).

Huda, N. (2017). Manajemen pengembangan kurikulum. Al Tanzim, 1(2), 1-24.

Kemendigbud. (2013). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2013. Jakarta: Sekretaris Negara Indonesia.

Kholik, A. N. (2019). Landasan psikologis pengembangan kurikulum abad 21. As Salam, 8(1).

Komara, N. I. (2018). Implementasi dan pengembangan kurikulum 2013. Edukasi, 6(1).

Lestari, D. (2019). Interaksi sosial dan pesan budaya. Lentera, 12(1).

Lismina. (2018). Pengembangan kurikulum di sekolah dan perguruan tinggi. Sidoarjo: Uwais IKAPI Indonesia.

Maisyanah, M. (2018). Analisis dampak desentralisasi pendidikan dan relevansi school based management. Quality, 6(2).

Maman, S. (2020). Orientasi pengembangan kurikulum merdeka belajar. Prosiding Seminar Nasional. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Mawati, A. T. (2010). Inovasi pendidikan: Konsep, proses dan strategi. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Mubarok, A. A., & Aminah, S. (2021). Landasan pengembangan kurikulum pendidikan di Indonesia. Dirosah Islamiyah, 3(2), 1-23.

Mulyani, E. (2015). Kurikulum 2004: Penerapannya dalam bahan ajar dan LKS. Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan, 2(3).

Mutohar, P. M. (2013). Manajemen mutu sekolah (strategi peningkatan mutu dan daya saing lembaga pendidikan Islam). Yogyakarta: Ar Ruzz. Retrieved from http://repo.iain-tulungagung.ac.id/15117/

Nahar, N. I. (2016). Penerapan teori belajar behavioristik dalam proses pembelajaran. Nusantara: Jurnal Pengetahuan Sosial.

Nurdinah, H. (2013). Membedah anatomi kurikulum 2013 untuk membangun masa depan pendidikan yang lebih baik. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar. Sumedang: Universitas Pendidikan Indonesia.

Pahliwandari, R. (2016). Penerapan teori pembelajaran kognitif dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Olahraga, 5(2).

Piliang, Y. A. (2012). Masyarakat informasi dan digital: Teknologi informasi dan perubahan sosial. Jurnal Sosioteknologi, 27(11).

Qurtubi, A. (2019). Administrasi pendidikan (tinjauan teori dan implementasi). Surabaya: Jakad Media Publishing.

Rahmah, N. (2020). Psikologi pendidikan. Surabaya: Jakad Media Publishing.

Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sari, & Asmendri. (2020). Penelitian kepustakaan (library research) dalam penelitian pendidikan IPA. Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA, 6(1).

Siregar, E., & Nara, H. (2011). Teori belajar dan pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan kombinasi (mix methods). Bandung: Alfabeta.

Sulasmi, E. (2021). Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia dalam perspektif kebijakan publik. Medan: UMSU Press.

Suryadi. (2020). Pengembangan kurikulum. Sukabumi: CV Jejak.

Sutarto. (2017). Teori kognitif dan implikasinya dalam pembelajaran. STAIN Crup: Jurnal Islamic Counseling, 1(2).

T, H. A. (2011). Curriculum revision and cultural change: A joint faculty development and faculty governance approach. To Improve the Academy, 30(1).

Wicaksono, J. A. (2018). Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia dalam perspektif kebijakan publik. Jurnal Ngabari: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 11(2).

Yang, W., & Li, H. (2020). The role of culture in early childhood curriculum development: A case study of curriculum innovations in Hong Kong kindergartens. Contemporary Issues in Early Childhood.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v2i2.202