LACAK JAMBI SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER: STRATEGI PELESTARIAN BUDAYA LOKAL DI KALANGAN GENERASI MUDA DI DESA TELUK, JAMBI
Abstract
Lacak is a local wisdom of the Jambi Malay community that functions as a head covering for men in traditional attire and contains philosophical values about responsibility, honor, and steadfastness. However, the interest of the younger generation in Lacak in Teluk Village, Batang Hari Regency, has decreased due to the influence of globalization and low local cultural literacy. This study aims to identify the character values contained in the form, folds, and function of Lacak and formulate a strategy for its preservation as a medium for character education for the younger generation. The study used a descriptive qualitative method with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews with traditional leaders and educators, and a review of traditional documents. Data were analyzed using a symbolic-philosophical approach to interpret the meaning of characters in the Lacak tradition. The results show that Jambi Malay Lacak contains the main values of craftsmanship, authority, and steadfastness that represent discipline, honor, and responsibility. Effective preservation strategies include integrating Lacak values into school extracurricular activities, establishing cultural studios by youth, and collaboration between schools and local Malay Traditional Institutions. Thus, Lacak can function as a character education medium that strengthens cultural identity and fosters pride in the younger generation towards Jambi's local cultural heritage.
ABSTRAK
Lacak merupakan kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi yang berfungsi sebagai penutup kepala pria dalam pakaian adat serta mengandung nilai filosofis tentang tanggung jawab, kehormatan, dan keteguhan. Namun, minat generasi muda terhadap Lacak di Desa Teluk, Kabupaten Batang Hari, mengalami penurunan akibat pengaruh globalisasi dan rendahnya literasi budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung dalam bentuk, lipatan, dan fungsi Lacak serta merumuskan strategi pelestariannya sebagai media pendidikan karakter bagi generasi muda. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pendidik, serta telaah dokumen adat. Data dianalisis menggunakan pendekatan simbolik-filosofis untuk menafsirkan makna karakter dalam tradisi Lacak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lacak Melayu Jambi mengandung nilai utama berupa kerajinan, kewibawaan, dan keteguhan yang merepresentasikan disiplin, kehormatan, dan tanggung jawab. Strategi pelestarian yang efektif meliputi integrasi nilai Lacak dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah, pembentukan sanggar budaya oleh pemuda, serta kolaborasi antara sekolah dan Lembaga Adat Melayu setempat. Dengan demikian, Lacak dapat berfungsi sebagai media pendidikan karakter yang memperkuat identitas budaya dan menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya lokal Jambi.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Afendi, A. R., Muhsinin, U., & Wiratih, R. W. (2025). Local wisdom as a moral ecology: Rethinking character education in Indonesia’s cultural and global contexts. Journal La EduSci, 6(4). https://doi.org/10.37899/journallaedusci.v6i4.2607
Cassirer, E. (1944). An essay on man: An introduction to a philosophy of human culture. Yale University Press.
Febriyanto, D. (2025). Penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pada pembelajaran Bahasa Indonesia di era Revolusi 5.0. BIDUK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 17–23. https://doi.org/10.30599/c54vqh65
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Haq, E. A., Wasliman, I., Sauri, R. S., Fatkhullah, F. K., & Khori, A. (2022). Management of character education based on local wisdom. Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 73–91. https://doi.org/10.31538/ndh.v7i1.1998
Hazlim, M., Aramudin, A., Risnawati, R., & Hamdani, M. F. (2024). Pengaruh pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal terhadap kesadaran budaya siswa sekolah dasar. Mitra PGMI: Jurnal Kependidikan MI, 10(2), 220–229. https://doi.org/10.46963/mpgmi.v10i2.2018
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Panduan penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Kemendikbud.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Mansur, M., & Sholeh, M. (2024). Implementing character education based on local wisdom in a public Islamic elementary school. Journal of Integrated Elementary Education, 4(1), 54–70. https://doi.org/10.21580/jieed.v4i1.20238
Miranti, I., Nurjanah, N., & Dwiastuty, N. (2018). Learning local wisdom for character education: An insight from Choblong Sundanese village in Indonesia. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 6(3), 409–426. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v6i3.261
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Mundzir, M. (2024). Implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam membentuk generasi berintegritas. Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia, 1(1), 16–28. https://doi.org/10.62383/aktivisme.v1i1.844
Sabir, R. I. (2025). Integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan karakter di sekolah. Indonesian Research Journal on Education, 5(1), 164–172. https://doi.org/10.31004/irje.v5i1.1926
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suyadi. (2013). Strategi pembelajaran pendidikan karakter. Remaja Rosdakarya.
Tilaar, H. A. R. (2002). Pendidikan, kebudayaan, dan masyarakat madani Indonesia. Remaja Rosdakarya.
Tilaar, H. A. R. (2015). Kebudayaan dan pendidikan: Tantangan masa depan Indonesia dalam era globalisasi. Grasindo.
Zulkarnaen, M. (2022). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di era milenial. AL MA’ARIEF: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.35905/almaarief.v4i1.2518
DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v2i6.405
.png)



